[FF] Precious Thing *Part 15 of ?*   4 comments


Fufufu..

It’s me again..

Bosen? Kesel?

Haha sorry guys.. gue emang anaknya sok asik sih..wkwk

Ok.. Ini dia FF lanjutan Precious Thing..

Read, enjoy, plus leave ur comment. arra?

Hmm..

Check this out!!

Chapter 15
Should I Confess

.

.

~Background Music: Kesha-Yiur Love Is My Drug~             

“Kalau itu namanya suka!” jawab HyoRin.

“Hah? Ga mungkin!!” aku menjerit, wajahku memerah.

“Kamu kenapa sih? Kok heboh begitu?”

“Ah, aniya! Kamu pasti salah, aku ga mungkin suka sama…”

“Hah? Memang kamu suka sama siapa? Minho ya?”

“Ne? Ke…ketua? Wae?” aku mengerutkan alisku, kenapa aku harus menyukai ketua? Tiba-tiba HyoRin bersorak dan bertepuk tangan membuat seisi kafetaria melirik ke arah kami.

“Jadi kamu suka ketua?” tanya HyoRin keras.

“Kenapa aku harus menyukainya?” tanyaku balik.

“Pabo, semua orang pasti menyukainya! Dia itu sudah cakep, pintar, baik banget lagi!” HyoRin menjitak kepalaku.

“Appo! Iya juga ya? Dia sering menolongku!” tapi perasaanku berbeda, aku mungkin memang menyukai ketua. Tapi, hanya karena dia orang yang sangat baik padaku.

“Kamu suka Minho ya? Cieh, cieh!” goda HyoRin lagi.

“Siapa yang suka sama aku?” tiba-tiba ketua muncul entah dari mana. Dia langsung menatapku penuh percaya diri. Wajahnya sangat dekat.

“HyoRin Pabo!” jeritku dalam hati. Ketua langsung duduk di antara kami. Rasanya jadi serba salah.

“Jangan muncul seenakmu gitu donk! Ups!” aku langsung menutup mulutku. Apa-apaan aku ini? Bicara tidak sopan begitu pada ketua.

“Maaf ketua! Aku…” aku menunduk malu. Ketua malah tertawa.

“Ga apa-apa kok, aku senang kamu bersikap seperti itu! Tetaplah jadi dirimu Minji!”

“Maksudnya?”

“Kamu ga perlu bersikap formal padaku. Cukup seperti dirimu apa adanya, selama kamu menyukainya.” Aku menggembungkan pipiku, aku ga pernah berkata atau marah-marah pada ketua. Bersikap kasar atau membentaknya, padahal aku ini tempramen banget. Aku hanya menunjukan sikap asliku pada satu orang, dia! Entah kenapa hanya memikirkan namanya saja, aku jadi aneh begini. Jinki..

“Kalian mau makan sesuatu?” tanya ketua memecah keheningan. Aku mengangguk sopan.

“Baik tunggu sebentar ya!” dia pergi.

“Aku ikut!” seru HyoRin. Mereka berdua pergi meninggalkanku.

“Kyaa! Kamu emang manis banget sih!”

“Jinki keren ya?”

“Cakep!”

“Foto bareng dong!”

“Mau jadi pacarku ga?” aku menoleh ke sisi kafetaria yang ramai sekali. Jinki sedang di kelilingi fans-fansnya lagi. Aku tersenyum kecut, tampaknya Jinki menyukai ketenarannya.

“Aku pasti bakal nonton kamu tanding!”

“Kalau ada kamu sekolah kita pasti menang!”

“Jinki, kencan yuk!” ugh! Aku jadi mual sendiri, apa-apaan mereka? Ga tau ini tempat makan apa? Mereka ga tau sih sifat asli Jinki sebenarnya. Kalau mereka tau, mereka pasti mundur semua.

“Bisakah kalian diam?” bentak Jinki, wajahnya benar-benar angker. Tatapan mautnya itu justru membuat para gadis yang mengelilinginya makin menjadi-jadi.

“Kyaaa keren banget!”

“Seperti pangeran dari es!” aku terbatuk, pangeran dari es? Julukan yang tepat sih.

“Jinki, aku makin terpikat deh sama kamu!” mereka langsung tertawa. Benar-benar menyebalkan. Salah seorang diantara mereka menumpahkan soda yang dibawanya ke bajuku.

“Yaaa!” protesku, cewe itu menatapku dingin.

“Bisakah kalian diam? Kalian ga sadar ini tempat makan?” omelku, tapi mereka mengacuhkanku. Aku menggembungkan pipiku sebal.

“Apa sih kamu? Paling kamu cuman pengen diperhatiin Jinki aja!”

“What?” tiba-tiba situasi menegang, cewe-cewe tadi diam dan menatapku sangar.

“Kamu Kim Minji, kan? Mau apa kamu?”

“Mau apa? Kamu udah numpahin soda ke bajuku! Bahkan ga minta maaf lagi!” bentakku.

“Cuman itu?” tanyanya lagi, aku tersadar kenapa aku jadi kesal begini ya? Padahal hanya noda soda.

“Kamu pengurus Osis yang melakukan pelanggaran itu, kan? Apa ga malu ya?”

“Oh yang buat pelanggaran sama ketua Osis itu? Ya ampun dasar ga tau malu!”

“Pergi sana sama ketua rendahmu itu!” aku menggigit bibirku, kenapa mereka bersikap seperti itu?

“Jangan berkata seperti itu pada ketua!” aku marah sekali.

“Apa sih dasar belagu!” salah seorang di antara meraka menyiramku dengan segelas soda. Tepat ke wajahku.

“Hei!” ketua langsung menengahi.

“Apa-apaan kau?” bentak Rin. Air mataku jatuh, aku merasa begitu hina direndahkan semacam itu.

Brakkk…

Jinki bangkit dari duduknya, wajahnya terlihat sangat mengerikan walaupun cakep. Dia menghampiriku dan mengelap wajahku dengan sapu tangannya. Ekspresinya menyesal, dan sedih sekali.

“Jangan pernah menyentuhnya walau hanya seujung jari sekalipun! Kalian takkan ku maafkan!” bentak Jinki. Dia menarik tanganku lalu pergi entah kemana.

“Ganti bajumu, aku ingin bicara sebentar!” aku menunduk, air mataku malah jatuh. Kami berada di atap sekolah.

“Kenapa? Kenapa kau lakukan ini?” bentakku.

“Kenapa? Aku juga ga tau! Aku hanya ingin melakukannya, perlukah alasan?”

“Jangan membuatku begini Jinki!”

“Minji dengarkan!”

“GA!!” aku meneriakinya. Jinki langsung terduduk lemas.

“Apa yang harus kulakukan Minji?”

“Jangan berbuat seperti padaku lagi! peduli apa kamu padaku?”

“Apa maksudmu?”

“Kau! Gara-gara kau! Semuanya gara-gara kamu!”

“Apanya?”

“Kenapa kamu senang sekali melihatku begini menderita? Kamu merusak Hp ku…kamu…” aku terisak mengenang kejadian itu.

“Apa?”

“Apa katamu? Gampang sekali kamu bertanya. Gara-gara kamu aku ga bisa bertemu Appaku untuk terakhir kalinya!” jeritku. Kakiku lemas, Jinki menahanku.

“Minji gwênchanikka?” ekspresinya yang khawatir itu terlihat samar-samar di mataku. Dia memelukku, aku menangis sejadi-jadinya. Dia mendekapku makin erat sementara aku membasahi pakaiannya dengan air mataku hingga penglihatanku menjadi kabur dan gelap. Aku tak sadarkan diri.

Aku terbangun, matahari sangat menyilaukan mataku. Apa yang terjadi? Hah! Ya Tuhan! Ternyata aku tertidur di bahu Jinki! Dia melepas rangkulannya padaku.

“Sudah lebih baik?” tanyanya.

“Berapa lama aku tak sadar?”

“Entah, mungkin 1-2 jam!”

“Hah? Kenapa kamu ga bangunin aku?”

“Pabo, kau terlihat lelah sekali!”

“Jangan mengataiku pabo, dasar payah! Setidaknya bawa aku ke ruang kesehatan kenapa?” Jinki menarik hidungku gemas.

“Kau terlalu berat, mana sudi aku menggendongmu!”

“Aish!” dengusku, dia tertawa.

“Mandi sana, kau bau soda!” Jinki mengernyitkan hidungnya, ekspresinya lucu sekali sehingga membuatku tertawa.

“Jangan suka memaksakan diri, kondisi mental mempengaruhi fisik tau!” dia menasihatiku. Aku menjulurkan lidahku.

“Ne, ne songsaangnim!” aku berlari sebelum Jinki menarik hidungku lagi. Dia mengejarku, kami tertawa.

“Oh rupanya kalian di sini?”

“Ketua?” aku terkejut.

“Ada apa?” tanyaku.

“Aku hanya mencemaskanmu, lil dot!” dia mengacak-acak rambutku seperti biasa.

“Aku bau soda ya? Kalau gitu aku mandi dulu ya?” aku langsung ke bawah.

[Author POV]

“Jadi, apa yang kau inginkan? Kalau mau bicara, bicara sekarang juga. Waktuku ga banyak tau!” sahut Jinki dingin.

“Oh, tidak punya waktu? Padahal kau bisa berduaan dengan Minji berjam-jam!” wajah Jinki kontan memerah disindir seperti itu.

“Itu bukan urusanmu!”

“Kenapa kau begitu peduli padanya?” tanya Minho sarkatis.

“Aku hanya menjaganya untuk kakakku!” singkat Jinki.

“Omong kosong! Kau menyukainya kan?”

“Itu bukan urusanmu Choi Minho!” bentak Jinki.

“Katakan! Kau menyukainya kan? Pengecut!”

“Buat apa aku menjawab pertanyaan bodoh macam itu?” Plakk..pukulan keras mendarat di wajah Jinki.

“Kau menyukainya kan? Kau tak pantas untuknya karena kau hanya akan menyakitinya saja!” Plakk…pukulan balasan dari Jinki membuat Minho terjatuh.

“Kau bukan apa-apa!” Jinki berlalu.

“Aku akan membuat perhitungan denganmu jika kau sampai menyakitinya!” teriak Minho, Jinki mengacuhkannya.

~TBC~


Posted 30 April 2011 by MVP in Fan Fiction

Tagged with , , , , , , , , , ,

4 responses to “[FF] Precious Thing *Part 15 of ?*

Subscribe to comments with RSS.

  1. gyaaa.
    lanjut chingu,
    penasaran sama minji, jinki, dan minho nantinya.
    minho akhirnya sama krystal kah??

    jgn lama2 lanjut yah chingu..
    hehe.
    udah penasaran bgd ni.

  2. hehehe…
    cerita y keren koq author
    bkin penasaran
    d tunggu lanjutannya ya auhtor.
    hwaitting!!

  3. kyaaaaaa….. aq bcanya ampe jerit2 gila …. >.< " *abaikan
    wajahq jd ikutan merah gara2 jinki… aigoo~ daebak thor.. hwaithing… ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: