[FF] Let Go *Part 2*   2 comments


hahahaha back again deh si author gela!! ini nih mau ng.lanjutin FF yng Let Go.

udah deh, moga pada suka aja yaa readers. keep ur healthy!

.

LET GO

Author: d_na

Length: 2 of ?

Genre: romance

Cast:

Kim Chae Ri aka Kwon Yuri as you

Choi Minho

the rest member FF [Kim Taeyeon, Lee Sun Kyu, Stephany Hwang, and Im Yoona]

Kim Kibum [SHINee]

Jung Jinyoung

Summary: Kim Chae Ri, seorang gadis SMA biasa. tapi siapa sangka dia adalah seorang artis terkenal yang merupakan personil sebuah girlband baru FF.  namun ia merahasiakan identitasnya karena tidak mau mendapat perlakuan berbeda dengan teman2nya.

========================================

Di sebuah rumah besar milik keluarga Choi. Minho, Jinyoung dan Key sedang bertanding game PS di kamar Minho. Selagi bermain, Minhopun menceritakan idenya kepada kedua sahabatnya itu.

“Apa?? Pacaran dengan Chae Ri sunbae? Waeyo Min? Bukannya kita sudah setuju kau jadian dengan Yoona noona?” protes Key.

“Yang setuju Cuma kalian, babo!” jitak Minho, Key yang jadi korban cuma mengelus kepalanya sambil terus focus menghadap ke layar.

“Aku setuju aja sih! Soalnya cewe secantik dan sepopuler Yoona noona pasti udah punya pacar atau ya paling ga standarnya tinggi gitulah. Lagian anak orang kaya biasanya seleranya macam-macam gitu!” sahut Jinyoung menyikut lengan Minho.

“Yaa! Jung Jinyoung kau menyindirku?” kesal Minho.

“Hehe, sedikit!” canda Jinyoung, Minho hanya mendengus kesal.

“Lalu? Kenapa mesti dengan Chae Ri sunbae? Ga ada yang lain? Misalnya Sunny noona atau siapa gitu?” tanya Key lagi, tetap focus pada layar.

“Chae Ri sunbae tidak sepopuler Yoona noona atau Sunny noona, jadi kemungkinan dia nolak Minho itu 0%! Cewe biasa mah kalau ditembak sama tuan muda Minho pasti diterima 100% deh!” jelas Jinyoung, sedang Key hanya ber-oh ria. Alis Minho berkerut, dia menggigit bibirnya.

“Menurutmu dia bakal menerimaku?” tanya Minho ragu. Jinyoung menyentuh pundak Minho.

“Tentu saja! Kenapa dia harus menolakmu? Kau tampan, kaya, pintar, kau sempurna Minho! Mau bertaruh? Jaminanku…”

“Yaa! Jaminan apa lagi? Kau pikir Minho semiskin apa mesti kau beri jaminan?” sela Key.

“Ne! Arra!” Jinyoung tersenyum bangga seolah itu semua adalah idenya.

“Lagian orang biasa seperti Chae Ri sunbae biasanya mudah dibentuk karakternya. Dia ga bakal macam-macam kok walau kamu macam-macamin dia! Hahaha!” Jinyoung tertawa.

“Babo! Aku bukan orang yang serendah itu mau berbuat macam-macam dengan sunbae!” sela Minho.

“Joking bro!” sahut Jinyoung santai.

“Chae Ri noona juga ga kalah cantik dengan Yoona noona. Tapi sayang, sikapnya itu loh! Pemalu tapi ceria juga, cewe yang aneh!” Key geleng-geleng sendiri.

“Justru sikapnya itulah yang menjadi daya tarik tersendiri!” bibir Minho kembali membentuk seulas senyum penuh arti.

“Jangan bilang kau suka dengan ‘daya tarik’nya itu?” selidik Jinyoung.

“Aniya, aku menang!” lagi-lagi Minho tersenyum, kali ini senyum penuh kemenangan karena telah mengalahkan teman-temannya dalam game kali ini.

“Hah! Susah ya lawan tuan muda!” canda Key.

“Annyeong haseo!” Yoona menyapa manajernya, Shim Changmin.

“Oh, Yoona masuklah! Di dalam ada Yuri!” sahut manajer Shim.

“Ne, gomapsumnida!” jawab Yoona ramah dengan senyum manisnya. Ia masuk ke ruang ganti dan mendapati Yuri yang sedang berlatih menari.

“Annyeong onni, kau cepat sekali datangnya!” sapa Yoona sambil meletakkan tasnya di atas meja.

“Ne, kau sendiri juga cepat datangnya! Tidak seperti Taeyeon onni!” jawab Yuri sambil tersenyum kecil, ia sedang berkonsentrasi penuh menghapal gerakan-gerakan baru buat grup FF mereka.

“Siapa yang kau maksud itu Yuri-ah?” Taeyeon yang tiba-tiba masuk mengejutkan mereka berdua.

“Wah uri leader udah datang! Mian onni!” Yuri terkekeh.

“Kalau gitu aku ganti baju dulu ya!” Yoona lantas pergi ke ruangan sebelah yang disusul oleh Taeyeon.

“Chamkanman Yoona-ah!” seru Taeyeon. Sedangkan Yuri yang sibuk menghapal gerakan baru tanpa sengaja menabrak meja dan menjatuhkan tas Yoona. Yuri buru-buru membereskan barang-barang Yoona yang berserakan sebelum si empunya tau. Tanpa sengaja ia melihat selembar foto di dompet Yoona. Foto seorang namja yang sangat ia kenal! Apa Yoona menyukai namja itu?

“Onnie? Waeyo?” Yuri terkejut dengan panggilan itu dan malah menjatuhkan dompet Yoona.

“Ma…ma…maaf!! aku ga sengaja melihat!” ujar Yuri takut-takut. Yoona tampak terkejut saat Yuri memberi dompetnya kembali, namun melihat ekspresi ketakutan Yuri dia hanya tersenyum.

“Gwaenchana onni!” melihat senyum tulus Yoona, Yuri jadi semakin merasa bersalah.

“Jinjja??”

“Ne, tenang saja!”

“Yoona-ah, apa hubunganmu dengan namja tadi? Apa dia namjachingumu?” tanya Yuri ragu. Pertanyaan bodoh! Pikir Yuri, tentu saja mereka pacaran! Apalagi alasan seorang cewe seperti Yoona yang menyimpan foto namja di dompetnya kalau bukan pacaran? Lagipula Yoona kan cantik dan popular, sama seperti namja itu.

“Ani! Aku hanya suka saja kok! Tapi jangan bilang siapa-siapa ya onni! Aku malu!” ungkap Yoona tersipu.

“Mwo? Kau serius?” tanya Yuri tidak percaya.

“Ne, aku serius onni!” jawab Yoona lagi, Yuri masih tidak percaya, kenapa?

“Sudah sejak lama aku menyukainya! Tapi dia terlalu popular sampai-sampai rasanya tak pantas!” keluh Yoona sambil memasukkan dompetnya ke dalam tas.

“Yoona! Kata siapa kau tak pantas! Kau itu cantik dan baik! Kau sangat anggun dan sempurna!” jawab Yuri tidak setuju.

“Mungkin saja, tapi aku tak punya kepercayaan diri sama sekali!”

“Tenang saja! Aku pasti akan membantumu!” janji Yuri.

“Gimana? Kau kan ga kenal dengan namja itu?” tanya Yoona lagi, Yuri menggigit bibirnya. Tentu saja Yuri tak mengenalnya, Chae Rilah yang mengenal namja itu.

“A…setidaknya mendengarkanmu bercerita dan memberi solusi??” saran Yuri ragu, namun Yoona mengangguk setuju.

“Gomawo Onni!” Yoona menggenggam tangan Yuri dan Yuri hanya tersenyum ragu.

“Ne, cheonmaneyo! Aku janji!”

“Apanya yang janji-janji? Hayo?” Taeyeon yang sudah ganti baju tau-tau muncul dari belakang mereka.

“Yaa! Onni! Kau mengejutkanku, kenapa sih selalu datang tiba-tiba seperti hantu begitu!” sewot Yuri.

“Aku memang di sini daritadi, kamu saja yang tidak peka! Dasar!” Taeyeon mencubit pipi Yuri gemas.

“Appo!” ringis Yuri.

“Eh kalian udah datang?” tanya Tiffany dan Sunny yang baru saja datang dan merekapun bersiap untuk latihan. Seperti itulah candaan demi candaan yang mereka lalui setiap harinya. Bahkan mereka berempat tidak sadar akan rahasia dari seorang Kwon Yuri.

Keesokan harinya, mata Minho yang semalaman tidak bisa tidur karena memikirkan cara yang bagus buat nembak kakak kelasnya menjadi hitam seperti panda. Kondisinya begitu mengenaskan membuatnya jadi bahan olok-olok Jinyoung dan Key.

“Wuah! Hari ini kau tampan sekali tuan muda, nyalon dimana?” gurau Jinyoung sambil menahan tawanya.

“Tampan gimana? Matanya aja hitam kayak panda begitu!” sahut Key polos, Minho memicingkan matanya kesal. Jinyoung menyikut perut Key.

“Oops! Mata yang indah seperti biasanya!” ralat Key setengah hati. Minho meneruskan perjalanannya cuek.

“Matamu kenapa? Kamu begadang?” tanya Key. Minho yang sedang kesal karena otak cerdasnya tak mampu memberikan hasil yang diinginkannya hanya diam dan cemberut saja.

“Yaa! Choi Minho, apa kau belajar buat ulangan Fisika hari ini? Bukankah kau sangat pintar, kenapa harus belajar sampai seperti itu?” cerocos Key.

“Memangnya hari ini ulangan Fisika? Aw man! Aku lupa!” Jinyoung memukul keningnya sendiri.

“Aku bahkan ga ada belajar!” sahut Minho pelan.

“Hey, bagaimana caranya nembak cewe?” tanya Minho. Jinyoung dan Key berpandangan lalu tertawa, jadi itukah alasan mata panda Minho hari ini? Karena dia sibuk mikirin cara nembak cewe?

“Yaa! Aku serius! Aku ga pernah, karena selalu mereka yang duluan menyatakan perasaan!”

“Baik, baik! Bilang saja kau suka padanya. Hidupmu hanya ada untuknya dan kamu ingin dia menjadi seseorang yang berharga bagimu!” ekspresi Key yang datar malah mengundang tawa dari Jinyoung.

“Sepertinya tuan muda ini ga cocok berkata seperti itu, itu terlalu lebay!” komentar Jinyoung.

“Seperti kamu bisa buat yang lebih baik saja!” tantang Key.

“Gampang! Tarik saja tangannya, penjarakan dia di lenganmu dan katakan kalau kau bisa melupakanku, lupakan saja. Lalu cium dia! Beres kan? Dia pasti takkan berpikir 2 kali untuk menjadi pacarmu!” sahut Jinyoung. Key lantas menjitak kepala Jinyoung.

“Yaa! Dasar otak mesum! Ga membantu tau!”

“Beraninya menjitak kepalaku!” Jinyoung balas menjitak kepala Key. Sementara kedua sahabat yang sedang asyik jitak-jitakan kepala, Minho yang menangkap sosok Chae Ri dari sudut matanya lantas berlari mengejarnya.

“Yaa! Minho!!?” Jinyoung dan Key berseru dan mengejarnya. Mereka berhenti saat melihat Minho yang mendatangi Chae Ri dan mengikuti mereka diam-diam.

“Chae Ri sunbae, ada yang ingin kukatakan!” Minho yang entah mengapa menjadi gugup karena ini pertama kalinya ia berbuat hal seperti ini.

“Ne? katakan saja!Hmph!!” jawab Chae Ri menahan tawanya melihat mata hitam Minho. Minho jadi salting dan garuk-garuk kepala sendiri. Ia bingung, haruskah ia katakan apa yang disarankan Key? Atau ia ikutin apa yang dikatakan Jinyoung? Atau keduanya digabungkan? Aniya! Lalu apa?

“Waeyo Minho? Kau ada masalah?” tanya Chae Ri yang menyadari gelagat aneh Minho. Sementara Key dan Jinyoung diam-diam bertaruh cara siapa yang akan dipakai Minho.

“Maukah hidup bersamaku?” ujar Minho cepat.

“Hah?” Chae Ri tidak mengerti.

“Ani! Arrggghhh!” seru Minho frustasi.

“Kamu baik-baik saja?” tanya Chae Ri cemas.

“Sunbae! A…a!!” Minho menutup matanya, kenapa begitu susah mengatakannya. Tenanglah! Dia pasti menerimaku! Pikir Minho.

“Mau jadi pacarku?” ujar Minho akhirnya. Mata Chae Ri membulat.

“Pacar?” ulangnya. Chae Ri melipat tangannya.

“Apa yang kamu rencanakan Minho? Kamu ga mungkin tiba-tiba memintaku jadi pacarmu tanpa alasan kan?”

“Aku menyukaimu! Sunbae adalah kakak kelas yang baik!” Minho mengakui malu-malu.

“Aku juga menyukaimu! Kau adik kelas yang baik, dan calon ketua osis!”

“Jinjja? Jadi mau jadi pacarku?” tanya Minho lagi.

“Aniya!” jawab jawab Chae Ri enteng. Minho terkejut bukan main, apalagi kedua orang yang sedang mengintip itu, mereka bahkan sampai terjatuh saking kagetnya.

“Mwo? Tidak? Apa aku ga salah dengar?” tanya Minho menyangsikan, Chae Ri menggeleng.

“Tapi sunbae, kau bilang kamu menyukaiku juga!” protes Minho.

“Ya memang!”

“Terus? Aku ga mengerti?” Minho mulai frustasi, ‘daya tarik’ sunbaenya satu ini memang membingungkan.

“Aku ga bisa! Ini terlalu terburu-buru. Lagian…”

“Lagian apa?” tanya Minho. Chae Ri menggigit bibirnya, haruskah ia bilang yang sebenarnya?

== flashback ==

Chae Ri’s POV

“Chamkanman Yoona-ah!” seru Taeyeon onni yang menyusul Yoona. Aku yang saat itu sedang sibuk menghapal gerakan baru tanpa sengaja menabrak meja dan menjatuhkan tas Yoona. Aku lantas buru-buru membereskan barang-barang Yoona yang berserakan sebelum si empunya tau. Tanpa sengaja aku melihat selembar foto di dompet Yoona. Bukankah itu foto Choi Minho? Apa Yoona menyukai namja itu?

“Onni? Waeyo?” aku terkejut dengan panggilan itu dan malah menjatuhkan dompet Yoona.

“Ma…ma…maaf!! aku ga sengaja melihat!” ujarku takut-takut. Yoona tampak terkejut saat kukembalikan dompetnya, namun dia hanya tersenyum.

“Gwaenchana onni!” melihat senyum tulus Yoona, aku jadi semakin merasa bersalah.

“Jinjja??” tanyaku tidak yakin.

“Ne, tenang saja!”

“Yoona-ah, apa hubunganmu dengan namja tadi? Apa dia namjachingumu?” tanyaku ragu. Pertanyaan bodoh! Tentu saja mereka pacaran! Apalagi alasan seorang cewe seperti Yoona yang menyimpan foto namja di dompetnya kalau bukan pacaran? Lagipula Yoona kan cantik dan popular, sama seperti namja itu.

“Ani! Aku hanya suka saja kok! Tapi jangan bilang siapa-siapa ya onni! Aku malu!” ungkap Yoona dengan wajah tersipu.

“Mwo? Kau serius?” tanyaku tidak percaya.

“Ne, aku serius onni!” jawab Yoona lagi.

== end of flashback ==

[Author’s POV]

“Ani, bukan apa-apa! Yang jelas kita ga mungkin bersama!” jawab Chae Ri akhirnya.

“Udah bel! Masuk kelas sana! Annyeong!” usir Chae Ri yang langsung berlari menuju kelasnya. Minho terdiam seperti patung. Ini adalah penagalaman pertamanya, tapi ia gagal begitu cepat. Jinyoung dan Key lantas mendatangi Minho.

“Aku ditolak!” ujar Minho pelan, namun di telinga Jinyoung dan Key itu terdengar begitu menyakitkan. Meski bukan perasaan yang sebenarnya, tetap saja rasanya sakit kalau ditolak begitu. Kenapa Chae Ri noona begitu tega?

Ulangan fisika dilalui dengan penuh siksaan bagi anak kelas 1.1, tidak terkecuali Minho. Bukan berarti dia tidak bisa menjawabnya, sebenarnya ia bisa namun otaknya sedang tidak mood untuk menjawab soal-soal itu. Ia hanya memandang kertas ujiannya sampai bel istirahat berdering.

“Choi Minho?” panggil guru Lee, guru fisikanya saat ia melihat kertas ujian Minho yang kosong melompong.

“Ne sonsaengnim?”

“Kau sakit Min? Kenapa tidak ada yang kau isi?” tanya Mr. Lee. Minho hanya menggeleng pelan.

“Ikut saya ke ruang guru!” Minho mengikuti si guru dengan sikap tenangnya. Jinyoung memandang kepergian sahabatnya dengan sedih, ia merasa ini semua salahnya. Kenapa dia malah tak memberikan saran yang lebih baik.

“Dia semakin mengenaskan saja!” sahut Key yang langsung duduk di sebelah Jinyoung.

“Seharusnya kuberi saran yang lebih baik!” sesal Jinyoung.

“Bukan salahmu! Selera Chae Ri sunbae memang aneh!” Key membelanya.

Chae Ri sedang makan bersama teman-temannya di kafetaria sambil barcanda tawa dengan riangnya. Meski dia masih bertanya-tanya tentang maksud Minho tadi, dia enggan menceritakan hal itu pada kedua sahabatnya. Karena sahabatnya pasti mengatainya babo karena sudah menolaknya.

“Eh katanya Taeyeon cs masuk kompetisi seKorea lho! Keren banget deh!” ujar Yung In dengan mata berbinar, Chae Ri tersenyum.

“Apa bagusnya? Mereka cuman nyanyi sekaligus dance-dance gitu aja kok! Bagusan juga dancenya DBSK!” sela Eun Jo.

“Ah terserah kamulah! Chae Ri-ah kamu suka siapa d antara Taeyeon, Yoona, Sunny, dan Tiffany? Aku suka Yuri!” Yung In tidak memperdulikan ucapan Eun Jo.

“Aku juga suka Yuri! Dia cantik, gerakannya juga bagus!” jawab Chae Ri antusias (*narsis dianya)

“Hah dasar kalian ini!” Eun Jo merajuk. Chae Ri dan Yung In tertawa. Pada sat itu Minho yang sedang berjalan mengikuti Lee sonsaengnim melihat ke arah Chae Ri.

“Sunbae, kamu kejam! Kenapa kamu masih bisa tertawa di saat perasaanku seperti ini? Aku akan membalasmu! Akan kubuat kamu merasakan hal yang kurasa!” gumam Minho sambil terus berjalan sampai ke ruang guru.

“Kau lihat tidak? Tadi Minho melihat ke arah kita lho?” bisik Yung In. Chae Ri lantas langsung mencari-cari Minho dan menangkap sosoknya yang masuk ke ruang guru.

“Mianhae teman-teman, aku ada perlu dengan…Han sonsaengnim!” Chae Ri langsung beranjak pergi menuju ruang guru.

“Minho kau itu murid yang pintar, bahkan Kim Chae Ri pengurus OSIS yang dulu saja mencalonkanmu sebagai ketua OSIS. Kenapa tiba-tiba kau tidak menjawab ujianmu?”

“Johsumnida sonsaengnim!” Minho sedikit membungkuk.

“Hari ini kau aneh sekali, apa kau punya masalah? Bukankah kau jago sekali tentang fisika?”

“Animnida. Saya baik-baik saja!” sementar itu Chae Ri yang mendengar Minho dimarahi mulai merasa bersalah.

“Padahal nilai ujianmu kali ini akan di transkip untuk program pertukaran pelajar!”

“Begitu? Apa bisa saya meminta perbaikan pak?” tanya Minho, ia ingin sekali mengikuti program itu. Seperti hal itu adalah impiannya, namun impiannya itu mulai sirna hanya karena yeoja itu.

“Maaf Minho, saya akan mengusahakannya. Jadi tunggu saja, dan saya harap kamu tidak akan mengecewakan saya lagi.”

“Ne, gamsahamnida sonsaengnim!”

“Apa ini semua gara-gara aku menjawab seperti itu ya?” gumam Chae Ri pelan. Kasihan Minho, sepertinya program pertukaran pelajar itu adalah impiannya tapi gara-gara aku dia gagal. Pikir Chae Ri lagi.

“Kim Chae Ri sedang apa disini?” tanya Han sonsaengnim. Minho reflex mencari-cari pemilik nama itu.

“Ani, Han sonsaengnim. Saya cuma mau bilang, saya tidak bisa mengikuti klub tari. Itu saja. Annyeong!” Chae Ri membungkuk dan langsung pergi. Ia tak mau bertemu pandang dengan Minho, ia takut rasa bersalahnya menjadi-jadi. Ini semua demi Yoona! Karena Yoona adalah sahabatnya.

Rasa bersalah semakin besar saja. Hal itu membuat konsentrasi Yuri terganggu. Apa aku harus minta maaf ya? Pikir Yuri. Akhirnya Yuri memutuskan mengirim pesan permohonan maafnya.

To : Minho

Choi Minho, kamu baik-baik saja? Maafkan sikapku kemarin ya!

Yuri menunggu, lama sekali dibalasnya. Apa dia benar-benar marah? Tak lama kemudian ada sebuah pesan masuk.

To : Ms. X

Kau siapa?

Yuri merengut kesal, apa Minho tidak menyimpan nomornya? Sedangkan Minho yang sedang uring-uringan ga jelas di kamarnya hanya menatap kosong isi pesan itu. Akhirnya Yuri memutuskan lebih baik langsung bicara dan meneleponnya.

“Yeoboseyo?”

“Yaa! Ini aku! Apa kau tidak menyimpan nomorku, Choi Minho?” Yuri lantas meneriaki Minho.

“Kim Chae Ri noona? Waeyo?” Minho mengerjap-ngerjap tak percaya. Apa benar ini Chae Ri noona? Kenapa tiba-tiba ia menelepon?

“Aku ingin minta maaf, sepertinya perkataanku kemarin terlalu kasar. Kau bahkan sampai tidak bisa mengerjakan fisika dan mengikuti program pertukaran pelajar itu. Mianhae!” sesal Yuri.

“Tau darimana kalau aku tak bisa mengerjakan fisika dan gagal ikut program itu?”

“Oops! Aku tidak sengaja mendengarnya! Maaf!” Yuri terkekeh. Suara gedoran pintu mengejutkannya.

“Yuri 5 menit lagi tampil!” ujar manajer Shim. Yuri mengangguk dan mengangkat tangannya meminta waktu.

“Suara apa itu? Siapa itu Yuri?” tanya Minho. Ow boy! Ternyata Minho mendengarnya!

“Itu suara TV! Aku sedang menonton TV!” elak Yuri.

“Oh begitu. Ga ada yang salah denganku, hanya saja. Hal itu adalah pengalaman pertamaku, ternyata ga seperti yang kuinginkan!”

“Mianhae…!” sesal Yuri.

“Yaaa! Kwon Yuri! Kau masih berteleponan juga? Cepat!” teriak manajer Shim.

“Yuri-ah, kau menelepon pacarmu ya?” seru Taeyeon yang lantas diikuti sorakan dari teman-temannya.

“Maaf, aku harus pergi! Annyeong!” tutup Yuri dan langsung keluar untuk jumpa fans. Minho bengong, rasanya itu tadi suara Taeyeon noona? Siapa Kwon Yuri yang dimaksud? Kwon Yuri personelnya Five Fairies? Jangan-jangan? Minho langsung mengganti channel televisinya. Ada acara jumpa fans dengan girlband Five Fairies. Minho berpikir keras, tak mungkin kalau Kim Chae Ri adalah Kwon Yuri, kan? Tapi dia pernah menari di tengah lapangan dan gerakannya sangat bagus. Memang jika hanya dengan gerakan yang bagus itu belum berarti dialah orangnya, tapi bagaimana jika lagu yang dipakai pada saat itu lagu dari FF.

“Ah! Aku harus membuktikannya sendiri!” gumam Minho. Ia mengambil Hpnya, dengan ragu ia menekan nomor. Apa benar Kwon Yuri itu Chae Ri noona? Hanya itu yang ada dipikirannya. Dilihatnya dengan seksama cewe berambut kecoklatan dengan seragam resmi FF yang bertuliskan namanya YURI. Saat kamera menyorot satu-persatu wajah mereka, Minho menekan tombol call.

Getar Hp Yuri berderit-derit dan membuatnya merasa kurang nyaman. Tiffany yang duduk paling dekat dengannya menyuruhnya segera mengangkat sebelum media melihat. Alangkah terkejutnya Yuri yang meneleponnya adalah Minho!

“Hey tunggu apa lagi? Cepat angkat!” Tiffany menyikut perut Yuri bermaksud untuk menggodanya. Sedangkan Minho yang terus mengamati gerakan cewe bernama Yuri yang mulai menunduk-nunduk mengamati sesuatu di tangannya membuat kecurigaan Minho semakin kuat.

“Halo? Minho maaf aku sedang sibuk sekarang!” bisik Yuri. Minho tersenyum, melihat cewe yang sedang ditontonnya itu mengangkat teleponnya. Lalu ia memutuskan pembicaraan tanpa berkata apa-apa.

“Jadi begitu? Kim Chae Ri adalah Kwon Yuri? Kini aku tau bagaimana cara membalasmu! Tunggu saja Kim Chae Ri!” gumam Minho.

TBC~

hahaha si mas TBC dateng, yaudah deh kalau gitu lanjutannya ntar yaa. mian cuman segitu!! jangan lupa tinggalkan jejaknya yaa readers gomawo ^^

Posted 15 Juni 2011 by MVP in Fan Fiction

Tagged with , , , , ,

2 responses to “[FF] Let Go *Part 2*

Subscribe to comments with RSS.

  1. lanjut onnie
    pensaran dech ma kelanjutannya
    hwaitting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: