[FF] Precious Thing *Part 21 of 22*   3 comments


Chapter 21

Get Married

“Luna! Kau cantik sekali sayang! Aku tak menyangka, anakku satu-satunya akan menikah secepat ini. Tapi kamu benar-benar cantik sayang!” seru bibi Kanmy, aku memperhatikan Luna. Dia benar-benar sangat cantik, walaupun tampak pucat. Aku menggigit bibirku lagi, lebih keras. Menjaga agar aku ga menangis, berusaha sekuat mungkin. Karena ini pilihanku, aku yang telah memutuskannya.

“Minji, bagaimana menurutmu?” aku tersenyum, dengan hati tersayat ku dekati dia.

“Kau pengantin tercantik yang pernah kulihat di dunia ini, Luna!”

“Benarkah?”

“Iya!” aku mengangguk, dia tersenyum. Sorot matanya terlihat sedih.

“Maafkan aku Minji…” gumamnya lemah. Mataku mulai berkedut, oh tidak! Ku mohon jangan nangis!

“Maaf? Buat apa?” aku berusaha tampak tak begitu peduli.

“Buat segalanya, aku tau ini berat bagimu. Maafkan aku.”

“Aniyo, ga apa-apa! Aku sendiri yang telah memutuskannya, lagipula aku dan Jinki ga ada hubungan apa-apa.” Dustaku, aku mencoba meredam rasa sakit hatiku yang menjerit-jerit itu. Rasanya lubang-lubang luka itu telah membuka lebar, dan serasa begitu perih.

“Tapi…”

“Ga ada tapi-tapian Luna! Ayolah, hari ini adalah hari bahagiamu, jangan sampai air matamu melunturkan make up ini!” sahutku lagi, berusaha tegar. Luna tersenyum lalu memelukku. Oh Tuhan, ku yakin ini jalan yang terbaik!

“Oh ya, ini! Ini untukmu!” aku melepas gelang pemberian Jinki itu, gelang yang selalu ingin ku jaga. Yang bahkan walaupun itu hanya sebuah gelang, aku rela mengorbankan apa saja.

“Apa ini?” Tanya Luna saat aku memakaikan gelang itu di pergelangan tangannya.

“Itu…gelang pemberian ibuku! Aku ingin kau memakainya!”

“Apa? Jangan! Ini milikmu!” aku menggeleng.

“Mulai sekarang ini milikmu! Oke?” Luna mengangguk.

“Gomawo…” dia berbisik, aku mengangguk. Gelang itu, memang seharusnya berada di tangannya. Itu lebih baik, walau bagaimanapun Jinki akan menjadi milik orang lain hari ini. Jadi apa gunanya menyimpan barang peninggalannya? Selamat tinggal Jinki!

“Sepertinya sudah waktunya? Ayo kita keluar, Jinki telah menantimu di altar.” Aku menggandeng tangan Luna. Kami berjalan, benar saja di altar Jinki telah menunggunya. Dengan ekspresi shock ketika dia melihatku menjadi pengiring mempelai wanita. Aku berusaha sebaik mungkin, tetap tersenyum seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa di antara kami. Tak pernah!

Musik mengalun pelan seiring langkah kami yang berjalan lambat, semua orang yang hadir berdecak kagum melihat Luna. Tentu saja, siapapun akan merasa kagum melihat pengantin wanita secantik ini. Dia yang tercantik sepanjang sejarah.

“Minji aku gugup!” gumam Luna pelan.

“Rilekslah Luna, everything is fine!” bisikku lemah, suaraku benar-benar susah untuk keluar.

Akhirnya Luna sampai di tempat Jinki. Jinki memegang tangan Luna, menjemputnya hingga ke sisinya. Aku kembali menuju tempatku, di sebelah Onnie dan Kim Songsaang.

“Minji, kau baik-baik saja?” Tanya Kim Songsaang seraya memegang pundakku yang gemetar, aku mengangguk.

“Ini pilihanku!” aku bergumam, mempertegas pada diriku sendiri. Apapun yang terjadi, ga ada kata menyesal.

“Minji!” panggil Onnie, aku menyandarkan kepalaku padanya. Onew kecil memainkan rambutku, mungkin ini bisa sedikit mengalihkan perhatianku.

“Kau bisa saja mengubah segala sesuatunya, Minji!” bisik Onnie, aku menggeleng. Walau perih, aku berharap aku tidak melakukan apapun yang bisa melukai hati Luna, lagi!

“Lee Jinki, apakah kau bersedia menikah dengan Park Luna dan menjaga cinta kalian hingga maut memisahkan?” aku menahan napas, menunggu detik-detik jawaban dari Jinki. Dalam hati kecil aku berharap ia menolaknya, tapi itu hal yang mustahil kan?

“Saya bersedia!” jawabnya lantang. Oh my, air mataku sudah ga bisa di bendung lagi. Aku ini kenapa sih? Itukan memang jawaban yang seharusnya, kenapa rasanya begitu sakit? Jinki, aku mencintaimu. Sangat! Kenapa aku harus begini? Kenapa mencintaimu itu sangat menyakitkan? Aku ingin sekali menghentikan waktu dan menjerit menyatakan perasaanku yang sebenarnya pada Jinki. Seandainya aku bisa..aku menutup mataku, tidak ada yang boleh melihatku menangis sekarang.

“Park Luna, apakah kau bersedia menerima Lee Jinki dan mencintainya sampai maut memisahkan?”

“Saya bersedia!” Luna menjawabnya dengan kalem. Semuanya lantas bersorak bahagia. Tak adakah lagi tempat buatku? Aku langsung berdiri, aku ingin melarikan diri dari kenyataan! Aku ingin pergi, atau aku ingin mati saja. Tuhan, cabut nyawaku! Aku benar-benar tak tau harus melakukan apapun.

“Silahkan kalian menukar cincin.” Luna memasangkan cincin pernikahan pada Jinki. Alangkah terkejutnya Jinki, melihat gelang pemberiannya berada di tangan Luna. Gelang itu, yang seharusnya bersama Minji. Gelang yang membuktikan cinta Minji padanya. Apa Minji benar-benar tak ingin memiliki perasaan apa-apa padanya? Apa Minji serius membuang segalanya?

Jinki mengambil cincin dan memasangkannya di jari manis Luna, tepat pada saat itu Luna jatuh pingsan.

“Lunaaaa!!!” semua orang berteriak kaget, aku berbalik.

“O my God, Luna!!” air mataku merebak, cincinnya bahkan belum sampai di jarinya. Cincin itu menggelinding hingga ke tempat dudukku.

Comment!!! ^^

Posted 8 Mei 2011 by MVP in Fan Fiction

3 responses to “[FF] Precious Thing *Part 21 of 22*

Subscribe to comments with RSS.

  1. seru…
    wkwk.
    nice ff chingu,
    akhirnya terwujud juga setelah penantianku.

  2. wow…
    onnie pas author cin’ ya bs jatuh k tempat duduk ya minji

  3. Cincin gk nyampe d jari Luna ? Pertanda apakah itu ? (author yg tau jawabannya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: