[FF] One Shoot – Day By Day   7 comments


Annyeong chingudeul..

Mian ya baru bisa post FF sekarang,, uda gitu cuman one shoot,

Sorry bgt yg romantic mesti ke-delay dulu, bener2 buntu nih. ada yg mau ngasi saran gimana bagus nya? komen yaaa ^^

Ok, so FF in terinspirasi sama MV nya Big Bang yang haru haru, sumpah keren abis..

FF ini juga pernah di publish di fb, cuman disini cast-nya di ganti ama member SHINee, hehe😄

Here it is..

.

Day by Day

Cast:

Lee Taemin

And the rest of SHINee member

[Taemin’s POV]

Finally I realize that I’m nothing without you. I was so wrong, forgive me…

Aku tak menyangka. Sama sekali tidak, tapi inilah yang terjadi. Seandainya aku tak pernah melihatmu, seandainya aku bisa hidup di kehidupan yang lain dan bukan diriku, seandainya aku tak pernah mengenalmu. Segala perih yang kurasakan sekarang-aku takkan perlu mengetahuinya. Jika boleh meminta, aku ingin hidup sebagai orang lain dan bukan sebagai Lee Taemin. Akankah aku terus mencintaimu seperti ini? menangis dan kembali menangis. Hingga tertidur, dan terbangun dimana hari tetap seperti ini. Hanya hidup dengan air mata yang membuat luka.

Flashback

Aku melihatnya, tepat dengan mata kepalaku sendiri. Gadis yang bernama ____, gadis yang selama ini begitu kucintai sepenuh hatiku meninggalkanku begitu saja. Aku bahkan tak tau kenapa. Semuanya terlihat baik-baik saja dimataku, sampai dia mengakhiri segalanya.

Siapa bilang lelaki tidak boleh menangis? Aku menangis sekarang.

“Taeminnie, kau sudah berakhir dengannya…sudah cukup!” seru Key Hyung sambil menahan tubuhku, saat kulihat dia –wanita yang sangat kucintai itu- berduaan dengan namja lain. Tapi hatiku berkata, ini tidak seharusnya terjadi. Aku mencintai wanita itu! tanganku mengepal, hatiku panas saat kulihat laki-laki bernama Onew itu memegang jemari ____.

“Taemin-ah cukup! Jangan berbuat macam-macam!” Minho hyung menahanku saat aku mau menghampiri kedua pasangan itu.

“Lepas..!!” geramku. Dari sudut mataku, dapat jelas kulihat ____ memberi cincin miliknya pada Onew, dan itulah yang membuat emosiku tersulut. Cincin itu, sama dengan cincin yang kupakai. Ya, itulah adalah cincin kami. Cincin yang mengikat kami. Tapi dia malah memberikannya pada laki-laki itu. Tak lama ____ berlalu aku merangsek maju. Kemarahanku benar-benar memuncak, rasa sakit hati yang kurasakan kulampiaskan pada laki-laki yang telah merebut ____ dari sisiku.

Key Hyung dan Minho Hyung masih terus berusaha meredam emosiku dengan menjauhkanku dari Onew. Namun aku benar-benar sudah lepas kendali, aku tak bisa mengontrolnya lagi. yang ada didepanku hanyalah kemarahan dan dendam sakit hati. Kulampiaskan kemarahanku pada laki-laki itu, kuhajar dia sepuasku. Tentu saja dia juga membalasku. Perkelahian kami tak terelakan. Key Hyung, dan Minho Hyung menarikku dan menahanku, sedang temannya Onew,  Jonghyun mencoba menahan dan melerai kami.

Oh girl, I cry, cry. You’re my all, say goodbye.

[Author’s POV]

Taemin mengamuk, dia menghambur seisi kamarnya. Dia benar-benar telah kehilangan dirinya sendiri. Key yang sekamar dengannya hanya bisa berdiam saja menghadapi dongsaengnya itu. ia tak pernah berpikir kalau Taemin bisa bersikap seperti ini. siapa sih ____? Apa berharganya dia bagi Taemin? Kenapa Taemin bersikap begini hanya karena diputuskan olehnya?

“Lihat! Dia seperti orang gila! Apa yang harus kita lakukan padanya?” tanya Minho tiba-tiba berdiri disamping Key.

“Aku tidak tau Minho, aku tidak tau. Kenapa Taemin jadi seperti ini? dia tak pernah begini sebelumnya…” Key menunduk, air matanya jatuh. Minho mengelus bahunya, menghibur. Ia mengerti perasaan Key , terlebih karena dia telah berteman dengan Taemin sejak umur 12 tahun.

“Kita harus bicara dengan gadis yang bernama ____ itu. aku tidak tahan melihat Taemin seperti ini…” Key  kemudian pergi. Minho masih disana, menatap iba pada sahabatnya itu.

***

“Maaf selama ini aku bersikap seperti ini…” sesal Taemin, pada seluruh sahabatnya.

“Taeminnie..!!” Key  adalah orang pertama yang memeluk Taemin. Dan dia menangis haru.

“Mianhae…!”

“Aku berjanji, aku takkan bersikap begini lagi!” sahut Taemin kemudian, dan seluruh sahabatnya memeluknya. Selamat datang kembali Taemin.

“Kalau gitu bagaimana kalau kita makan-makan? Merayakan kembalinya Taemin!” usul Minho yang diiyakan Key.

“Tentu saja kamu yang bayar!” timpal Key sambil menunjuk Taemin.

“Yaa! Kenapa mesti aku Hyung? Kau kan yang lebih tua! Mestinya kamu yang bayar!” tolak Taemin.

“Aish! Kau kan yang punya masalah!” ngeyel Key. Dia tak mau kantongnya bocor, makanya memaksa Taemin yang membayar.

“Ne, biar aku yang bayar. Tapi kau tak boleh pesan! Makanmu itukan banyak sekali Hyung! Hhahaha!” ejek Taemin. Mereka semua tertawa.

***

“Bagaimana keadaanmu sekarang? Sudah minum obat?”

“Ne, oppa! Aku bosan disini, maukah oppa membawaku jalan-jalan?” namja itu tersenyum dan mengelus kepala gadis didepannya.

“Boleh, tapi setelah hasil pemeriksaanmu keluar ya!” sahutnya. Gadis itu bergelayut manja. Air matanya menetes.

“Kau takut?” tanya namja itu lagi.

“Aniya! Aku sudah siap! Sudah…tidak…ada waktu…lagi….hiks!” gadis itu terisak. Namja didepannya tersenyum getir. Menepuk tengannya pelan sekedar menenangkan.

***

[di toilet]

“Kau kenapa? Wajahmu kusut sekali?” tanya Minho pada Key yang hanya diam membisu sejak tadi.

“Kau masih memikirkan tentang Taemin?” Tanya Minho lagi sembari membasuh wajahnya. Key  menggeleng lesu.

“Lantas kenapa kau seperti ini?”

“Aku sudah bicara dengan gadis itu, Minho…”

“Oh ya? Lantas apa katanya?” Minho bertanya dengan rasa ingin tau.

“Dia hanya menangis, kemudian Onew hyung datang dan mengusirku!” jelas Key .

“Apa-apaan sih Onew itu? kenapa tiba-tiba dia ada?” kesal Minho.

“Iya, awalnya aku juga marah padanya. Tapi saat aku pergi, aku sempat melihat darah…”

“Darah? Darah apa? Darahnya siapa?”

“Darah dari gadis itu, ____…”

“Kau tidak berpikir dia…”

“Yaah! Sampai kapan kalian mau di dalam situ?” teriak Taemin dari luar. Mereka berdua berpandangan kemudian mengangkat bahu, sepakat untuk tidak membahasnya.

“Aish kalian ini ngapain aja sih, hampir setengah jam di toilet…” kesal Taemin.

“Maaf Taemin, aku sakit perut tadi!!” seru Key. Mereka bertiga langsung menuju sebuah restoran favorit mereka, D.lite caffe. [anggaplah ada]

***

“Nah kita sudah sampai!!” ujar Onew pada gadis di sisinya itu, ia tersenyum manis seraya merapikan rambut kekasihnya.

“Kau cantik sekali…” pujinya. Namun gadis itu mengacuhkannya, matanya tertuju pada sebuah mobil yang melintas di depan mereka.

“Oppa!! Bisakah kau memelukku?” pinta gadis yang bernama ____ itu.

“Mwo? Kenapa?” Onew melirik sekilas apa yang dilihat ____, dan langsung memeluknya.

Brakk!!

“Taemin!!” cegah Key  menarik tangan Taemin. Taemin mengepalkan tangannya tidak suka melihat pemandangan di depannya. Ia mengibaskan tangan Key , dan tetap pergi.

“Yaa! Kau sudah berjanji Taemin-ah!” Minho memperingatkannya. Taemin yang sudah kehilangan akal sehat lantas menggedor pintu mobil Onew.

“Lepaskan dia!!” Taemin histeris dengan tatapan killernya. Onew tersenyum sinis.

“Taemin-ah!” kedua temannya yang lain langsung menarik Taemin dan membawanya paksa.

“YAAH! Bukannya kau sudah berjanji?” marah Key. Taemin tertunduk, hatinya sakit. Air matanya jatuh.

“Kau menangis sekarang? Kau itu laki-laki Taemin! Buat apa kau menangisi wanita itu?” tanya Key lagi, sakartis seraya mengguncang bahu Taemin.

“Taemin!!” tegur Minho.

“Jangan seperti ini…”

“Kau benar-benar lepas kendali! Taemin-ah! Kau ini kenapa? Sudahlah! Lupakan saja wanita itu! kau masih bisa cari yang lain!!” marah Minho, Key mencoba menyabarkannya.

“Hanya karena 1 wanita, jangan membuatmu begini! Aku tidak tau seberapa besar cintamu padanya, tapi jangan menyia-nyiakan hidupmu hanya karenanya!!”

***

Keadaan Taemin setiap harinya semakin memburuk, dia seperti mayat hidup. Tidak ada tanda-tanda kehidupan dalam dirinya. Ia lebih suka melamun, dan melamun. Tidak bisa focus dalam suatu hal, terkadang mengamuk, terkadang tertawa sendiri, bahkan menangis.

“Kenapa kau pergi ____-ah? Kenapa? Apa salahku? Kenapa kau memilih bersamanya? Aku mencintaimu ____-ah!! Kenapa kau membuatku seperti ini??” jerit Taemin. Ia lantas menghantam kaca di depannya, hingga tangannya berdarah. Namun setelah itu ia malah tertawa.

“Minho aku ga tahan lagi!!” seru Key.

“Kita kesana!” sahut Minho akhirnya. Mereka berdua lantas pergi ke rumah ____, namun sayang rumahnya kosong. Kemana dia?

“Mau ke rumah sakit?” tanya Key  tiba-tiba, Minho menatapnya bingung. Apa maksudnya rumah sakit?

“Kita coba saja!” ujar Key kemudian. Mereka berempat langsung meuju rumah sakit dan menemukan Onew yang sedang bekerja disana.

“Mau apa kalian kesini?” tanya Onew dengan wajah tak bersahabat.

“Kami hanya ingin bicara dengan ____!”

“Kurasa tidak ada yang perlu di bicarakan…”

“Yaah!! Memangnya siapa kau?” Minho mencengkeram kerah baju Onew. Key lantas melerai mereka.

“Minho, ingat ini rumah sakit!” bisiknya.

“Kami hanya ingin bicara sebentar dengannya, bisakah?” tanya Key  lagi.

“Oppa? Biarkan saja mereka bi..ca..ra…” seru seorang gadis lemah.

“____-ah!! Apa yang kau lakukan? Cepat kembali ke kamarmu!” Onew lantas menghampiri gadis itu, merangkulnya kembali ke kamar. semuanya terdiam, ____-ah tampak sangat lemah dan pucat. Sakit apa dia?

***

“Jadi…kalian sudah tau?” tanya ____, dengan senyum manisnya.

“Kangker otak? Itu…” Key menunduk, bingung dengan situasinya.

“Aku akan operasi hari ini…walau itu tidak akan merubah apapun…” ujar ____.

“Yah! Kau pasti sembuh! Aku akan berusaha untuk itu!!” ujar Onew. ____ lagi-lagi tersenyum.

“Oppa sudah banyak berusaha untukku, oppa memang dokter yang baik!”

“Apa Taemin tau kau sakit?” tanya Minho. ____ terdiam, air matanya menetes.

“Sejujurnya oppa, Taemin oppa tidak tau! Aku tidak ingin dia tau…”

“Kenapa?”

“Aku tidak ingin menyakitinya…”

“Kau sudah menyakitinya!!” sela Key.

“Yah aku tau. Itu karena aku sangat mencintainya, aku tak sanggup tanpanya…”

“Lantas kenapa kau lakukan semua ini?” tanya Minho.

“Membiarkan Taemin oppa membenciku, jika ia membenciku pasti akan lebih mudah untuk melupakanku, kan?”

“Melupakanmu? Untuk apa? Kau pikir dia sanggup?” Minho bangkit menahan amarah.

“Dia pasti bisa! Umurku takkan lama lagi oppa! Taemin oppa pasti bisa menemukan seseorang yang lebih daripada aku!” ____ terisak, Onew merangkulnya dan mengelus kepalanya.

“Jadi…kalian benar-benar pacaran?” ____ menggeleng. Minho dan Key tertunduk, tenggelam dengan pikirannya masing-masing. Akhirnya, Minho berdiri dan keluar dari sana. Ia sudah tak tahan lagi. ia menghubungi Taemin.

“Sudah saatnya!!” ujar Onew, ____ tersenyum samar.

“Gomawo oppa!” mereka menuju ruang operasi.

***

Taemin terkejut saat Minho meneleponnya dan memberitau segalanya. Tanpa berpikir lagi dia langsung berlari menuju rumah sakit. Yang ada dalam pikirannya hanyalah ____ dan kenangan bersamanya. Ia seakan memutar ulang setiap detil memorinya bersama gadis itu. ia terus berlari hingga sampai di rumah sakit. Ia bertemu Onew di lorong menuju ruangan operasi. Ia membuang muka dan terus berjalan acuh. Onew menarik tangan Taemin.

“Maaf sudah membohongimu selama ini…”

“____ hanya mencintaimu seorang…” Onew memberikan cincin yang pernah diberikan ____ padanya. Yah, cincin yang sama dengan yang dipakai Taemin. Setelah memberikannya Onew langsung menuju ruang operasi.

Taemin tersandar lemas di dinding rumah sakit, ia menyentuh dadanya. Perih! Bahunya gemetar, ia berlari lagi dan menemui teman-temannya. Ia menangis.

Aku tak menyangka. Sama sekali tidak, tapi inilah yang terjadi. Seandainya aku tak pernah melihatmu, seandainya aku bisa hidup di kehidupan yang lain dan bukan diriku, seandainya aku tak pernah mengenalmu. Segala perih yang kurasakan sekarang, aku takkan pernah mengetahuinya. Jika boleh meminta, aku ingin hidup sebagai orang lain dan bukan sebagai Lee Taemin. Akankah aku terus mencintaimu seperti ini? menangis dan kembali menangis. Hingga tertidur, dan terbangun dimana hari tetap seperti ini. Hidup ini hanya ada air mata yang membuat luka.

Pintu ruangan operasi terbuka, Taemin menatap wajah gadis itu. Menatap wajah pucat yang matanya tertutup untuk selamanya. Air mata Taemin meleleh, dia menunduk di depan gadisnya. Menggenggam kedua tangan gadis itu erat.

“S.A.R.A.N.G.H.A.E…..”

Oh girl, I cry, cry. You’re my all, say goodbye bye. Oh my love don’t lie, lie. You’re my heart say goodbye…

*End*

.

Gimana? aneh? bosen? jelek? atau bagus?😄

komen ^^


Posted 13 Mei 2011 by MVP in Fan Fiction

Tagged with , ,

7 responses to “[FF] One Shoot – Day By Day

Subscribe to comments with RSS.

  1. author yg cwe y knp gk sembuh aja?
    kasihan taemin
    ah jd mw ikut’an nangis ( lebay amat)

  2. author sukses bikin aku nangis ……….

    daebak

  3. cool

  4. sama persis thor sm yg asli!! 1000 thumbs buat author! d(^.^)b

  5. ceritanya bagus ^^ tapi terusan cerita sii key yg ngeliat si cewek sama jonghyun melakukan sesuatu itu mana ? hikss mau baca lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: