[FF] Here For You – Part 3   3 comments


Assalamualaikum!!

saia kembali lagi

oke deh, nda sah bnyak curcol! nikmati saja yng ada, mohon maaf kalau ceritanya rada aneh, garing, bosen, gaje, pokok.e gto dah!!

.

.

HERE FOR YOU

Author: d_na

Genre: Romance

Length: 3 of ?

Cast:

Bae Suzy

You as Jung Hyorin

Jung Jinyoung

Lee Gikwang

Cha Sun Woo aka Baro

Gong Chan Shik

=========================

[Now Playing: Beast – I like you the best]

“Ah Hyorin-ah! Tunggu!!” seru Suzy yang mengejar-ngejar Hyorin. Hyorin berbalik dan tersenyum.

“Ne? Mwoeyeo?” tanyanya.

“Ayo kita ke gedung aula bersama!” ajaknya.

“Ne…btw, kau tidak bersama bodyguardmu itu?”

“Aniya…diakan ketua panitia penerimaan mahasiswa! Makanya…kkaja!!” Suzy lantas menggendeng lengan Hyorin menuju ruang audit. Akan ada pengumuman-pengumuman lebih lanjut mengenai mahasiswa baru.

“Kalau dia orang yang sesibuk itu, kenapa dia jadi bodyguardmu?” Tanya Hyorin lagi. Suzy mengangkat bahu.

“Entah, mungkin karena dia masih merasa kurang kerjaan!!” Hyorin mengangkat bahunya tak peduli. Mereka masuk ke dalam ruangan yang telah dipenuhi dengan para mahasiswa baru seperti mereka. Setelah kata sambutan dari para tertinggi kampus, sambutan dari perwakilan mahasiswa dan pembacaan peraturan-peraturan selama Ospek yang sangat lama dan membosankan. Akhirnya acara membosankan dan bisa membuat kita tertidur itu selesai juga. Hyorin meregangkan tubuhnya dan mencoba menghirup oksigen sebanyak yang ia bisa. Dia memejamkan mata dan menghela pelan.

“Jung Hyorin-ssi!!” panggil seseorang dibelakangnya.

“Ah ne?”

“Senin depan adalah upacara penerimaan mahasiswa di gedung auditorium, harap tidak terlambat karena kau akan mengisi sambutan tersebut!”

“Mwora? Aku? Kenapa? Naega wae?” protes Hyorin.

“Kau mendapat nilai tertinggi, jadi itu semacam penghargaan. Terima saja, toh tidak akan merugikanmu juga!” Gikwang berlalu dengan membawa berkas-berkas.

“Oppa!” panggil Suzy.

“Ah, mianhae Suzy-ssi! Aku ada urusan sebentar, kalau kau mau pulang aku akan menghubungi supir…”

“Aniya!! Andwae! Aku maunya sama oppa saja!”

“Geurom, kau tunggu sebentar lagi saja!” Gikwang menampilkan senyum manisnya dan berlalu. Meski singkat namun perasaan indah itu terlanjur bersemi di hati Suzy. Semakin melihat senyum indah itu, ia makin terhanyut akan pesonanya. Ia jatuh cinta pada Gikwang, itu faktanya.

.

Seperti biasa, Hyorin pergi ke D.Lite café untuk menemui oppanya. Ia ingin menceritakan pengalamanya hari ini. Bertemu dengan yeoja kemarin dan bodyguardnya yang mesum itu. Hyorin berjalan melewati taman seorang diri di tengah malam berbingkai bulan.

“Hyorin? Jung Hyorin? Apa yang kau lakukan disini?” seseorang memanggil namanya. Iapun menoleh dan berbalik. Hyorin tertegun, kenapa dia ada disini? Dan kenapa dia menyapaku ramah begini?

“Go…Gong Chan?” bisik Hyorin tercekat, Gong Chan berdiri tepat di hadapannya.

“Uhm, well, aku hanya sedang cari angin saja!”

“Geurae? Kau ada waktu?” tanyanya. Hyorin membeku, waktu? Kenapa dia bertanya begitu? apa dia mau meminta jawaban ya?

“Aku…harus ke D.Lite cafe, yang ada diseberang ujung jalan sana kau tau? Aku ingin mendatangi oppaku…lain kali mungkin?” tolak Hyorin sesopan yang ia bisa.

“Kuantar saja bagaimana? Bahaya kalau seorang yeoja sepertimu jalan sendirian malam-malam begini!” ajaknya ramah. Hyorin jadi merasa sedikit bimbang, apa harus kuiyakan saja ya?

“Boleh saja!” Hyorin langsung berlalu saat disadarinya detak jantungnya mulai bergemuruh. Gong Chan tersenyum seraya menyusulnya.

DEG! Perasaan apa ini? Lagi-lagi jantungku berdetak kencang seenaknya! Kenapa hanya dengan seulas senyum sederhana itu mampu menghipnotis jantungku sampai berdebar kencang begini?

Hyorin langsung membalikkan badan, wajahnya kontan saja bersemu.

“Kamu baik-baik saja?” Tanya Gong Chan khawatir, dia menyentuh pundak Hyorin dan itu sukses membuat Hyorin merinding.

“Ah? Itu, rasanya agak aneh saja!”

“Apanya yang aneh?” jemari Gong Chan menuruni tangan Hyorin, dan menggenggam jemari Hyorin. Rasanya aneh jika Gong Chan menyentuhnya seperti ini, Hyorin langsung reflex melepasnya.

“Mianhae, tau-tau saja aku…” wajah Gong Chan terpekur. Dia seperti menyesali.

“Bukan begitu, Gong Chan-ssi aku…begini, aku ga tau apa yang terjadi padaku. Setiap berada di dekatmu, jantungku berdebar lebih kencang, dan aku menjadi sulit bernapas jika menatapmu! Ups!!” Hyorin menutup mulutnya. apa yang barusan ia katakan? Argh!!! Baboya!! Hyorin!! Kenapa kau begitu bodoh sekarang? Apa yang terjadi dengan otakmu???

“Hah? Jadi seperti itu?” Gong Chan tersenyum mengejek.

“Anggap saja kau tidak mendengarnya!” desis Hyorin. Ia mengerucutkan bibir, merajuk. Namun Gong Chan malah menarik hidungnya gemas.

“Aww! Apa yang kau lakukan, sih? Baboya!” Hyorin mengelus hidungku, Gong Chan tertawa renyah.

Omo!! Baru kali ini kulihat ekspresinya seperti ini, apa dia lagi sakit? Dan yang paling janggal adalah dia mengajakku ngobrol! Gong Chan yang itu! Iya, namja yang paling cool di sekolah mengajakku ngobrol!! Apa yang terjadi padanya sih? apa dia salah makan?

“Kedengarannya seperti kau tertarik padaku!” sahut Gong Chan percaya diri.

“Begitu? Tapi aku tak merasa demikian!” Hyorin berusaha mengelak, dan mengalihkan pandangannya. Segalanya terasa rumit. Semakin lama, ia seperti kehilangan jati dirinya sendiri.

“Apa itu membuatmu ga nyaman?” Tanya Gong Chan tiba-tiba, mengejutkan Hyorin. Hyorin hanya mengangguk saja.

“Hyorin-ssi dengar, aku minta maaf jika itu membuatmu merasa seperti ini. Tapi aku…”

“Aku menyukaimu!” lanjutnya. Hyorin menggigit bibirnya.

“A…aku tau, hajiman…” Hyorin tertunduk, apa ia harus menjawabnya sekarang? Oh boy~ demi apapun yang hidup di bumi ini, kenapa sekarang ia segugup ini?

“Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, aku akan menunggumu!” Gong Chan tersenyum lembut.

“Ah…kita sudah sampai!!” seru Hyorin yang langsung meninggalkan Gong Chan seorang diri, namun begitu sampai di pintu ia berbalik.

“Gong Chan-ssi!! Gomawoyo!!” Hyorin membungkuk. Gong Chan mengangguk.

“Masuklah!” seru Gong Chan.

“Eh?”

“Masuklah! Aku ingin melihatmu masuk!” ujarnya lagi. Apa maksudnya coba?

“Wae geurae? Kau juga ingin masuk?” Tanya Hyorin tidak mengerti.

“Aniy, aku hanya ingin memastikan kau sampai dengan selamat!”

“Bukannya kita sudah sampai?”

“Tidak sampai aku melihatmu masuk!”

“Ah…ne!!” Hyorin langsung berbalik dan masuk ke dalam café dengan perasaan tak karuan. Bukankah Gong Chan begitu so sweet? Aniy, maksudnya ia sangat bertanggung jawab, kan?

Hyorin bersandar di pintu cafe, dan menyentuh dadanya yang berdebar tak karuan.

Perasaanku berkecamuk setiap kali aku melihat senyummu. Bernapas jadi lebih sulit dan sekarang aku benar-benar tak tau harus berbuat apa. Aku bahkan tak tau apa yang sedang terjadi padaku!!

“Kedengarannya seperti kau tertarik padaku!”

Igemwoya?? Tertarik? Padamu?? Yaks!! Hyorin!! Berhenti memikirkannya!! ANDWAE!!!

Hyorin mengacak-acak rambutnya frustasi, kalau orang awam melihatnya ia pasti sudah dikirim ke rumah sakit jiwa sekarang.

“Hyorin? Kau sedang apa?” Tanya Jinyoung mengejutkan.

“Oppa!! Kau membuatku kaget!!”

“Siapa namja barusan?”

“Ah…itu…dia…teman SMA ku…”

“Jeongmal? Hanya teman?” Tanya Jinyoung sinis.

“Ne, oppa…hanya teman…”

“Kenapa tidak kau ajak masuk?”

“Aniya…dia…ehm, hanya ingin mengantarku saja!!” Hyorin jadi serba salah sendiri. Terlebih ekspresi oppanya yang tak terbaca. Ia seperti marah atau apalah itu. Tapi…kenapa ia mesti marah? Bukankah ia sudah bilang bahwa Gong Chan hanyalah teman?

“Begitu? Memangnya siapa dia mengantarmu?” lagi-lagi Jinyoung bertanya sinis, dan itu makin membuat Hyorin merasa heran.

“Oppa…kenapa kau marah-marah? Dia kan tidak melakukan apa-apa padaku?”

“Oppa hanya mengkhawatirkanmu! Jangan jalan-jalan berdua dengan namja malam-malam. Arra?”

“Aniya wae? Bukankah akan lebih bahaya jika aku jalan sendirian!?”

“Kalau oppa bilang ga ya ga!!” bentak Jinyoung membuat Hyorin gemetar. Selama ini yang Hyorin tau, kakaknya adalah orang yang sangat lembut padanya. Jangan kan memukul, membentak dengan suara keras saja tidak pernah.

Ya Tuhan…apa ini? Kenapa oppa marah padaku? Apa aku salah? Aku kan tidak melakukan apa-apa!!

“Kalau begitu aku pulang!!” sahut Hyorin dingin, ia langsung keluar dari café dan berlari menembus keramaian. Dalam benaknya hanya ada kata mengapa dan mengapa. Mengapa Jinyoung bersikap begitu? Mengapa??

“Apa salahku? Kenapa oppa marah?”

Sampai di rumah Hyorin langsung ke kamarnya. Ia menjatuhkan diri di tempat tidur berusaha untuk tidur. Namun, ekspresi Jinyoung barusan kembali membayang dalam benaknya. Argh!!! Lagi-lagi ia gagal memejamkan mata!

Hyorin bangkit dan menuju kamar mandi. Mencoba mendinginkan kepalanya dengan merendamnya (?) di dalam bak mandi. Sesaat pikirannya teralih pada senyum Gong Chan yang terus menerus terekam dalam otaknya.

Apa aku gila? Mungkin saja, karena sejak tadi aku terus berfantasi dengan senyumnya. Gong Chan itu memang sangat cakep, ga ada ruginya jika aku menjadi kekasihnya. Lagipula, getaran di hatiku ini bukankah suatu pertanda bahwa aku mulai menyukainya?

Hyorin sengaja menghabiskan banyak waktu di kamar mandi, apa yang harus ia lakukan jika bertemu Jinyoung nanti? Ia takut sekali. Dan lagi…apa yang harus ia jawab untuk Gong Chan? Ugh! Dalam semalam, ia sudah dipusingkan dengan sikap 2 namja yang mengejutkannya.

Apa aku harus mengiyakan Gong Chan? Aniya! Tunggu dulu!! Bukankah ini terlalu cepat buatku? Atau mungkin malah terlalu lambat? Aduh! Pikiranku jadi semakin kacau, lebih baik aku ga perlu memikirkannya sekarang! Lagipula aku harus berpidato hari Senin nanti.

.

“Huwaah!! Aku telaaaat!!!! Sial!!!” Hyorin menjerit menyadari jam berapa sekarang. Ia lantas bersiap menuju kampusnya. Dengan asal dia memakai baju dan langsung turun tanpa sarapan terlebih dahulu. Jinyoung menatapnya misterius.

“Apa dia masih marah padaku?” gumamnya sedih.

Sampai di kampus, ruangan audit telah ditutup. Semuanya tampak begitu sepi. Apa ia terlambat? Oh boy~ demi seluruh penghuni surga, jangan sampai ia dihukum di hari pertamanya ini. Saat ia hendak membuka pintu, seorang namja menghadangnya.

“Kau terlambat?” Tanya namja itu.

Cih!! Sial!! Kenapa ada dia disini?? Kenapa aku begini sial pagi-pagi sudah bertemu dengannya? Lagipula, sudah tau aku telat masih pake nanya lagi! apa dia buta? Bukankah di tangan kirinya sudah terpasang jam tangan? Apa dia tak lihat jam berapa sekarang???

 Namja itu mengamati Hyorin dari atas sampai bawah. Ia tersenyum mesum saat melihat rok yang dikenakan Hyorin tampak sedikit lebih tinggi dari biasanya (maksudnya, terlalu mini) Hyorin melotot saat melihat ekspresi menjijikan aka mesum itu. Hyorin mengepalkan tangannya, ia tau ia salah pakai rok!! Tapi!!! Bukan berarti namja mesum ini boleh melihat sebebasnya!! Si*l!!

“Yah!! Apa yang kau lihat?” marah Hyorin.

“Salah sendiri, kenapa memakai pakaian seperti itu? Sama saja dengan mengundang namja untuk melihat!” tukas Gikwang. Emosi Hyorin benar-benar memuncak. Apa katanya barusan? Mengundang? Dia pikir aku wanita murahan??

“Yah!! Apa kau bilang?” Hyorin mencengkeram kerah baju Gikwang.

“Loh? Salah ya? Kupikir kau memang sengaja untuk memperlihatkannya!!”

Bruaaghh!!!

“Argh!!!” erang Gikwang saat Hyorin meninju hidungnya, ia menabrak pintu ruang audit dan membuat pintu tersebut langsung terbuka!! Semua yang ada di dalam ruangan –termasuk ketua BEM yang saat itu sedang berpidato- menoleh ke arah mereka.

“Omo! Ottokhe?” Gikwang melangkah maju melindungi Hyorin dari pandangan orang-orang. Sudah menjadi tugasnya menyelesaikan masalah yang ia perbuat ini sebelum rektorat dan yang lainnya turun tangan.

“Makanya jangan memukulku seenaknya!!” bisik Gikwang kesal pada Hyorin, ia mengekus ujung hidungnya yang sudah tampak memar itu. Hyorin mengeraskan rahangnya.

“Itu karena kau duluan yang bersikap tidak sopan!!”

“Bukannya kau yang memang sengaja memancingku?”

“MWORAGOO????” bentak Hyorin kesal.

“Cukup! Aku ga mau bertengkar disini! Kau temui aku diruangan, setelah upacara ini selesai!! Ehm…kemana jas penataranmu, Jung Hyorin-ssi?” Tanya Gikwang, Hyorin terhenyak. Ia lupa membawa jas almamater yang harus dipakai saat upacara. Gikwang menghela napasnya.

“Kau ini!! Ini hari pertamamu! Lagian bukankah sudah kubilang kau akan berpidato hari ini? Harusnya kau menggunakan pakaian lengkap!!” Gikwang mulai mengomel-omel ga jelas. Hyorin menggembumkan pipinya, lebih tidak tau apa yang harus ia katakan.

“Pakai ini! Tapi nanti kembalikan!” Gikwang melepas jas miliknya dan memberikannya pada Hyorin. Dengan ragu Hyorin memakainya. Ukurannya memang sedikit lebih besar. Aneh juga, padahal Gikwang kan tidak terlalu tinggi. *ditimpuk batu sm ACEs*

“Gomawo…” bisik Hyorin sepelan mungkin.

“Ne, kau ini memang! Hari pertama sudah berani menghajar senior, tidak bawa jas penataran lagi! Dosamu besar tau!!”

“Arrayeo!! Tapi aku takkan menghajarmu kalau kau tidak berwajah mesum seperti itu!!” Hyorin mendesis kesal. Ia masuk mengikuti Gikwang dan terus menunduk menghindari tatapan setiap orang. Bukannya ia terbiasa menjadi pusat perhatian seperti ini, ia sangat gugup! Bahkan meski ia selalu mempermalukan dirinya sendiri di depan umum, ini pertama kalinya ia menonjok seorang namja yang juga adalah seniornya di depan semua orang!! Hyorin menggigit bibirnya, habislah ia kali ini!!

Aish jinjja!! Kenapa aku ga bisa mengontrol emosiku? Jigeum ottokhae?? Ah molla!!

“Mohon maaf atas kejadian barusan. Mari kita lanjutkan, ehm…selanjutnya pidato sambutan dari perwakilan mahasiswa baru…Jung Hyorin-ssi, silahkan!” Hyorin menutup matanya dan melangkah ragu. Semua mata yang menatapnya berbisik-bisik heboh.

“HYORIN!!! FIGHTING!!!” seru seseorang saat ia berdiri di podium. Suzy yang berdiri langsung menjadi pusat perhatian. Hyorin tersenyum canggung.

“Ehm…annyeong haseyo…Jung Hyorin imnida…” Hyorin membungkuk. Begitu bangkit, sejenak pandangan matanya mengabur. Mungkin ini efek dari ga makan semalam dan tadi pagi juga ia tidak sempat sarapan. Keringat dingin mengalir dari dahinya. Perutnya perih melilit, kedua kakinya tak sanggup lagi menopang tubuhnya. Dan tiba-tiba semuanya gelap.

.

“Ng?” bangun-bangun Hyorin mendapatinya di sebuah ruangan berwarna putih bersama dengan…seorang namja?

“Mau apa kau??” ketus Hyorin mendapati Gikwang duduk di sebelah ranjangnya. Hyorin mencoba bangkit namun kepalanya benar-benar pusing sekarang. Itulah akibatnya jika kau yang punya penyakit maag, tipes dan apendisitis sekaligus melakukan diet berlebihan dengan tidak makan malam *author curcol*

“Ya, gwaenchana?” Tanya Gikwang yang menahan tubuh Hyorin. Hyorin segera melepaskan diri.

“Jangan sentuh aku namja mesum!!”

“Mwoga? Namja mesum? Yaah!! Aku ini seniormu! Setidaknya panggilah aku sunbae!”

“Cih! Sunbae? Kebagusan!!” Hyorin bersandar di bantalnya, ia memejamkan matanya yang masih sedikit berkunang-kunang.

“Kau masih pusing?” Tanya Gikwang, Hyorin membuka matanya. Menatap namja yang sedang menatapnya khawatir. Tapi!! Tunggu dulu!! Wajahnya terlalu dekat!!! ANDWAE!!!

“Bisakah kau jauhkan wajah mesummu itu? Kau membuat kepalaku semakin pusing!” kesal Hyorin, Gikwang tersenyum singkat.

“Kalau gitu tunggu sebentar. Aku ambilkan makanan dulu, jangan bergerak! Jangan kemana-mana dan tunggu sampai aku kembali! Oke?” perintah Gikwang. Hyorin memicingkan matanya kesal. Apa-apaan sih dia? Beraninya main perintah begini!! Memang dia pikir dia siapa? Umma juga bukan! Sok perhatian banget sih! Dasar nuts!! Menyebalkan!! Tapi…Hyorin menyentuh perutnya yang berbunyi itu.

“Ah lapar nih!!”

“Kau sudah sadar?” Hyorin tersentak. Itu suara Suzy!!

“Eh…ne…” jawab Hyorin. Suzy duduk di tempat yng diduduki Gikwang tadi.

“Mana oppa?” tanyanya. Oppa?

“Ah…ehm…membeli makanan kurasa?”

“Oh begitu! Aku…tidak menyangka kau akan memukul Kwangie oppa!”

“Mian…aku terlalu emosi tadi!!” sesal Hyorin.

“Gwaenchana! Oppa memang agak mesum kok!” Hyorin tersenyum kaku. Agak? Bukannya dia sangat sangat sangat mesum??

“Tapi…walaupun begitu, oppa baik dan bertanggung jawab kok!” Hyorin menyadari ada sesuatu yang janggal disini! Yah, pandangan mata Suzy saat membicarakan Gikwang. Itu bukan pandangan mata seorang majikan yang memuji bawahannya. Itu adalah pandangan kagum!! Seenggaknya, Min Tae pernah memberitau hal itu pada Hyorin. Apa Suzy menyukai namja itu?

“Ah! Nomormu berapa, Hyorin-ah?”

“Hm +82460****, kau?”

“Aku akan meneleponmu, simpan yah!!” Suzy mengeluarkan Hpnya dan langsung menghubungi nomor yang di beri Hyorin.

“Bagaimana kabar namjachingumu?” tanya Suzy lagi.

“Ah namjachingu?”

“Ne! yang waktu itu kejar-kejaran!”

“Ah! Jinyoung oppa maksudmu? Aniya! Dia bukan namjachinguku! Dia oppaku!”

“Geuraeseo? Kupikir dia…ah! Mianhae!!”

“It’s ok! Banyak yang bilang seperti itu!”

“Jinjjayeo?”

“Ne! aku sampai kasian sama oppa! Dia selalu menemaniku kemanapun, sampai-sampai dia tak punya waktu untuk dirinya sendiri!”

“Apa yeojachingunya tidak marah?” Hyorin terdiam, yeojachingu? Ia tak pernah memikirkan hal itu. ia bahkan tak tau apa oppanya sudah punya yeojachingu atau belum.

Ah!! Bagaimana jika oppa sudah punya? Itu artinya aku sudah memberinya jarak pada pacarnya!! Bagaimana nih?

“Mollayeo…oppa belum pernah mengeluhkan tentang hal itu…hmm, kau sendiri bagaimana? Ada orang yang kau suka? Ah! Jangan-jangan kau sudah punya namjachingu?”

“Aniy, aku juga belum punya…kalau orang yang kusuka…ada!”

“Jinjja? Nugu?” tanya Hyorin antusias. Suzy menggeleng malu.

“Nanti aja aku kasih tau!!”

“Ne! tapi kau harus janji!”

“Ne!! I promise!” mereka berdua tersenyum akan janji mereka. persahabatan indah yang akan dimulai.

“Maaf! Ini aku bawakan bubur sama tehnya! Oh Suzy-ssi, sejak kapan kau ada disini?” Gikwang datang dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur dan Insam cha (teh gingseng).

“Oppa! Aku baru saja datang!” Hyorin berusaha meraih mangkuk bubur namun magkuknya terlalu panas, ia sampai hampir menjatuhkannya kalau saja Gikwang tidak cekatan menahan mangkuknya.

“Sepertinya kau masih lemah! Biar kusuapi!” Gikwang menyuapkan bubur itu ke mulut Hyorin.

“Mwowaeyo? Kau pikir aku anak kecil? Aku bisa makan sendiri!!”

“Sudah ga usah cerewet makan saja! Ah!” mau tak mau Hyorin membuka mulutnya.

“Ah panas!!” serunya.

“Jeongmal? Mian!! Mian! Biar kutiup dulu!! Cha!!” Gikwang meniup-niup bubur dan menyuapkannya lagi.

“Udah! Ga mau!” tolak Hyorin saat mendapati ekspresi terluka dari wajah Suzy. Ia cemburu, itu jelas sekali!! Yah mudah saja di tebak siapa yang ada di hati melalui pandangan mata.

“Yah! Kau mau sembuh atau tidak? Cepat makan!”

“Aku bisa sendiri!!”

“Jangan keras kepala! Cepat buka mulutmu!!” Hyorin menunduk, ia tak tau harus berbuat apa. Ia tak mau menyakiti Suzy, tapi namja mesum di depannya ini terus memaksa.

“Aku ga butuh pengasuh bayi!!!” bentak Hyorin.

“Kau ini!!”

“Hyorin??!!!” seru seseorang dari luar.

“Oppa?” gumam Hyorin tak percaya saat melihat Jinyoung yang tampak terengah berdiri di pintu.

“Hyorin-ah!!” Jinyoung lantas menghampiri adiknya itu dan memeluknya. Jantungnya berdebar kencang saat ia mendapat telepon bahwa adiknya pingsan. Tanpa berpikir panjang ia lantas pergi dari kampusnya dan menyusul Hyorin kesini.

“Oppa! Gwaenchana…” Jinyoung menyentuh kening adiknya yang terasa hangat itu.

“Sunbae…Suzy-ah, aku sudah tidak apa-apa! Lagian, oppaku sudah ada disini!!” ujar Hyorin, Suzy mengangguk. Gikwang menatap Jinyoung sebentar kemudian memberikan mangkuk bubur itu padanya.

“Pastikan dia minum obatnya, ok? Obatnya ada di atas meja itu! Aku pergi dulu!!” ujar Gikwang kemudian berlalu menyusul Suzy.

“Oppa…kau masih marah padaku?” Tanya Hyorin takut-takut.

“Aniya…maaf oppa membentakmu semalam! Oppa hanya mengkhawatirkanmu! Selama umma dan appa masih di Busan, oppalah yang mengurusmu. Makanya oppa takut kau kenapa-napa!” Hyorin mengangguk.

“Mau makan sekarang?” Tanya Jinyoung. Hyorin mengangguk lagi.

“Ne! Tapi oppa yang suapin yaa!!” pintanya manja. Jinyoung terkekeh. Dalam hati kecilnya ia berharap, waktu akan selamanya seperti ini. Tapi…bukankah itu musathil diantara dua saudara sedarah?

“Ne…buka mulutnya ya! Ah!” Jinyoung menikmati setiap detiknya ia bersama Hyorin. Meski ia tau ia tak seharusnya begini, tapi mau bagaimana lagi? Perasaannya telah terlanjur mengakar kuat di dasar hatinya.

“Ehm…orang tadi? Bukannya yang waktu itu?” Tanya Jinyoung.

“Ne…mereka yang waktu itu! Waeyo oppa?”

“Ah aniy…hmm, ayo makan lagi!”

.

[Suzy POV]

I didn’t think it was love

So I told myself it wasn’t love

I tried to let you go, but I can’t

When I let you go my heart full of regrets

I deceived to myself

And let you go away, foot step further

Every time you grow in my heart, I don’t know what should I do let me tell you that…

Saat itu aku sendiri di taman belakang rumah sembari mendengarkan lagu favoritku. Menatap langit sore memang menyenangkan. Pikiranku kembali mengawang. Teringat kembali pada kejadian tadi siang. Aku tau…aku bahkan sangat mengerti arti pandangan mata itu. Pandangan itu bukan hanya khawatir belaka. Haya dengan melihat saja, aku tau siapa yang ada dalam hatiya. Aku tau meski Gikwang oppa tidak pernah mengaggapku lebih, tapi entah kenapa aku tetap ingin ia melihatku. Apakah ini yang namanya cinta? Kenapa aku mencintai seseorang yang bahkan tak memiliki perasaan apapun padaku.

Bodoh rasanya terjebak dalam perasaan seperti ini, tapi inilah aku terperangkap dengan sihir yang dinamakan cinta. Belum-belum, aku sudah merasa cemburu begini. Kenapa? Aku tau aku tak boleh bersikap begini! Aku tau itu! Tapi…siapa yang mampu melawan kehendak sang malaikat cinta yang telah menancapkan panahnya?

I must be loving you, must be waiting for you

Even though it hurts me so much, my heart can’t seem to let you go

I tried to leave everything all about you. All day long but you kept on coming up, my love.

I’m still be loving you, still be waiting for you

I think there must be just one love; I don’t think that my heart would change

Even if a huge mountain blocking my way

I’m not afraid because I have you beside me

“Kau sedang apa?” Tanya seseorang. Aku membuka mataku dan menemukan Gikwang oppa berdiri di depanku. Aku menggeleng lemah, dia berlutut di depanku.

“Aigoo! Kau sedang ada masalah? Kenapa wajahmu kusut begitu, Suzy-ssi?” tanyanya.

“Aniya…itu bukan urusanmu, oppa!”

“Ne…kau benar…”

“Oppa…maukah kau megajariku bela diri?” tanyaku ragu.

“Mwoga? Wae?”

“Aku hanya ingin…jadi lebih kuat saja! Jadi aku bisa membela diriku sendiri!”

“Lalu apa gunanya aku? Tenang saja Suzy-ssi, aku takkan biarkan siapapun menyentuhmu! Aku akan melindungi dengan nyawaku!!” aku meyentuh dadaku yang berdebar semakin kencang. Tidakkah kau sadar oppa? Perasaanku ini…tidakkah kau sadar bahwa aku menyukaimu? Aku ingin berada di sisimu, memonopoli dirimu hanya untukku seorang. Aku ingin dicintai olehmu, aku ingin kau hanya memanggil namaku saja.

“Yah, Suzy-ssi? Gwaenchana? Apa aku mengatakan sesuatu yang buruk?” Tanya oppa sembari mengelap air mata yang menetes tanpa sadar dipipiku. Aku menunduk.

“Gwaenchana…”

“Suzy-ssi, anda di panggil tuan besar!” ujar seorang pembantu, aku mengangguk kemudian lantas pergi menuju ruangan appa. Dengan langkah berat kupaksa kakiku membuka ruangan seorang yang penuh kejutan itu.

“Suzzy anakku tersayang!!” seru appa dengan riangnya seraya memelukku. Aku memutar bola mataku, entah apalagi yang diinginkan pak tua ini! Kenapa bersikap sok manis begini?

“Wae? Kenapa kau tak membalas pelukan appa?”

“Yaa!! Appa pikir aku ini umur berapa?” kesalku.

“Malhaebwa! Aku tidak punya waktu banyak! Jadi cepat katakan apa keinginan appa sekarang?” aku melipat tanganku angkuh, kulihat appa duduk di kursi kerjanya mencoba kesabaranku nampaknya.

“Omo! Kau ini to the point sekali! Sama seperti mendiang ummamu!”

“….”

“Baik!! Dengar baik-baik yah! Appa hanya akan mengatakannya sekali! Bulan depan adalah perjodohanmu! Kau akan di jodohkan dengan teman mendiang ibumu, Cha Sun Woo!!”

MWO?????????? Apa kata appa barusan? Aku? diJODOHKAN????? Yang bener aja!! Siapa yang mau? ANDWAE!!!! JANGAN GILA!!!???

.

TBC~~

woke deh, sampai situ dulu yah ^^ bye2. jangan lupa tinggalin jejak yaaa readers. love u

Posted 23 Juli 2012 by MVP in Fan Fiction

Tagged with , , , , , ,

3 responses to “[FF] Here For You – Part 3

Subscribe to comments with RSS.

  1. jadi suzy kasian bgt. terlalu byk part hyorin aturan kan lebih di bykin pemeran utamanya -_- next part aku tunggu

  2. Annyeong aku readers bru dsni^^
    dn aku jga bru ktmu sma ff in..
    Nice FF thor🙂

  3. annyeong..🙂
    waahh~ ffnya bagus~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: