[FF] Precious Thing *Part 19 of ?*   3 comments


Cast =

  • Onew SHINee
  • Kim Minji (Karakter fiksi)
  • Other SHINee member

Chapter 19

.

K.Will Dropping The Tears

You’re leaving.. little by little you’re getting farther

You’re leaving.. little by little you’re becoming smaller

you’re leaving

though i want to see you just a little bit more

though i want to remember you just a little bit more

you keep smudging..

i love you

i want to yell out and call you, i love you

i’m sorry i can’t smile as i let you go

can’t you look back

because i love you, i can’t stay away even a day

you know my heart

please, look back, please

do you know

tears are falling, do you know

i’m just standing here, do you know

this is what i’m like

.

— 7 tahun kemudian.

[Author POV]

Jinki sedang menyusuri seputaran Kota Daegu. Bulan depan adalah hari pernikahannya dengan Luna. Pikirannya mengawang, bahkan dalam lubuk hatinya ia masih menyimpan sejuta rasa pada orang itu. Orang yang benar-benar ada, bahkan ketika ia menutup matanya wajahnya masih terbayang jelas. Suaranya, cara bicaranya, bahkan rasa masakannya. Minji, sudah lama tak melihatnya, entah bagaimana kabarnya. Dia begitu merindukannya. Setelah bertahun-tahun lamanya tak berjumpa, yang ia ingat saat itu, Minji meninggalkannya. Tidak! Dialah yang membiarkan Minji pergi dari hidupnya. Apa dia masih ingat padaku? Pikir Jinki melayang lagi akan tatapan lembutnya, senyuman manisnya. Jinki begitu memikirkannya, begitu dalam. Keindahannya, kesempurnaannya begitu melekat di sudut otaknya. Suara lembut, yang begitu indah terngiang mengalunkan bait-bait puitis yang merupakan isi hatinya, curahan emosinya yang begitu menyatu dengan harmonisasi musiknya. Minji…

Jinki tersadar akan pikirannya, apa yang sedang ia lakukan? Menyesali semuanya yang terlanjur terjadi? Berharap ini hanya mimpi? Jinki tertawa, menertawakan dirinya sendiri. Semuanya telah berakhir, tidak! Ini semua berakhir bahkan sebelum dimulai.

Melupakanmu adalah hal tersulit bagiku. Karena kau terukir dalam di hatiku..

[Minji POV]

“Nona Minji, ada telepon dari perusahaan Yoshida.”

“Ya, langsung sambungkan saja ke kantor.” Setelah bertahun-tahun aku memutuskan untuk pergi dari kehidupanku di masa lalu, ini bukanlah hal yang mudah. Tapi aku terus berusaha, belajar sambil bekerja. Walaupun, hatiku tetap tidak berubah. Masih sama seperti saat aku meninggalkannya.

“Anda presiden restoran Suercal? Nona Kim?”

“Ne? Kim Minji imnida.” Jawabku, aku memiliki kehidupan baru sekarang. Aku adalah seorang pimpinan di sebuah restoran terkenal di Seoul. Aku melanjutkan mimpi umma untuk membangun sebuah restoran semasa hidupnya.

“Sehubungan dengan pengajuan proposal anda kemarin, maka kami menerimanya dan siap bekerja sama dengan restoran anda.”

“Begitu?”

“Ne, mulai besok kami akan menjadi pemasok daging utama untuk perusahaan anda.”

“Ne, gamsahamnida.” Begitu menutup telepon ternyata ada telepon yang berdering lagi, siapa ya?

“Nona Minji, ada telepon!”

“Sambungkan saja!” tak lama kemudian.

“Minji!!! Hello!” aku terkejut, suara ini?

“Oh hai Luna! Apa kabar?” tanyaku.

“Superb! Kamu sendiri?”

“Ga ada yang perlu di khawatirkan, ada apa?”

“Apakah aku ga boleh meneleponmu jika ga ada apa-apa?” Luna bertanya manja. Aku tersenyum, Luna tetap tidak berubah.

“Tentu saja, aku sangat sibuk Luna.” Luna mengeluh, aku tertawa lagi. Dia memang masih sama dengan yang dulu.

“Apa kau mau menjadi pendampingku? Pada saat pernikahanku nanti?”

“Ap? Apa? Pen…pendamping katamu?” tanyaku tak percaya.

“Iya, bulan depan aku akan menikah! Apa Jinki belum menyampaikan undangannya?”

“Bulan depan? Undangan?”

“Idih kamu kenapa sih? Namanya juga nikah ya harus pake undangan!”

“Cepat sekali, kan masih sebulan lagi!” gumamku berusaha agar suaraku tidak bergetar.

“Itulah, Jinki sendiri yang memaksa mengantar undangannya sendiri!”

“Oke, ku tunggu jawabanmu Minji!”

“Tapi Luna, aku benar-benar sibuk!”

“Iya aku tau Ratu Sibuk! Makanya, demi sepupumu ini, masa kau tega?”

“Kuusahakan!” tutupku. Kepalaku serasa mau pecah, dadaku terasa sesak. Lagi-lagi perasaan seperti ini kembali.

“Jinki?”

“Akhirnya aku menemukanmu! Kim Minji!” wajahnya, suaranya, rupanya masih seperti yang dulu. Berjuta keindahan sosok yang selama ini begitu kurindukan. Lee Jinki yang tampan, yang mirip Onew. Ia tersenyum ramah padaku, wajah yang dulu kaku itu kini mencair dan begitu hangat.

“Apa kabar…?” kami bertanya berbarengan. Lalu tertawa canggung.

“Aku baik, bagaimana denganmu?” tanyaku. Dia mengangguk.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan! Well, sepertinya usahamu sangat sukses Minji!” dia memandang berkeliling, aku tersenyum dan mempersilakkannya duduk. Dia menolak, malah mengajakku jalan-jalan.

“Ternyata ga ada ruginya kan belajar matematika denganku?” aku tertawa, memang begitu keadaannya.

“Yah, tutor galak sepertimu ternyata berguna juga?” candaku.

“Kalau tidak galak, kamu akan tetap bodoh! Payah!” ejeknya.

“Ne, ne! sonsaangnim!” dia tersenyum lebar, senyum yang begitu kurindukan. Jantungku mulai bereaksi dengan berdetak lebih cepat dari biasanya.

“Bagaimana Onnie?” sahutku mengalihkan pembicaraan.

“Noona? Baik, dia punya 2 orang anak sekarang! Namanya Soojoong udah masuk SD tapi sekarang sama mama. Dan yang paling kecil umurnya masih 2 tahun.”

“Oh ya? Oppa masih menjadi guru?”

“Ga, beliau menjadi kepala sekolah sekarang!”

“Really? Oh my God! Hmm, nampaknya kamu ga benci nae oppa lagi, right?” dia menggeleng lucu.

“Kurasa ga ada salahnya aku merestuinya dengan Noona!”

“Aish, sebenarnya kamu ini sister complex yah? Kenapa begitu posesif dengan saudarimu sendiri?”

“Sister complex kepalamu! Aku hanya merasa harus melindungi keluargaku yang tersisa saja!” sahutnya cuek.

“Bohong! Kenapa kamu ga pernah jujur dengan Onnie sih? Kalau kamu benar-benar menyayanginya dan merestui hubungannya dengan oppa?”

“Aku sudah mengatakannya, tau!” Jinki mencubit pipiku gemas.

“Omo? Jinjja? Onjeka?”

“Yah, aku sudah banyak berbincang dengan hyung. Kami lumayan akrab sekarang, yah kurang lebih!”

“Akhirnya! Cobanya kamu sadar lebih awal, mungkin kamu ga bakal merasa kesepian lagi! kamu sih pabo!”

“Enak aja! Kamu menghina tutormu ini pabo?” aku tersenyum.

“Sebenarnya sih masih sedikit kesepian…!” matanya menerawang, apa yang sedang ia pikirkan? Kenapa begitu terlihat kesepian?

“Waeyo?” tanyaku penasaran. Dia memasukkan tangannya ke dalam kantong celananya.

“Semenjak Soojoong lahir, aku merasa sangat senang memiliki keponakkan secantik itu. Rasanya mirip dengan seseorang, dia kuat, cerewet dan suka bantu noona masak. Yah, aku agak kesepian karenanya!”

“Kok bisa? Memang apa hubungannya?”

“Dia mengingatkanku pada seseorang yang juga sangat cerewet, berisik dan bodoh!” dia menatapku dengan ekspresi mengejek andalannya.

“Seseorang? Apa kau..?” aku tertawa lagi, apa dia bermaksud mengejekku? Cerewet? Enak saja!

“Aku berharap dia ga terlalu bodoh dalam matematika! Bisa-bisa dia malah menyusahkan teman sebangkunya seperti seseorang itu!” ujar Jinki lagi, aku memukulinya dengan gemas.

“Tentu saja itu mustahil, ayahnya kan guru Matematika!”

“Yah, aku kan hanya berharap!”

“Lalu bagaimana dengan yang satunya? Laki-laki atau perempuan?” tanyaku antusias.

“Laki-laki, Onew namanya. Kata Noona dia sangat mirip denganku.”

“Onew?  Hahaha.. Jjinja??”

“Karena katanya anak itu mirip dengan penyanyi yang bernama Onew, makanya noona kasih nama itu. Kau tau tidak?” aku terkejut, Onew? Namanya Onew? Beneran? Onnie ada-ada aja.

“Dia pasti manis sekali, karena Onew memang sangat cakep! Lagipula suaranya sangat merdu, Onew seperti model. Tapi dia sangat, ya cakeplah bagiku. Keren!”

“Kau memuji Onew atau aku?” ujarnya kepedean. Bagiku dua-duanya sama saja, mereka sama. Sama-sama orang yang kusukai.

“Onew itu penyanyi favoritku, tau!”

“Memang wajahnya mirip aku?” aku mengangkat alisku dan menatapnya dari kepala hingga ujung kaki.

“Setidaknya, dia ga pemarah dan menyebalkan sepertimu!” aku berjalan mendahuluinya, aku salah! Ya aku salah telah menatapnya lagi, aku merasakan gejolak yang luar biasa dalam dadaku. Bergemuruh kencang, tanpa bisa kukendalikan.

“Minji!” panggilnya. Aku berhenti, bahkan tanpa menoleh padanya. Rasanya gemuruh itu menjadi-jadi, dan sekarang tubuhku pun ikut bergetar. Jinki menarik tanganku ke hadapannya. Memaksaku menatap matanya, lagi.

“Apa yang kau lakukan Jinki? Aku telah mendengar semuanya dari Luna!” matanya menyipit, tersirat perasaan bingung dan bersalah. Ini dia! Tujuannya yang sebenarnya untuk membicarakan hal ini. Aku tak ingin menatapnya lagi, hanya mengoyak-ngoyak perasaanku saja. Dia bahkan tak peduli, apa lagi? Tinggal sebulan lagi. Aku menguatkan hatiku, yah tinggal sebulan lagi dia akan menjadi milik orang lain. Aku tersenyum kecut. Kenapa kenyataan begitu kejam padaku?

“Bagaimana perasaanmu?” bisiknya lembut. Dia menyentuh pundakku yang gemetar.

“Aku baik, tadikan sudah kubilang!” aku menunduk. Dia mengangkat wajahku dan berusaha agar aku terus menatapnya. Tidak Jinki! Aku ga bisa! Tapi aku terlalu lemah untuk mengelak.

“Aku tanya, bagaimana perasaanmu padaku?” dia setengah memelukku. Napasku sesak, detak jantungku semakin kencang degupannya memukul-mukul rongga dadaku.

“Apa maksudmu?” aku berusaha mendorongnya.

“Minji, kau masih mencintaiku, kan?” tanyanya pelan. Aku merasakan lelehan hangat dari mataku. Aku termundur, dia benar! Dia benar! Tapi apa gunanya lagi sekarang? Dia akan menjadi milik orang lain dalam waktu sebulan! Dia milik Luna!

“Minji katakan kalau kau mencintaiku! Katakan! Kita bisa merubah semuanya, belum terlambat! Minji!” pekiknya putus asa. Dia mendekatiku, mengangkat wajahku dan menghapus air mataku.

“Sama seperti yang dulu, kau pikir perasaan ini akan sirna? Ga, aku ga akan menyerah!” lanjutnya.

“Aku mencint…”

“Hentikan Jinki! Jangan katakan itu!” aku melepaskan diri dari pelukannya.

TBC~

.

komen !!! ^^



Posted 2 Mei 2011 by MVP in Fan Fiction

Tagged with , , , , , , , ,

3 responses to “[FF] Precious Thing *Part 19 of ?*

Subscribe to comments with RSS.

  1. uwa.
    makin geregetan bacanya chingu.

  2. Jangan katakan Minji… >·<″ (uugh ! dilema nih)

  3. minji…katakan kau menyukai jinki…!!! kyaaa… >_<" gugup *abaikan
    lanjut bacaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: