[FF] Let Go *Part 1*   Leave a comment


tadaaaaaaaaaa!!!

saya kembali dengan FF baru!!

actually ini adalah FF pertama yang sy buat, dan yang pertama kalinya sy post.kan di Fb!! hmm, berhubung waktu ntu masih amatiran jadi rada kacau deh!! hehehe, jadi ni author edit2 dikit terus (lagi2 cast.a ane ganti) hohoho.

cast.a sebenernya suami tercinta saya, siapa lagi kalau bukan abang Siwon?

hahah, oke deh…author gak usah banyak cingcong, langsung aja yuk!!

LET GO

Author: d_na

Length: 1 of ?

Genre: romance

Cast:

Kim Chae Ri aka Kwon Yuri as you

Choi Minho

the rest member FF [Kim Taeyeon, Lee Sun Kyu, Stephany Hwang, and Im Yoona]

Kim Kibum [SHINee]

Jung Jinyoung

Summary: Kim Chae Ri, seorang gadis SMA biasa. tapi siapa sangka dia adalah seorang artis terkenal yang merupakan personil sebuah girlband baru FF.  namun ia merahasiakan identitasnya karena tidak mau mendapat perlakuan berbeda dengan teman2nya.

 

==================================>>>>>>>>>>>>>>>>>>

[Author’s POV]

 

Hiruk pikuk suasana di kafetaria sekolah saat istirahat siang mendadak hening saat Kim Chae Ri dan teman-temannya masuk. Berpuluh pasang mata menatap mereka dengan seksama seraya berbisik-bisik.

“Kenapa semua orang melihat ke arah kita?” bisik Chae Ri pada kedua temannya. Mereka bertiga berpandangan bingung dan terus berjalan gugup ke meja yang kosong. Tatapan-tatapan itu makin terasa ketika mereka duduk, seolah mereka telah melakukan sesuatu.

“Yaa! Song Eun Jo! Apa kau buat masalah lagi? Orang tuamu kan baru di panggil 2 hari yang lalu!” tuduh Yung In sambil menyipitkan mata.

“Ani! Enak saja! Begini-begini aku sudah tobat tau!” ngeyel Eun Jo.

“Lantas kenapa mereka melihat ke arah kita?” tanya Yung In lagi.

“Kau tidak tau? Eun Jo kan cantik!” jawab Chae Ri. Eun Jo malah menyipitkan matanya.

“Yaa! Kim Chae Ri! Kau ini buta atau apa? Jelas sekali kalau mereka melihatmu! Bukan aku!” kesal Eun Jo. Temannya yang satu ini memang kelewat cuek dengan sekitarnya sih.

“Loh memangnya aku kenapa?” tanya Chae Ri lagi.

“Yaa! Babo! Masa kamu ga ingat dengan aksi nekatmu sendiri sih?” ujar Eun Jo.

“Aksi nekat apa sih?” Chae Ri menggaruk-garuk kepalanya.

“Jangan-jangan dance yang waktu itu? Hari sabtu kemarin kamu kan ngedance di tengah lapangan bersama Han Sonsaengnim!” seru Yung In, Eun Jo mengangguk.

“Apa? Aduh! Ya ampun! Jadi karena itu?” Chae Ri lantas menutupi wajahnya dengan sapu tangan.

“Aku kan cuman ngikutin Han Sonsaengnim aja.” Jelas Chae Ri lagi.

“Udahlah Chae Ri-ah! Kan sudah berlalu juga!” sahut Yung In menenangkan.

“Tapi gerakanmu bagus juga! Seperti sudah terlatih gitu untuk ukuran ‘mengikuti’ seseorang, kamu bisa di bilang sudah hapal! Kau ga mungkin seorang dancer kan?” selidik Eun Jo. Chae Ri tampak tertegun.

“A…ani! kenapa tiba-tiba berpikir begitu sih!” jawab Chae Ri gugup.

“Ngomong-ngomong soal dance, lihat nih Taeyeon cs menang kompetisi dance tingkat kota lho!” Yung In mengalihkan pembicaraan dan meletakkan majalah yang sedari tadi di pegangnya. Ia menunjukkan gambar Taeyeon dan teman-temannya yang memegang piala kemenangan.

“Cantik-cantik ya! Ga nyangka  mereka juga murid di SMA Sung Hak ini. Kalau mereka jadi artis terkenal, sekolah kita juga pasti tambah terkenal!” sahut Yung In.

“Cih, kau ngefans dengan mereka?” sewot Eun Jo.

“Ga, Yung In benar. Kalau mereka terkenal, siapa tau artis lain bakal sekolah disini juga!” timpal Chae Ri. Eun Jo cuman geleng-geleng menanggapi khayalan tingkat tinggi teman-temannya itu. Sementara Chae Ri dan Yung In asyik membaca majalah, Eun Jo memesan makanan.

“Di antara mereka berlima cuma Yuri saja yang ga masuk sekolah ini. Dia benar-benar misterius ya!” komentar Yung In, Chae Ri menggigit bibirnya dan menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.

“Ya…!”

Di sebuah kelas yang cukup ramai, duduk 3 namja yang berwajah bagai malaikat. Mereka bertiga adalah bintang-bintang SMA Sung Hak ini (yang cowo). Mereka bersahabat sudah lama. Choi Minho, putra tunggal dari seorang direktur perusahaan yang sangat sukses. Selain kaya, dia juga punya otak yang cemerlang. Namun sayang, sikapnya begitu dingin dan cuek. Namun justru sikapnya itulah yang membuat semua yeoja di sekolahnya pada melting. Yang kedua adalah Kim Kibum, dia adalah sahabat Minho mulai kecil. Ia sempat tinggal di Amerika selama beberapa tahun lalu kembali lagi untuk meneruskan sekolah di Seoul. Ia di juluki pangeran dengan senyuman maut. Yang terakhir adalah Jung Jinyoung, namja tampan yang merupakan kapten basket sekolahnya. Padahal dia adalah anak kelas 1, namun sudah dipercaya menjadi kapten.

“Perjodohan? Kau gila, Minho? Jangan bercanda, kamu kan masih kelas 1 SMA?” seru Key.

“Yaa! Kim Kibum! Kalau bicara jangan keras-keras seperti itu! Merusak reputasi saja kau!” bentak Minho yang bersandar lemas.

“Tapi, kamu serius mau melakukannya? Kamu kan bisa menolak, tuan muda?” tanya Jinyoung bercanda sambil mengetik pesan di hpnya.

“Itulah masalahnya, appaku keras! Susah di ajak kompromi! Apalagi orang itu adalah putri grup Asan!” jawab Minho. Entah mengapa keinginan ayahnya begitu sulit dipatahkan, apalagi sejak ibunya meninggal. Bukan apa-apa, ayahnya Minho hanya ingin yang terbaik untuk putranya.

“Pernikahan politik ternyata!” komentar Jinyoung.

“Kenapa kau tidak cari pacar saja Minho? Aku pernah baca buku, cara yang halus untuk menentang perjodohan adalah punya pasangan!” usul Key.

“Ya, aku sudah memikirkan hal itu. Tapi siapa?”

“Siapa kau tanya? Apa kau buta? Hampir 1 sekolah yang mengincarmu, Minho! Kau tinggal pilih saja!” ujar Jinyoung sambil membaca pesan di hpnya.

“Shiro! Aku tidak mau dengan yeoja yang tak punya daya tariknya!” sahut Minho sambil melipat tangannya.

“Lantas siapa yang punya daya tarik? FF itu?” tanya Key.

“FF? Apaan itu?” tanya Jinyoung.

“Five Fairies, itu tuh grupnya Taeyeon cs! Gimana dengan Sunny noona, manis tuh! Bibirnya menggoda! Haha!” usul Key.

“Aniya, terlalu manja! Siapa juga yang tertarik dengan bibir?” jawab Minho.

“Kalau gitu Tiffany noona saja!” usul Jinyoung. Minho menatap Jinyoung sebentar.

“Ani, terlalu tomboy. Dia seperti laki-laki!” komentar Minho.

“Yaa! Itu karena potongan rambutnya saja yang sporty, padahal dia manis banget tau!” bela Jinyoung.

“Kalau kau mau, kenapa ga kamu saja?” kesal Minho, dia langsung mengambil Hpnya.

“Yaa! Begitu saja kesal, dasar tuan muda!” sindir Jinyoung.

“Kalau Kim Taeyeon noona? Dia cantik dan tampak dewasa!” usul Jinyoung lagi.

“Sudah punya pacar, babo!” ketus Minho.

“Aigoo! Kalau Im Yoona gimana? Sederhana, dewasa, ga punya pacar!” kesal Jinyoung gantian. Key dan Jinyoung lantas berpandangan melihat ekspresi Minho.

“Oke sudah di putuskan Yoona noona!” seru Key senang. Jinyoung setuju dan mereka berdua tertawa-tawa riang membayangkan Minho yang kaku bersama Yoona noona yang anggun.

“Yaa! Aku belum memutuskan! Seenaknya saja!” bantah Minho, yang lain malah tertawa senang menganggu si tuan muda.

Bel pulang berdering, sontak koridor yang tadinya sepi langsung penuh dengan siswa-siswi yang ingin pulang. Termasuk 3 pangeran SMA ini yang sedang berjalan menuju loker masing-masing.

“Jadi nanti kamu bakal nembak Yoona noona?” tanya Key pada Minho. Jinyoung sedang sibuk membersihkan lokernya dari hadiah-hadiah fansnya. Sepertinya ia harus ganti password lagi nih.

“Aku…ga tau!” Key tersenyum melihat sahabatnya yang sedang kesusahan itu. Ia tau, teramat tau perasaan Minho terhadap ayahnya. Yah, Minho memang membenci ayah yang telah merenggut nyawa ibu tercintanya, namun di sisi lain permintaan terakhir ibunya untuk tidak membenci ayahnya terasa begitu berat.

“Chae Ri-ah, kau yakin tidak ikut? Kami mau nonton Gossip Girl season 2 lho!” ajak Yung In, Chae Ri hanya tersenyum kecil. Mereka berjalan menuju loker mereka di koridor yang sudah lumayan sepi itu.

“Ani, gwenchana! Kalian saja!” sahutnya manis sambil meletakkan buku-bukunya di loker.

“Kamu bakal ketinggalan episode Gossip Girl ini! Rame lho! Ntar Dan Humphrey mu ku ambil!” Eun Jo mencoba memprovokasi pikiran Chae Ri.

“Aku memang ga terlalu ngikutin kok filmnya!” sahut Chae Ri santai.

“Yah, ga asyik dong! Memang kamu mau ngapain sih?” tanya Yung In. Chae Ri terdiam, otaknya berpikir cepat mencari alasan yang bagus.

“A…aku, mau bantu umma! Maksudku umma mau ke salon!” jawab Chae Ri.

“Bukannya ahjumma punya salon? Ngapain ke salon?” tanya Eun Jo curiga.

“A…maksudku, itu umma minta aku bantu di salon!” Chae Ri menggigit bibirnya gugup.

“Omo! Kau lihat disana? 3 pangeran itu sedang melihat ke arah kita!” bisik Yung In antusias. Mereka bertiga lantas menoleh ke arah Minho cs.

“Chae Ri sunbae!” sapa Minho ramah.

“Ne?” jawab Chae Ri singkat. Eun Jo memukul tangan Chae Ri.

“Yaa! Kau babo apa? Kenapa cuek begitu? Dia kan Choi Minho! Salah satu dari 3 orang pangeran di sekolah kita. Plus kau menyukainya!” bisik Eun Jo.

“Eun Jo-ah, aku ga menyukainya! Rasanya aku pernah menjelaskannya! Aku hanya mencalonkannya menjadi ketua osis saja! Masa hanya karena itu aku dibilang menyukainya sih?” sahut Chae Ri keras. Minho menatapnya bingung dan menaikkan sebelah alisnya. Gantian Yung in yang memukul tangan Chae Ri.

“Yaa! Suaramu terlalu nyaring tau!” bisiknya.

“Oops!” Chae Ri reflex menutup mulutnya lalu tersenyum salting.

“Gotta go, annyeong!” sahut Chae Ri sambil pergi dari situ secepat yang ia bisa.

“Chae Ri-ah tunggu!” Yung In dan Eun Jo lantas mengejarnya.

“Chae Ri sunbae kenapa sih? Aneh deh?” komentar Jinyoung.

“Dia anak yang pemalu, tapi jadi pusat perhatian sejak kejadian itu kan?” tambah Key.

“Oh waktu dia ngedance di tengah lapangan itu? Iya sih, langsung jadi pembicaraan 1 sekolah. Bisa-bisanya melawan guru tari Han sonsaengnim! Tapi gerakannya bagus juga, ga kalah sama Han sonsaengnim!” mereka mulai berjalan menuju tempat parkir.

“Padahal cantik, tapi polos banget! Kekanak-kanakan banget padahal udah kelas 3!”

“Disitulah daya tariknya!” Minho tersenyum penuh arti seraya masuk ke dalam mobilnya. Membuat kedua sahabatnya kembali berpandangan, entah apa yang akan direncanakan si tuan muda satu ini.

 

TBC~

 

okeh, mungkin agak bingung ya? sama author juga bingung, hehe…kalau gitu selamat menunggu yang part 2 nya yaaa ^^

Posted 13 Juni 2011 by MVP in Fan Fiction

Tagged with , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: