[FF] OneShoot – Boyfriend   25 comments


Taaadaaa!!!

Saya kembali dengan oneshoot!!! #plaak FF mu aja blum selese thor, ckckc! Tng aja! Bakal q selesain kok, sekarang cuma lg cari angin aj dngn bikin oneshoot, dh lama nda buat sih!! pda kangen kaaan???? #authorngarep

Eh reader, reader! *toel2 reader* Ada yang tau ttg Cinderella gk? Gubrak!! Ya taulah, dasar author dodol! *lempar author pke siwon, asik!!*

Nah cerita kali ini terinspirasi dari cerita Cinderella, plagiat gak yah namanya? Ga dong, kan cuma ide ceritanya aja yang mirip…plot nya sama sekali berbeda. Tapi kok judulnya Boyfriend? Kayak nama boyband korea aja! Memang sih, cast nya adalah member boyfriend yang sempat menarik hati saia, No Min Woo dan Jo Kwang Min.

so, check it out yooo!!

.

BOYFRIEND

Author: d_na

Genre: romance forever

Length: oneshoot

Cast:

Park Ri Rin as you

No Min Woo

Jo Kwang Min

Jung Hyorin *lagi2 nongol…tng cuman numpang lewat aje kok*

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

[Now Playing: Boyfriend – Boyfriend]

Di sebuah sekolah Asrama, ditengah Kota Gwangju, Korea Selatan hiduplah (?) seorang gadis bernama Park Ri Rin. Rin, begitu ia biasa dipanggil sebenarnya adalah seorang anak yang manis, namun sangat –kalau boleh dikatakan- culun! Dia seorang nerd yang maniak dengan komputer dan buku. Tipikal gadis culun yang biasa muncul di komik-komik. Dengan kacamata super tebal dan rambut yang selalu dikepang itu membuatnya selalu menjadi bahan tertawaan teman-teman sekelasnya. Tidak. Bukan cuma dikelasnya, tapi juga disekolahnya. Ia tinggal di asrama karena orang tuanya yang bekerja diluar kota. Tidak ada yang mau berteman dengan seorang gadis aneh sepertinya kecuali satu. Yah, seorang gadis super cantik, imut, lucu, baik hati dan tidak sombong bernama Jung Hyorin. *dtendang readers*

“Loh? Loh? Kenapa nih?” seru Rin.

“Huaaaaahhhh!!! Kenapa nih? Yaah!! Nyala dong!! Jebal!!!”

“Yah! Rinnie-ah!  Bisa kah kau diam? Kau tidak lihat aku sedang mengerjakan tugas dari Mr. Kim?” sergah Hyorin sembari menyipitkan matanya.

“Tapi ini ga mau nyala!!! Gimana dong???” Rin mulai terisak-isak sambil terus berusaha menyalakan sesuatu yang sudah menjadi nyawa hidupnya itu.

“Lebih penting tugas Mr. Kim tau! Kau tak tau betapa killernya beliau? Buntelan soal yang bisa dibilang lebih mirip kamus ini mesti dikerjakan dalam sehari!! Gimana aku ga gila coba? Belum lagi kau meributkan masalah laptop yang tiba-tiba mati itu! benar-benar! Hah! Michigatta!!”

“Tapi…tapi…ah ottokhae?? Aku kan lagi chatting sama my prince!!” Rin menelungkupkan kepalanya, memukul-mukul meja dengan kesal dan mulai bicara yang tak jelas.

“Yah! Dasar laptop si*l!! Mau ku lembiru ya? Nyala dong!!” tau-tau dia malah marah-marah sendiri sambil memukul laptopnya. Hyorin menggeleng-geleng melihat tingkah laku sahabatnya itu. Belakangan ini Rin sepertinya menghadapi masa penuh pergumulan. Sering dilihatnya Rin yang mondar mandir di jendela gak jelas sambil senyum-senyum mencurigakan, lalu kemudian bersembunyi seolah ia adalah agen rahasia FBI yang sedang mengintai seseorang. Terkadang ia juga melukai dirinya secara berlebihan, bahkan memasukkan kepalanya sendiri ke dalam lemari es dan bergumam hal-hal yang ga jelas. Ada apa ya? Apa dia sudah tidak waras lagi? Masalah cinta kah?

Makanya!!! Mestinya Jung Hyorinlah yang harus jadi tokoh utama dalam FF ini!! *disembeleh reader*

“Kau ini kenapa sih, Rin? Aku tau kau memang aneh sejak lahir, tapi…hentikan menyiksa diri sendiri begitu!!” tegur Hyorin yang mencoba meghentikan Rin yang menghantup-hantupkan kepalanya sendiri.

“Habis gimana??? Padahal aku lagi asyik-asyiknyaaaa!! Huaaah!! Umma!!!”

“Yah! Yah!! Ga boleh jeduk-jedukin kepala!! Udah bego ntar tambah bego gimana? Lagian kenapa ga kamu cek dulu? Siapa tau batrai laptopmu habis!”

“Ah benar juga!!” Rin bangkit dan langsung mencari charger laptopnya.

“Ah nyala!!!!” serunya kesenangan. Hyorin hanya bisa melongo seperti sapi ompong. Kalau saja ia tak punya kesabaran tingkat dewa, ia pasti sudah menggorok leher sahabatnya itu dari dulu.

Hyorin melirik-lirik Rin, entah apa yang sedang dilakukannya sedari tadi. Sepertinya ia sedang asyik dengan dunianya sendiri.

Yah, tidak ada yang tau tentang kesibukan seorang Park Ri Rin. Ia sedang chatting dengan seorang yang sangat dikaguminya di dunia maya.

charminprince : ehm begitu? Kalau gitu gimana kita ketemu di d.lite café saja, mau ga? Aku pengen banget ketemu denganmu.

“Huuuahhh!! Dia mau ketemu denganku!!!” seru Ri yang langsung membalas dengan kecepatan super.

rindingdong *id user apaan neh?* : aku juga!! Kapan??

charminprince : setelah pertandingan basket, mau?

rindingdong : ne, aku tunggu~~

“Yossshhhhaaaa!!! Huaahahahahaha!!!” Rin melompat-lompat kegirangan.

“Yah! Rinnie-ah!! Jangan lompat-lompat begitu!! Nanti kepala asrama mendengarnya! Bahaya tau kalau Mrs. Han datang!!”

“Ah benar juga!!”

rindingdong : mian~ aku harus tidur! Sebelum kepala asrama datang mengecekku! Bye^^

charminprince : ne. kalau gitu, selamat tidur Rinnie-ah!! Sweet dream ~~

“Hyorin, Hyorin!! Coba kau lihat!! Lihat! Ppalii!! Dia bilang sweet dream ke aku!!” pamer Rin, Hyorin memutar bola matanya.

“Kau saja tak tau seperti apa orangnya, siapa tau saja dia itu ahjussi-ahjussi gendut yang gemar dengan gadis-gadis yang masih hijau dan segar! Hiii!!”

“Ah masa sih? Dilihat dari user id kayaknya dia ganteng deh!”

“Hah? Justru id ‘charminprince’ itu mencurigakan!! Dia pikir dia pangeran tampan? Menjijikan deh! Ieuh!” Hyorin bergidik.

“Apa sih? Kamu nih suuzhon melulu!! Kalau dia beneran ganteng gimana?”

“Ehm…ga tau ya!!”

“Kalau ganteng, dia punya ku ya!! Kalau ga, baru deh punyamu!! Wkwkwkw!” Rin mematikan laptopnya dan menuju tempat tidurnya. Jam sudah menunjukan jam 12 kurang sedikit, sebentar lagi kepala asrama bakal patroli. Kalau menemukan siswa yang masih belum tidur pada jam segini, entah hukuman apa yang bakal mereka terima. Hyorin pun mematikan lampu belajarnya dan mengikuti Rin pergi tidur.

.

“Kau sudah berumur 17 tahun!! Makanya harus menikah!”

“Aku baru 17 tahun, appa! Jangan bercanda!”

“Justru itu, semakin muda akan semakin mudah menyesuaikan diri dengan kehidupan dunia yang keras!”

“Haha! Lucu! Kenapa sih? Hari ini kan bukan april mop, kan? Appa! Kau berakting dengan bagus hari ini!”

“No Min Woo, berapa kali harus appa bilang padamu! Kau akan menikah pada usia 17 tahun! Lagipula kau sendiri dulu sudah menyetujuinya kan!”

“Itukan saat aku berumur 5 tahun!! Ga masuk akal!! Ga masuk akal!! Kenapa malah seperti ini?? Aku tidak mau nikah muda! Memangnya ini sinetron apa?”

“Min Woo-ah! Dengarkan umma, kau adalah pewaris harta warisan kakekmu! Kau sudah baca kan surat wasiat beliau? Kalau kau tak menikah sekarang, warisan itu takkan jatuh padamu!” sela ummanya.

Min Woo membuang wajahnya, sulit memang. Terlebih dia sudah membaca surat wasiat kakeknya. Meski dia sempat gondok juga saat membaca surat itu. Gimana ga? Bayangkan saja, siswa SMA yang normal harus menikah muda hanya untuk mendapatkan warisan!! Jika tidak maka warisan itu akan dialihkan pada lembaga-lembaga swadaya masyarakat. Dengan kata lain, ia takkan mendapatkan sepeser pun dari total kekayaan kakeknya yang bernilai ratusan milyar won itu jika ia tidak punya pedamping hidup ketika usianya menginjak 17 tahun.

“Kalau kau tidak punya pacar, maka bersiaplah dengan calon yang telah kami pilihkan untuk menjadi pasanganmu, Min Woo!” mata Min Woo melebar. Apa kata appanya barusan? Calon yang dipilihkan? Berarti sudah ada orang yang ditentukan.

Pernikahan yang diatur pada umurku yang masih muda ini!! Impianku pada umur 17 tahun ini, yang mau berenang di lautan gadis cantik akankah hancur begitu saja?

“Yo! Min Woo-ah! Sudah bunyi tuh bel nya! Kau tak masuk?” tanya Kwang Min menepuk punggung Min Woo.

“Yah! Kau ini mengejutkanku saja! KKaja!” Min Woo lantas menggandeng lengan Kwang Min.

“Ehm…Min Woo?”

“Ne?”

“Sepertinya posisi kita sedang tak enak!” Kwang Min memandang sekelilingnya was-was.

“Hah? maksudmu?” tanya Min Woo tak mengerti.

“Yaa! Lepaskan tanganmu, BABO!! Kalau orang lain lihat nanti kita dikira gay lagi!!” jitak Kwang Min sambil melepas tangan Min Woo.

“Omona!! Itu Min Woo!!” seru Rin tepat ditelinga Hyorin. Sejenak, Hyorin merasa tuli. Mereka berada di beranda kelas mereka yang ada di lantai dua saat melihat kedua namja tampan itu lewat di lapangan.

“Bisakah kau….” baru saja Hyorin mau membalas Rin, matanya menangkap sesosok namja ganteng di bawah sana. Jo Kwang Min! Hyorin lantas membalikkan tubuhnya. Jantungnya berdegup kencang. Kenapa dia bisa bertemu dengan Kwang Min? Oke, Hyorin menyadari pikiran bodohnya. Tentu saja ia pasti bertemu dengan Kwang Min, karena mereka kan satu sekolah!!!

“Tapi…kok? Wajahnya kelihatan muram ya?” gumam Rin. Hyorin masih membatu mencoba menata detak jantungnya kembali, entah mengapa perasaannya kacau setiap kali melihat namja itu. Perasaan bersalah karena menolaknya kemarin membuat Hyorin menjadi aneh dan bahkan tak berani bertemu pandang dengan Kwang Min lagi.

Merasa diperhatikan sebegitunya, tiba-tiba Min Woo berhenti dan menatap ke arah orang yang memperhatikannya sedari tadi.

“Omo!! Dia lihat kesini!!” Rin langsung menunduk bersembunyi dibalik tembok, dan tidak lupa menarik Hyorin sebelumnya.

“Aigoo! Matanya bertatapan denganku! Aku nyaris berhenti bernapas!” ujar Rin sembari mengatur napasnya.

“Hyorin??” panggil Rin. Hening. Tak ada jawaban.

“Hyorin!!” bisik Rin lebih keras, dilihatnya Hyorin berdiri mematung dengan wajah bengong. Seperti habis lihat hantu saja, Rin mencoba menyadarkannya. Ia mengguncang-guncang tubuh Hyorin.

“Omo! Kau kenapa Hyorin-ah? Jangan bilang kalau kau kena stroke??” panic Rin yang langsung mendapat jitakan dari Hyorin.

“Babo kau!” kesalnya sambil masuk ke kelas. Rin mengikutinya.

“Siapa yang kau lihat? Kim Mi Hoon dari kelas music ya?” tanya Kwang Min.

“Hmm…ne!” gumam Min Woo yang sebenarnya melihat Mi Hoon dari tadi. Seorang gadis cantik yang sangat menyukainya. Pikiran Min Woo mulai melayang-layang.

Bagaimana jika aku menikah dengannya saja? Toh dia cukup cantik dan menyukaiku! Kalau aku sudah mendapat warisan, dia bisa kuceraikan kapan saja!!

.

“Ganteng kan, Hyorin??”

“Ne…ganteng! Tapi…memangnya kenapa kalau dia ganteng?” tukas Hyorin malas. Ia jadi badmood sendiri gara-gara melihat Kwang Min tadi.

“Ya ga apa-apa sih! Aku cuma suka ngelihatnya aja!!” Hyorin memutar bola matanya dan menggeleng-geleng sendiri.

“Berharap dia jadi pacarkupun rasanya mustahil…” lagi-lagi Rin mulai bergumam seenaknya.

“Yah! Kenapa Min Woo mau jadi pacarmu? Kau tidak punya kaca? Kau dan dia itu jauh berbeda Rinnie-ah!!”

“Yah! Berharap kan ga masalah! Lagian sebenarnya aku ini cantik! Tapi gara-gara si author bikin nasibku begini yaa ngikut ajalah *dtendang author k.laut*!!”

“Ne…ne…terserah kau sajalah!! Ehm, apa kau lupa tentang si ’charminprince’mu semalam? Si ahjussi itu?”

“Aish! Bukan ahjussi tau!! Masa ahjussi main basket? Ga banget deh!”

.

“Bagaimana kalau kita menikah?” Hyorin terkejut akan sebuah suara. Siapa itu? Siapa yang sedang melamarnya di tengah siang bolong begini? Itu pasti lamaran mengharukan dari namja yang diam-diam mencintainya!! Tapi…bukankah ini terlalu cepat? Oke, dia tau kalau dirinya sangat cantik, tapi bukan berarti ia harus menikah semuda ini! Ia bahkan masih memakai seragam sekolah!!

“Maaf…tapi…aku masih seko…hah?”

“Menikah? Tapi kita baru 17 tahun, Min Woo-ah!!” ujar seorang yeoja manis bernama Kim Mi Hoon. Hyorin lantas bersembunyi dibalik pintu mencoba mencuri dengar pembicaraan serius Min Woo dan gadis itu.

“Kau tau kalau aku seorang pewaris. Dan itu mengharuskanku untuk menikah! Kalau tidak aku akan dijodohkan oleh orang tuaku!” ujar Min Woo pelan.

“Daripada menikah dengan yeoja yang ga ku kenal, mending aku…”

“Ga mau!!” tolak Mi Hoon. Min Woo terkejut, ga mau katanya? Dirinya yang sangat tampan itu di tolak oleh seorang yeoja? Itu…benar-benar melukai harga dirinya!!

“Meskipun aku sangat menyukaimu tapi aku tak bisa menukar kehidupanku untuk menjadi istrimu! Ini terlalu cepat!!” lirih Mi Hoon. Hyorin menyentuh dadanya. Ia kagum pada Mi Hoon. Keren juga yeoja itu, berani menolak Min Woo.

Yes!!! BIG BANG IS BACK!!! MOST DEFINITELY INCREDIBLE! HEY MOVE!!! B to the I to the G (bang bang)

“Omo!!” ring tone Hp Hyorin berbunyi. Dilihatnya di layar, Park Ri Rin’s calling? Kenapa?

I don’t wanna be without you girl, got me slowly dying. Where did we go wrong, my girl? Why can’t we keep on trying? I don’t wanna be without you girl, I gave ma heart to you, going out ma mind coz I love you, I need you girl.

“Yah!!! Siapa itu??” bentak Min Woo. Hyorin lantas mematikan Hpnya.

“Sweet niblets!!” Oh boy~ Hyorin menutup matanya, tidak tau harus bersikap apa. Mampus dh gw!! Batinnya.

“Yah! Kutanya siapa kau? Ayo sini!!” marah Min Woo menyadari seorang yeoja telah mencuri dengar pembicaraannya barusan. Ia harus membungkam mulut yeoja ini sebelum menyebar gossip yang akan menghancurkan ketenarannya di sekolah.

“Ah…hahahaha! aku sedang main di hutan dan bertemu dengan anak anjing yang tersesat di jalan yang bernama kehidupan. Ia bertanya padaku dimana itu letak jalan sesat gang buntu blok death nomor 13, Soul Society…” jawab Hyorin asal dengan merubah suaranya.

“Hah? Yah! Kau dengar pembicaraan barusan?”

“Aniya!!! Aku ga dengar kok! Memang apa bagusnya mendengar seseorang yang melamar dan di tolak? Itu kan bukan hal yang patut dibanggakan!!” Hyorin lantas menutup mulutnya. Apa yang barusan dikatakannya??? NOOOOO!!!!

“MWO??” Min Woo merangsek maju mendekati Hyorin yang sudah gemetar ketakutan. Kalau sudah begini, Hyorin harus menjalankan rencana B! Kaburrrrr!!!

“Berhenti!!!” seru Min Woo yang mengejarnya. Hyorin terus berlari tanpa lihat-lihat. Yang jelas ia harus kabur secepatnya.

Braaakk…

“Ah!! Gwaenchana?” tanya seorang namja yang ditabrak Hyorin.

“Mian…aku tak…hah? Kau!!!” kaget Hyorin mendapati Kwang Min berdiri di depannya sambil meletakkan tangannya seenaknya di bahu Hyorin.

“Hyorin?” bingung Kwang Min tapi senang.

“Tunggu!!” seru Min Woo lagi. Hyorin menggigit bibirnya, ia ga punya pilihan lain. Ia lantas memeluk Kwang Min untuk menyembunyikan wajahnya.

“Eh??? Kau kenapa?” tanya Kwang Min dengan wajah tersipu.

“Aduh jangan-jangan kau dari dulu…? Yah! Jangan begini dong! Aku sudah punya pacar nih, repot nanti urusannya!!”

“Sial!! Terlalu ganteng juga dosa ya?? Hahahaha!!” senang Kwang Min menjadi-jadi.

“Eh? Min Woo-ah!! Sedang apa kau?”

“Siapa yeoja itu?” tanya Min Woo seram. Ia mencoba membalik tubuh Hyorin.

Umma!!!! Help me!!!!!

“Jangan sentuh! Dia milikku!!” sergah Kwang Min yang lantas memeluk erat Hyorin.

“Oh? Baiklah kalau gitu aku cuma ingin katakan satu hal saja pada yeoja ini! mungkin kau bisa sebarkan apa yang kau dengar itu dengan iseng, tapi…aku takkan tinggal diam saja! Kalau kau berani bicara yang ga ga, ku gantung kau!!” bisik Min Woo kejam, kemudian berlalu dari sana. Hyorin masih membeku. Gantung? Omo!! Kenapa dia mesti sial begini??

“Hyorin? Kau baik-baik saja?” tanya Kwang Min kemudian, menyadarkan Hyorin.

“Yaks!! Sampai kapan kau mau memelukku, hah???” Hyorin mendorong Kwang Min sekuat tenaganya sampai Kwang Min terjatuh.

“Bukannya kau yang memelukku duluan?” kesal Kwang Min.

“Aku?? Memelukmu?? Jangan mimpi!! Dasar bodoh!!” Hyorin lantas berlari meninggalkannya. Yaks!! Kini ia harus merebus semua pakaiannya karena telah berpelukan dengan namja itu. Tidak. Bukan cuma pakaiannya saja, tapi juga tubuhnya harus disterilkan karena telah disentuh makhluk itu!!

Sementara itu, Kwang Min hanya menatapnya dengan pandangan misterius.

“Kenapa kau begitu dingin padaku, Hyorin-ah?” bisiknya.

.

“Hyoriiiinnnn!!!” seru Rin kegirangan. Hyorin yang sedang mencuci bajunya hanya mengangkat bahu. Ah satu lagi kehidupan yang damai!!

“Lihat nih!! Ada sayembara!!”

“Mwoga? Sayembara?” bingung Hyorin. Kenapa? Kenapa…hari gini masih ada sayembara? Hello!! Ini abad 21 please!! Sayembara? Ga jaman bro!! Kau pikir ini jaman kerajaan? Dasar author geblek! *buang author k.sungai* [harap diabaikan demi kewarasan otak anda, readers]

“Ne, kau tau? Min Woo mengadakan pesta ulang tahun nih!!” Hyorin melengos kesal.

“Itu namanya undangan, BABO!!! Sayembara apa lagi?? Ckck!” jitak Hyorin.

“Ne…ne…ga apa kan? Biar lebih berkesan tradisional gitu!” rajuk Rin. Ia membaca undangannya berkali-kali.

“Pesta topeng! Kau bakal datang?” tanyanya.

“Kapan?”

“Minggu depan, malam!” Hyorin berpikir sesaat dan menarik napas.

“NO!! NEVER!!!” ujarnya.

“Ah, waeyo??” Hyorin terdiam, mana mungkin dia bilang kalau dia tidak ingin bertemu Min Woo karena ia tak sengaja –sebenarnya sih sengaja- mendengar Min Woo melamar gadis lain, dan membuat namja itu murka padanya, kan? Walau bagaimana juga, Hyorin masih punya otak tempatnya berpikir akan hal itu. tidak lucu kan kalau Min Woo tau itu dia, dan menggantungnya di depan umum pada saat pesta ulang tahunnya nanti?

“Pokoknya ga! Lagian…Mrs. Han selalu mengecek kita pada malam hari! Kalau ketahuan kita pergi gimana? Secara kau tau, di sekolah ini yang tinggal di asrama cuma kita dan beberapa orang yang aku tak tau namanya dan…aku tak peduli!”

“Intinya, kalau kita pergi ke sana dan ketahuan! Terus orang tuaku dipanggil, aku bakal langsung dibawa paksa kembali ke Chunahn, kota kecil itu!! siapa mau? Ga ada cowo ganteng tau!!” sungut Hyorin berapi-api sambil terus mengucek-ngucek bajunya.

“Aish Hyorin…” sedih Rin. Dia melipat undangannya dan berbaring di tempat tidurnya dengan lesu. Bagaimana tidak? Ia sangat kecewa kalau tidak bisa datang ke pesta tempatnya seluruh anak keren di sekolahnya datang. Belum lagi makanan yang ada pasti sangat menggiurkan. Min Woo kan anak orang kaya. Tapi…mau bagaimana lagi? padahal ia sudah dapat undangan itu dengan susah payah! Bahkan hampir bertaruh nyawa!!

Siang itu…

“Itu Min Woo!! Wah dia sama Kwang Min lagi!! Mereka cocok banget ya!” seru seorang yeoja.

“Yah kau pikir mereka pasangan yaoi? Dasar buego!!” jitak temannya.

“Eh, katanya Min Woo ngadain pesta ulang tahun ya? Udah dengar belum?”

“Pesta topeng itu? tau sih!!”

“Katanya juga, ga bisa masuk tanpa undangan! Benar-benar eksklusif gitu deh, orang biasa mana bisa masuk sembarangan!”

“Hah? Masa sih? Elit banget ya!!”

“Maklumlah! Diakan pewaris!” Rin menatap dua yeoja itu bingung, kemudian menatap Min Woo yang berjalan cool tanpa menghioraukan sorakan fansnya ketika ia lewat. Ia mmemasukan jari-jarinya di kantong celananya, lalu dengan gerakan cepat ia melempar kertas mungil berwarna merah itu. Seluruh yeoja mendadak histeris dan memperebutkan undangan yang hanya selembar itu. Tidak ketinggalan dua orang yeoja dan tentu saja Rin yang ikut-ikutan pergi ke medan perang demi mendapatkan satu undangan itu. Ternyata, memang tidak mudah. Ia harus bergulat dan bertahan di antara kerumunan yeoja beringas itu. akhirnya, setelah menggigit tangan salah seorang di antara mereka, Rin berhasil memenangkan pertarungan berdarah itu.

Rin langsung melarikan diri ketika berhasil mendapat undangan itu, sementara para cewe-cewe itu masih saja bertarung tanpa tau mereka sedang memperebutkan apa.

Layar laptop Rin menyala, sepertinya ada yang mengiriminya email.

charminprince : sedang apa nona manis?

rindingdong : ah lama tak chatting denganmu…bagaimana kabarmu? Aku sekarang sedang sedih karena tak bisa pergi ke pesta…

charminprince : aku…tidak begitu baik, sedang ada masalah sedikit dengan keluargaku. Kenapa tak bisa pergi ke pesta?

rindingdong : kalau kepala asrama tau aku pergi, dia bisa menggantungku!

charminprince : menggantung?

rindingdong : ne, kau tak tau betapa kejamnya Mrs. Han.

charminprince : hmm aku tau..

rindingdong : tau? Kenapa kau bisa tau? Memangnya kau mengenalnya?

charminprince : apa sih yang ga diketahui oleh seorang pangeran sepertiku?^^

rindingdong : …

charminprince : wae?

rindingdong : aniya…aku hanya tidak sabar untuk menunggu bertemu denganmu.

charminprince : jinjjayeo? Kalau begitu tunggu aku di pesta topeng minggu depan ya^^

rindingdong : ne? kan sudah kubilang aku tidak bisa datang!!

charminprince : usahain dong!! Aku ingin bertemu denganmu!! Sebentar saja~

rindingdong : ne…tapi aku ga janji!!

charminprince : aku yang pakai mahkota ya ^^

rindingdong : mwo? Kau bahkan sudah menyiapkan kostummu?

charminprince : khusus untuk bertemu denganmu, nona manis~

Rin serasa tak bernyawa lagi membaca tulisan si charminprince, bagaimana tidak? Dia telah menyebut Rin nona manis sebanyak dua kali!! DUA KALI!!! Oh boy~ demi siapapun yang menghuni surga, tolong jangan biarkan momen indah ini hancur begitu saja.

“Apapun yang terjadi, aku harus ke pesta itu!!” tekad Rin. Apapun yang terjadi? Yah! Apapun! Kecuali Mrs. Han!! Rin menunduk sedih! Bagaimana caranya mengelabui mata Mrs. Han? Apakah ia harus dengan cara kotor menipunya? Aniya…Rin mendadak lemas, sebagai anak yang disiplin dan taat pada aturan, mana mungkin dia melanggar peraturan. Tapi…sebentar!! Biasanya tokoh utama dalam FF yang bergenre romance buatan si author cantik itu adalah seorang pemberontak!! Jadi gak masalah dong kalau Rin memberontak akan peraturan sebentar!!

“Maafkan aku umma, appa!! Aku akan jadi kriminal sebentar!!” gumam Rin.

.

Hyorin menggigit bibirnya, ia merasa begitu bersalah. Sekarang ia tak tau apa yang harus dilakukannya. Semua terasa berbeda. Ia memejamkan matanya mencoba menahan rasa bersalah yang kian menjadi-jadi itu.

“Apa yang harus kulakukan ya Tuhan??” desahnya berulang kali. Akhirnya ia bangkit dari mejanya, menghampiri Rin yang sedang menampar-nampar dirinya sendiri. Nampaknya kesedihan karena tak bisa ikut pesta topeng begitu membuat Rin terpukul hingga menyiksa dirinya begitu. Tak bisa dipungkiri, ini juga kesalahan Hyorin sebagian karena tak ingin pergi.

“Rinnie-ah! Jangan begini!!” pinta Hyorin sedih. Mau tak mau, karena perannya disini adalah sebagai sahabat yang baik hati ia harus menenangkan sahabatnya itu.

“Wae? Apa pedulimu?”

“Jangan siksa dirimu begitu…jebal…” Hyorin memohon dengan kesungguhan hati. Ia tau Rin sangat sedih sekarang, tapi…ia bisa apa? Ia sendiri tak mungkin melawan kekuatan mata dewa yang dimiliki Mrs. Han! Hyorin mengelus punggung Rin, mencoba menegarkannya.

“Apa sih? Kenapa kau sedih begitu?” tanya Rin yang kini membalik halaman bukunya. Sekarang dia menarik-narik hidungnya ga jelas.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Hyorin.

“Senam wajah! Nih lihat! Kalau kita sering melakukan gerakan-gerakan ini, kita bakal awet muda!!” seru Rin sambil menunjuk buku yang sedang ia baca. Hyorin menganga, tidak bisa berkata apa-apa. Ia mengerjap beberapa kali.

“Jadi…kau dari tadi…” Hyorin mencoba menahan kekesalannya saat dilihatnya Rin mengangguk.

“HYAAARRRGHHHHH!!!!” jerit Hyorin frustasi.

“Kau kenapa, Hyorin-ah? Tau-tau sedih dan sekarang malah teriak-teriak begitu? Kukira kau cewe yang cool, ternyata…”

“Huah!! Stop!! Huh!!” Hyorin lantas keluar kelasnya dengan kesal yang berapi-api. Apa-apaan Rin? Udah capek-capek dikhawatirin, eh malah senam!! Untuk apa rasa bersalah tadi? Untuk apa rasa sedihnya barusan? Huaaahhh!! Sial!!!

Oke! Cukup Hyorin!! Jangan sampai ada orang yang melihatmu seperti ini! kau bisa dianggap nerd yang kedua setelah Rin!! Bersikaplah normal, seperti biasanya…tapi…

“ARGHHHH!!!!” Hyorin meninju pohon di depannya. Ajaib. Pohon itu langsung rubuh seketika.

“Hyorin?” panggil seseorang di belakang Hyorin. DEG!! Suara ini!!

“Wahahaha! Kau kuat juga bisa merubuhkan pohon taoge ini dalam sekali pukul!!” ejek namja itu lagi. Hyorin mengepalkan tangannya.

Jangan berbalik Hyorin! Kalau kau berbalik kau hanya akan merusak matamu saja melihat namja jelek itu!!

“Yah! Kau dengar tidak?” namja itu menarik tangan Hyorin dan menghadapkannya persis di depannya.

“Omo! Kwang Min!!” bisik Hyorin tercekat. Ia lantas memejamkan matanya kuat-kuat. Kwang Min menatapnya bingung.

“Kau? Kenapa menutup mata? Mau minta cium?”

“Bukan bodoh!! Aku sudah punya prinsip untuk tidak melihat yang jelek-jelek!! Bisa-bisa alergiku kambuh kalau melihat wajahmu!” sahut Hyorin yang masih memejamkan matanya.

“Alergi? Segitu bencinya kah kau denganku?” tanya Kwang Min –kalau Hyorin tidak salah dengar- suara Kwang Min barusan begitu menunjukkan kesedihan! Apa kata-kata Hyorin barusan melukainya? Suara langkah kaki terdengar menjauh, apa Kwang Min sudah pergi? Hyorin membuka matanya perlahan. Yep, ia memang seorang cewe kejam sekarang. Ia keterlaluan menolak namja itu. Tapi…bagaimana ya? Kwang Min selalu menyatakan cintanya sejak mereka masih TK!! Bayangkan saja! Bahkan Kwang Min rela masuk sekolah yang sama dengan Hyorin agar bisa selalu bersama yeoja yang disukainya itu.

“Apa…aku…keterlaluan?” bisik Hyorin seorang diri. Yah, meski sebenci apapun dia dengan namja itu. Tapi, kalau mendengar pernyataan cinta yang sudah 147 kali di ucapkan Kwang Min sejak TK hati siapa yang ga bakal luruh?

“Tentu saja tidak!!” senang Kwang Min yang tiba-tiba muncul di hadapan Hyorin membuat gadis itu nyaris melompat saking kagetnya.

“Hyorin-ah! Aku sudah mengenalmu sejak TK, mana mungkin aku terluka dengan kata-kata kejammu itu!” Hyorin berbalik, sekarang ia malah menyesal sudah mengkhawatirkan perasaan Kwang Min.

“Hyorin-ah!!” bisik Kwang Min manja.

“Apa sih!! Dasar menyebalkan!! Cepat katakan tujuanmu dalam waktu 30 detik!!”

“Aku hanya ingin memberimu ini!” Kwang Min menyodorkan kertas berwarna merah itu. tanpa melihat isinyapun Hyorin tau apa isinya. Itu pasti undangan ulang tahun Min Woo!!

“Jo Kwang Min yang bodoh, dengarkan aku ya! Aku TAKKAN pergi kesana, APALAGI BERSAMAMU!!!” tandas Hyorin sambil berlalu.

“Tunggu!!” Kwang Min mengejar Hyorin yang terus berjalan tanpa menghiraukannya.

“Yah! Jangan lari kenapa sih?” seru Kwang Min yang masih mengejar Hyorin. Hyorin langsung berlari secepat-cepatnya menghindari namja gila yang mengejar-ngejarnya ini.

“Kenapa kau menghindariku terus sih? Memangnya aku ini virus?” tanya Kwang Min yang berhasil menyusul Hyorin. Hyorin menggembungkan pipinya. Ia lantas menendang kaki Kwang Min hingga terjengkal.

“Argh!! Yah tunggu!!” Kwang Min mencoba bangkit dan mengejar Hyorin lagi.

“Yah! Katakan! Kenapa kau menghindariku?!” suruh Kwang Min saat ia berhasil menyusul Hyorin.

“ANDWAE!!”

“Yah!! Tell me tell me tell me now!!” sahutnya dengan tatapan sangar sambil bernyanyi a la Gong Chan (?)

“Nooo!!! Menjauh!! Lenyap sana!!” jerit Hyorin sambil terus mempercepat larinya.

“Jangan-jangan kau suka padaku? Makanya kau menghindariku seperti ini! ya kan? Jujur aja deh!!” paksa Kwang Min. ia terus berusaha mengimbangi kecepatan Hyorin, tanpa terasa entah sudah berapa lap mereka berlari. Napas Hyorin tersengal, ia lelah.

“Jangan dekat-dekat!! Kau kan sudah punya pacar! Pergi sana! MINGGAT!!!” jerit Hyorin lagi sembari mendorong-dorong Kwang Min agar menjauhinya.

“Aku bohong waktu itu!! Habis kau tak pernah mau menerimaku! Padahal kan kau tak buta dan tuli akan pernyataan cintaku!” balas Kwang Min.

“Aku…” Hyorin terdiam sejenak.

“Kau kenapa?” Kwang Min ikut-ikutan berhenti.

“Aku lelah!!” brukk!! Dan Hyorinpun terjatuh.

“Hyorin!!!” Kwang Min lantas memapah tubuh Hyorin yang ambruk.

“Aku menyukaimu…kenapa kau tak pernah sadar sih!!” Kwang Min memeluk Hyorin. Yah begitulah namanya kalau lagi jatuh cinta! Dunia serasa milik berdua, yang lain cuma ngontrak!! Buktinya, meski menjadi tontonan gratis Kwang Min tetap cuek dan masih memeluk Hyorin yang tidak sadar akan situasi mereka karena kelelahan.

Plok Plok Plok!!

Mr. Jang, guru olahraga bertepuk tangan seraya mendatangi dua sejoli yang tengah asyik berpelukan itu.*asik palelu? Timpuk author pke batu*

“Bagus sekali! Saya tak menyangka sama sekali kalau kalian berdua berbakat menjadi sprinter! Kalian telah memecahkan rekor yang ada di sekolah ini! apa kalian mau ikut kejuaraan nanti?” tanya Mr. Jang.

“Oh tidak bisa Mr. Jang!! Mereka sudah saya rekrut menjadi anak buah saya! Kwang Min, Hyorin kalian harus menyumbangkan partisipasi kalian untuk teater tercinta kita ini. Ayo, dengan seni kita bangkitkan gairah hidup menuju cinta dan keabadiannya!!” Mrs. Gong muncul entah dari mana dan mulai berpetuah tentang seni, cinta dan semacamnya.

“Tidak bisa Mrs. Gong! Saya yang melihat mereka duluan!! Mereka harus menjadi sprinter, sayang sekali kalau bakat terpendam mereka hanya untuk klub teater!”

“Loh terus kenapa? Mereka itu sudah tercipta untuk melahirkan seni! Anda tidak lihat bagaimana indahnya romantisme kedua insan ini? Mereka bahkan bisa meniru acting pemain film Bollywood dengan baik!! Mereka berbakat menjadi artis!!”

“Tidak! Mereka itu lebih baik menjadi sprinter!!”

“Artis!!”

“Sprinter!!” sementara kedua guru ini masih saja bertengkar, Kwang Min menarik Hyorin dan pergi dari sana diam-diam.

“Kau baik-baik saja?” tanya Kwang Min khawatir. DEG!!

Apa ini? apa yang terjadi padaku?? Umma!! Kenapa aku jadi segugup ini? Hyorin!! Please! Dia itu Kwang Min!! kenapa kau jadi berdebar-debar hanya karena namja ini??

“Yah! Kau baik-baik saja?” tanya Kwang Min lagi, ia merengkuh wajah Hyorin memastikan gadis ini baik-biak saja. Tatapan matanya makin membuak dada Hyorin sesak.

“A…aku…ingin…minta….tolong!!”

.

Hari demi hari telah dilalui, tanpa terasa Rin semakin dekat saja dengan charminprince nya itu. Mereka bercerita dan berbagi tentang apa saja. Aneh bukan? Padahal mereka sama-sama tak pernah melihat satu sama lain! Tapi hubungan mereka itu sangat dekat. Berbagi suka dan duka, curhat-curhatan bahkan sampai hal yang ga penting sekalipun mereka obrolkan juga. Semisal ‘apakah kau lihat bintang di sana? Aku ingin sekali mengukir nama kita disana’ atau ‘kau lihat? Awannya pergi…aku akan merindukan awan itu, sama seperti aku merindukanmu’ atau ‘bagiku kau seperti sisir, kenapa? Karena tanpa kau hidupku berantakan!’ dan kalimat sejenisnya yang bikin author jadi mual nulisnya (?) Singkatnya hubungan mereka itu seperti orang pacaran gitu deh.

Lalu, tibalah hari dimana pesta ulang tahun Min Woo yang megah itu akan dilaksanakan. Sebenarnya itu adalah pesta ulang tahun sekaligus pertunangan Min Woo dengan seorang gadis pilihan orang tuanya. Tapi, tentu saja hal itu dirahasiakan dari Min Woo.

“MWO?? Kalian bicara apa? Aku takkan bertunangan!! Jangan bercanda!!” marah Min Woo saat orang tuanya memberi tau tentang hal itu.

“Min Woo-ah!! Hari ini notaris akan datang! Kalau pada saat usiamu 17 tahun dank au masih belum punya istri, kita tidak akan mendapat warisan itu!!” sahut appanya.

“Lagipula dia adalah seorang pewaris juga, Kwon Min Tae!! Dia juga…lumayan cantik kok! Kau takkan menyesal!”

“Aku sudah punya pacar!! Jadi kalian tak berhak mengatur kehidupanku!!” bentak Min Woo lepas kendali. Ia masuk kedalam kamarnya. Min Woo menyentuh keningnya, tampak seraut kebingungan menghias wajah tampannya. Kemudian ia menghempaskan diri di atas kasurnya. Ia memejamkan matanya, pikirannya mengawang seakan memutar ulang kejadian tadi.

“Aku…tak bisa…bersikap sok baik begini…berlagak menjadi anak yang berbakti…ini hidupku! Biar aku yang memutuskan!!” dengan emosi yang meluap Min Woo berdiri dan menghempas semua benda yang ada di atas meja belajarnya. Ia memegang kepalanya seakan menjaga agar tidak meledak. Setetes, demi setetes air matanya mengalir. Bahunya terguncang, kini ia terisak. Siapa bilang laki-laki tak boleh menangis? Kemudian ia tertawa sakartis. Entah siapa atau apa yang ia tertawakan.

Min Woo bangkit menambil laptopnya. Ternyata ada pesan!

rindingdong : sampai ketemu nanti malam ~~

Min Woo tersenyum, ah betapa yeoja yang tak dikenalnya ini membuat dirinya bahagia. Siapapun itu, gadis ini sukses membuat Min Woo jatuh cinta!

.

[Now Playing: SHINee – Juliette]

“Pergilah! Aku akan membantumu!” ujar Hyorin. Ia membantu Rin merapikan dandanannya. Ia menggulung rambut Rin, memakaikan lensa, dan anting-anting mutiara favoritnya. Dan sekejap saja, Rin menjadi tampak sangat berbeda. Ia cantik!! Orang-orang takkan mengenalinya sekarang! Tinggal satu! Topeng! Rin memakai topeng biru keemasan dengan pola kodok itu dan sempurnalah ia malam ini!

“Ingat! Sebelum jam dua belas malam, kau harus sudah kembali!! Aku akan menjemputmu!!” Hyorin mengingatkan. Rin mengangguk. Ia pun berangkat. Di tengah perjalan ia berpikir.

“Hmm rasanya aku seperti Cinderella saja!!” gumamnya pelan sambil tersenyum-senyum senang. Sesampainya disana, pintu ruangan sudah di tutup.Rin jadi sedikit ragu untuk masuk! Ia menyerahkan undangannya pada penjaga yang ada kemudian masuk ke dalam ruangan yang luas itu. hening sesaat saat dia menuruni tangga ke lantai dansa. Semua mata memandangnya takjub –meski ia menggunakan topeng kodok- tetap tak bisa menutupi kecantikannya. Rin mencari sosok seorang pangeran dengan mahkota di kepalanya. Matanya terpaku akan seorang namja yang menatapnya. Ia berdiri di tengah-tengah ruangan.

Rin tersenyum seraya menghampiri pangerannya. Tiba-tiba lampu mati.

I must be crazy now

Maybe I dream too much

But when I think of you

I long to feel your touch

Sayup-sayup terdengar suara music yang mengalun lembut. Lampu kembali menyala, dan alangkah terkejutnya Rin mendapati namja tadi telah berlutut di hadapannya.

“Shall we dance?” namja itu menengadahkan tangannya, Rin pun menyambutnya. Ia mengikuti tuntunannya. Musik mengiringi langkah mereka. mereka mulai berdansa di tengah cahaya lampu yang labil (maksudnya suka mati menyala seenaknya).

To whisper in your ear

Words that are old as time

Words only you would hear

Sepertinya dia bukan seorang ahjussi? Tubuhnya juga tidak gendut seperti bayangan Hyorin. Mungkin usianya sekitar 20 tahun atau kurang. Tidak jelas! Karena wajahnya yang tertutup topeng.

“Aku tak menyangka kau secantik itu…aku ingin memperkenalkanmu dengan orang tuaku!” bisik namja itu. tunggu dulu!! Suara ini!! entah ini khayalan atau apa, tapi…ini adalah suara Min Woo!! Jangan bilang kalau charminprince yang selama ini Rin kenal adalah Min Woo?? OH BOY~

Tunggu…apa katanya tadi? Memperkenalkan dengan orang tua?? Memang orang tuanya ada disini? Siapa namja ini?

If only you were mine

I wish I could go back to the very first day I saw you

Should’ve made my move when you looked in my eyes

’cause by now I know that you’d feel the way that I do

And I’d whisper these words as you’d lie here by my side

“Orang tua? Maksudmu?” tanya Rin tidak mengerti.

“Aku ingin menikahimu!!” w…what? HWHATTTTTTTT????? Nikah???? Namja ini sudah gila??

I love you, please say

You love me too, these three words

They could change our lives forever

And I promise you that we will always be together

Till the end of time

“Yahh…kita kan masih sekolah…jangan bercanda seperti itu dong!!”

“Aku tau…setidaknya, kalau kau mau menikah denganku saja! Kita tidak perlu menikah sekarang, asalkan kamu mau janji padaku untuk menikah denganku, itu sudah cukup…” bisik namja itu lagi. Ia membuka topengnya. Dan tampaklah wajah tampan yang dapat membuat seorang yeoja mati berdiri saking gantengnya. No Min Woo.

“M…m…mmm…Min…Min Woo??” bisik Rin terputus. Charminprince adalah Min Woo!! Min Woo adalah charminprince!! Charminprince yang selama ini chatting dengannya!!! O` boy!! Rin mulai sesak napas, mungkinkah penyakit asmanya kambuh?

“Ne, aku Min Woo…dan, kalau boleh aku melihatmu?” Min Woo menyentuh topeng kodok itu. Rin berhenti bernapas. O no!! dia mencoba memerintahkan organ vitalnya itu untuk berfungsi, namun sepertinya jantungnya tidak mau kerja sama, begitu pula paru-parunya. *mati aja sekalian* Rin melirik jam yang berada di tangan kiri Min Woo. Omo!! Jam sudah hampir menunjukkan pukul 12!! Gawat!! Kepala asrama akan berpatroli tepat jam 12!! Bagaimana ini??

“M…mian…Min Woo…aku harus pergi sekarang!!” Rin langsung berlari.

“Tunggu!!” cegah Min Woo. Namun Rin telah lenyap di kegelapan malam! Min Woo menatap kepergiannya dengan kecewa, lantas ia menatap topeng kodok di tangannya yang terlepas itu.

“Sedikit lagi…” desisnya.

.

“Rin!!! Ppaliiiiii!!!!” seru Hyorin, ia dibantu oleh Kwang Min. Kwang Min? Ne, ia dibantu Kwang Min untuk menjemput Rin. Rin pun masuk ke dalam Volvo merah milik Kwang Min dengan perasaan tidak karuan.

“Otthe? Kau sudah bertemu dengan pangeranmu?” tanya Hyorin pada Rin yang masih bengong.

“Yah!! Rinnie-ah!!”

“Jangan mendesaknya seperti itu, Hyorin-ah!!” tegur Kwang Min.

“Jangan bicara padaku seolah kita akrab!!” kesal Hyorin.

“Loh? Kenapa memang?”

“Jangan memanggilku ‘Hyorin-ah’!! Aku tak pernah ingat kita seakrab itu!!”

“Jadi? Kau mau ku panggil jagi?” goda Kwang Min yang langsung mendapat jitakan bertubi-tubi dari Hyorin.

“Yah!! Aku sedang menyetir!! Kalau kita kecelakaan gimana? Kau mau tanggung jawab dengan masa depan Hyo Min?” tanya Kwang Min.

“Hyo Min? Nuguseyo?” tanya Hyorin bingung.

“Hyo Min itu Hyorin Kwang Min, nama anak kita nanti!! Argh!! Sakit! Jangan dipukul!!”

“Itu karena kau bodoh!! Jangan seenaknya memutuskan begitu dong! Memang siapa yang mau punya anak denganmu!” kesal Hyorin menjadi-jadi. Kwang Min tertawa senang. Tak lama kemudian, merekapun sampai.

“Gomawo Kwang Min-ah!! Kapan-kapan aku akan mentraktirmu!” ujar Hyorin sambil membawa Rin masuk.

“Omo? Dia memanggilku Kwang Min-ah?” Kwang Min tersenyum senang kemudian pulang kle rumahnya sendiri. Tepat sebelum Mrs. Han masuk, Hyorin dan Rin sudah masuk kamar. Dan langsung bergelung di atas tempat tidur. Hmm, nampaknya mereka selamat kali ini!

.

“MWOOOO????? NO MIN WOO ADALAH CHARMINPRINCE??????” seru Hyorin nyaring tepat ditelinga Rin. Hari ini adalah hari minggu, hari yang pas untuk bersih-bersih. Saat itu Rin dan Hyorin sedang asyik (?) membawa tong sampah menuju tempat pembakaran sampah.

“Ih beneran tau!!”

“Yah kau pikir aku percaya dengan cerita Cinderella versimu itu?” Tanya Hyorin lagi. Rin mengangkat bahu.

“Ne…aku juga ga percaya! Tapi itu nyata!”

“Kau sudah memastikannya?”

“Maksudmu?”

“Memastikan kalau sedang tidak bermimpi saat itu!!”

“Aniya…kau pikir aku bakal menampar diriku sendiri di depannya? Jantungku saja berhenti berfungsi saat itu!” Hyorin hanya menggeleng-geleng saja mendengar cerita sahabatnya yang terkesan sedikit ehm lebay? Mana ada jantung ga berfungsi! Kalaupun ada orang itu pasti sudah mati!!

“Omo!! Topengku!!” seru Rin. Hyorin menaikkan alisnya bingung.

“Iya! Topeng kodok favoritku!! Dimana aku menaruhnya??” Rin menepuk jidatnya sendiri.

“Aigoo! Padahal aku membelinya dengan uang tabunganku! Otthe??” Hyorin hanya mengangkat bahu, ia memasukan sampah-sampah ditempat pembakaran.

“Eh apa ini?” gumamnya saat menemukan secarik kertas di tempat pembakaran Alisnya bertaut. Ini….selebaran ini…?

“Rinnie-ah!!!” seru Hyorin mengejutkan Rin.

“Yah! Apa sih?”

“Baca ini!!!” suruh Hyorin. Rin mengambil selebaran itu dan membacanya dengan seksama.

“Pengumuman…No Min Woo sedang mencari Cinderella yang berdansa dengannya pada malam pesta topeng kemarin. Bagi yang merasa harap laporkan diri anda!”

“HEH???”

“Ini….”

“Rinnie-ah!! Do you think what I think??” tanya Hyorin. Rin menggeleng.

“Yah! Babo! Ini kesempatanmu untuk menjadi pacar Min Woo!! Ayo kita kesana!!” Hyorin lantas menarik tangan Rin. Namun Rin bergeming.

“Mian Hyorin-ah…kurasa aku…tidak ingin bertemu dengannya…”

“Hah? Waeyo??”

“Dia…ingin menikah denganku…” bisik Rin sepelan mungkin agar tak ada yang mendengarnya.

“MWORAGOOO???? NIKAH???” jerit Hyorin kaget. Apa-apaan ini? kenapa? Tiba-tiba…Apa yang terjadi pada otaknya No Min Woo? Apa karena ditolak sama yeoja yang bernama Kim Mi Hoon itu, lantas ia ingin membalas dendam pada dunia?

“Hahaha! Aku kan sudah ditolak cewe! Jadi sama siapa aja boleh!! Sama nenek-nenek kek, sama anak SD kek. Aku akan menikah sama siapa saja! Hahahaha!”

OMO!! Apa ini?? apa yang kau pikirkan barusan Hyorin? Sadar!! Sadar!!!

Hyorin mengerjap beberapa kali mencoba menjernihkan pikirannya. Mana mungkin Min Woo seperti itu, kan? Hahaha!! Bodoh!!

“Tidak semudah itu Hyorin-ah! Min Woo terlalu jauh…kami bagaikan pungguk merindukan bulan…lagipula, kalau dia melihat aku yang sebenarnya…dia pasti akan berpikir seribu kali untuk melamarku!!” gumam Rin lesu. Hyorin terpekur mendengarnya. Jujur saja, dia jadi sedih melihat Rin yang tidak bersemangat seperti ini. mereka kembali menuju kamar asrama. Sesuatu menarik perhatian Hyorin, ia berhenti di depan aula. Ada apa ini? kenapa ramai sekali? Memang ada pertemuan apa di hari minggu pagi ini?

“Apa-apaan nih? Kenapa ada balon-balon segala? Memang ada pesta ya?” tanya Hyorin sambil memasuk aula yang telah dipadati para yeoja itu.

“Omo!! Jagiya!! Kau datang kesini juga ya! Selamat datang di surga cintaku, Hyorin-ah!” seru Kwang Min. Hyorin melotot. Jagiya katanya? Minta digorok tuh orang?? Surga cinta apalagi? Seperti judul lagu salah satu band ternama di Indonesia saja!!

“Jangan bilang kalau kau kesini untuk melapor diri bahwa kau adalah Cinderella!!?” tanya Kwang Min menghampiri Hyorin. Hyorin mengeraskan rahangnya.

“Kau itu babo atau apa? Jangan bercanda bodoh!!”

“Jadi mau apa kau kesini? Ah aku tau!! Kau pasti kangen denganku kan??”

“Mending aku kangen sama monyet daripada sama kamu!! Amit-amit iwh!!”

“Sudah kubilang!! Aku punya satu barang yang dipakai Cinderella semalam!! Apakah itu?” seru Min Woo di tengah kerumunan.

“Dompet?”

“Sepatu kaca!!”

“Ikat pinggang?”

“Rambut palsu?”

“Ah!! Hp?”

“Kawat gigi?”

“Ular?” semua mata lantas memandang yeoja yang mengatakan ular itu.

“Em, aku suka ular!!” serunya lagi.

“Bukan!! Kalian salah semua!!”

“Ada apa sih?” tanya Hyorin.

“Itu…Min Woo sedang mencari cinderellanya! Hhh…melelahkan saja!!” jelas Kwang Min.

“Topeng?” hening sesaat. Min Woo menatap gadis berkacamata itu tidak percaya.

“Topeng kodok berwarna biru keemasan!!” lanjut Rin. Min Woo terkejut dan menghampirinya. Ia membuka kacamata Rin untuk memastikan dirinya tidak salah orang.

“Kau…benar!” bisiknya pelan. Min Woo tersenyum senang, akhirnya ia menemukan cinderellanya.

“Will you be my girl?” Min Woo berlutut di hadapan Rin membuat semua yeoja yang ada disana pingsan semua.

“Rin!! Jawab!!” bisik Hyorin.

“N…ne!!” jawab Rin gugup, Min Woo merengkuh bahu Rin dan memeluknya.

“Gomawo!!” bisik Rin. Indah bukan? Ini adalah cerita cinderella versi author cantik!

“Wah!! Daebak!! Daebak!! Kalian lah yang pantas ikut klub teater!!!” seru Mrs. Gong yang tiba-tiba datang tak dijemput pulang tak di antar *sangkanya jelangkung?*

Meski mereka bukanlah orang yang sempurna di dunia ini, tetapi cinta merekalah yang membuatnya sempurna.

I’ve been searching for, a heart that needs like man. I’ve been reaching for a hand that I understand. I’ve been waiting for someone that I can love that loves me, loves me for the one that I am. Someone to hold me when I’m lonely, someone to keep the rain away… It’s one in this world for everyone. One heart, one soul to walk beside you. One in this life to share your love, one touch to touch the heart inside you. Wanna reach for each night; wanna trust with your life, that’s what I believe. You’re the one; you’re the one in this world for me.

“Tunggu dulu!!! Apakah ceritanya bakal berakhir disini? Bukankah aku juga termasuk main cast nya?”

“Benar!! Benar!! Lanjutkan dong!! Author!!”

“Bagaimana kisah Hyo-Min selanjutnya?? Lanjutin gak! Kalau nda, bakal ku gorok lehernya author!” *sambil bawa2 bambu runcing*

*oke deh author nurut, sial!! Pke ngancem2 segala lagi si Kwang Min!! Kulaporin suami ku nih!! Huaaaa!!! Siwoooonnn!!*

di suatu malam yang indah berbingkai bintang yang bertaburan membelah angkasa, sepasang anak manusia sedang berdiri menikmati keindahan salah satu kemegahan ciptaan Tuhan itu.

“Bintangnya indah ya!!” gumam Hyorin.

“Ne…tapi tak ada yang seindah dirimu!!” Kwang Min mulai dengan jurus-jurus gombalan mautnya.

“Gomawo sudah membawaku kesini” Hyorin mengacuhkan Kwang Min dan terus saja memandangi bintang.

“Apapun untukmu…” Hyorin tersenyum, tak bisa dipungkiri ia senang mendengar yang barusan. Untung saja malam, kalau ga wajah merahnya pasti kelihatan jelas.

Membuatmu bahagia…

Dalam taman surga…

Kuberi segalanya…

Bila memang kau meminta..

Demi bahagiamu….kujalani semua walau perih selalu menyiksa. Ku berjanji takkan berpaling darimu. Ku kan slalu setia. Slalu menjagamu~

“Kwang Min-ah…”

“Ne?”

“Berapa kali kau sudah menyatakan perasaanmu padaku?”

“147 kali!! Ah kalau boleh yang ke 148??” seru Kwang Min antusias. Hah?

“Aku menyukaimu Hyorin-ah!!” lirih Kwang Min.

“Stooooppp!!! Jangan katakan itu!!”

“Wae?” tanya Kwang Min bingung.

“Aku akan menyatakan perasaanku padamu untuk pertama kalinya…” lirih Hyorin.

“Ha? Kau bilang apa barusan??”

“Aku…menyukaimu…”

“APAAA????”

“AKU MENYUKAIMU….mmph!”

“Sst!! Aku sudah tau itu dari dulu!! Ga etis rasanya kalau seorang yeoja yang menyatakannya! Jadi biarkan aku untuk ke 149 kalinya yaa!!”

“S.A.R.A.N.G.H.A.E JUNG HYORIN!!!”

END~~~~

Ah…padahal tadinya cuman mau numpang lewat!! tapi malah jadi main cast!! hoho nda apa deh!!

doh, akhirnya ng.gantung beuds ya?? maklumlah saia menghadapi layar komputer selama 14 jam mulai jam 3 pagi!!! jadi rada ngantuk!

oke deh! mungkin cuma segitu yang bisa author post hari ini, saia sgt lelah…mo bo2 dlu yaaa!! bye2 readers!!! *seret Siwon k kamar*

Posted 12 Juli 2011 by MVP in Fan Fiction

Tagged with , , , ,

25 responses to “[FF] OneShoot – Boyfriend

Subscribe to comments with RSS.

  1. keren author ceritanya
    kyk ya klo d lanjutin seru jg tuh bwt park ri rin ma no min woo ya
    wkwkwkw

  2. seru bgt ,,,,,…..bisa dilanjutin gk?????

  3. lanjutin dddooonnggg min , tapi tokoh kwang min nya jngan di gnti yaaa ,,,
    aku suka bnget sma jaln crtanya .. apalagi ada jo kwang min di situ …ok min ?😉

  4. bagus ceritanya thor🙂
    ntar bikin lagi yang main castnya kwangmin yaa..

  5. kereeeen bgt , ada jo kwang min ny lgi😀

  6. bgus bgt thor d(^.^)b
    ingin rsax aq jdi rin :p

  7. eh???
    Bingung siech ama crtanx…
    Tp…
    Akhirnx ttep aja ngakak!!!*dgorok author*
    bkin sequelnx thor!
    Jd pz udh pda kawin!!!*author:lu kata kucing pake kawin sgala?!#nimpuk pke golok..
    Wkwk

  8. CeritaNy Oke,,, tapi kok cuma segini sih??? Lanjutin Donk ceritanya, bagian akhir Min woo sama Rin itu kurang oke, g’ jelas mereka abis itu ngapain. Lanjutin ya,, biar seru…!! ^_^

  9. Waah, keren banget chingu!😀 ada humornya juga ><
    kapan-kapan bikin yang ada boyfriend-nya lagi ya?🙂

  10. I LOVE YOU BOY FRIEND

  11. aiiisshhhh bagus bangettt .
    pengen deh rasanya jadi Hyorin ^_^

  12. Lanjutin lg doonk? Yg agak pnjangan n happy ending:-D:-D

  13. ahahahah thanks banget readerdeul yng udah mo nyempetin diri mampir + komen!! malah author yang jarang maen2 k blog ini ==”
    sekali lagi gomawo atas komen2 nya ya *bow*

    untuk sequel, ntar q coba2 buat deh🙂

  14. kerennnnn😄
    ah ajib banget ffnya >,,<
    lanjutkan~~ akhirnya Rin sama Minwoo gimana?? lalu Kwangmin sama Hyorin jadinya gimana??
    thumbs up deh buat ff ini!! *sambil minjem jempol oppdaeul Super Junior & Boyfriend

  15. wahhhhhhhhh……….
    seru banget ceritanya..🙂
    KWANG MIN I LOVE YOU!!!!!!!!!!!! (gilak )

  16. gila seru bangat ceritanya ………
    I Love you boy freind

  17. Kerennn cerita yg ini deh ..
    Awal2 cerita, mirip sama princess hours hihihi ..
    Tp di tengah2 crita lmyan seru n greget bgt🙂 daebak \(´▽`)/
    Uda gitu yg plg bikin ngakak itu, yg “Hyo-Min” bacanya bikin ngakak guling2 ..
    Klo bisa dibikin sekuelnya lgi, gmn klnjutan hub min woo sama rin🙂
    Gomawo🙂

  18. keren kak ^^

  19. cocokya kalo ka no min woo sama prak ririn
    dan ka jo kwang min sama jung hyorin

  20. cocok ya mereka berdua

  21. Ngakak waktu kedua guru ngerebutin teater sama lari-_- =)) apalagi pas lagi romantisnya eh nongol ‘Wah!! Daebak!! Daebak!! Kalian lah yang pantas ikut klub teater!!!’ -_______- =))) sesuatu banget itu ya=)) masukannya sih paling alur akhirnya kecepetan thor. Tapi keseluruhan aku suka^o^

  22. bagus bgt ceritanya ka~~!!!!😄
    oneshoot nya aku share di Fanpage fb aku :3
    dan banyak yg suka….tapi tntu aku pake nama blog ini doong😀 …mianhae ya..kalo aku udah share tanpa bilang2 dulu T^T

  23. seru banget bagus ada min woo nya jadi aku bisa bayangin kalo aku yg jadi park ririn nya hehehehehe😀

  24. Keren thor meski banyak typo yang menyenangkan(?) xD daebakk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: