[FF] Precious Thing *Part 9 of ?*   4 comments


Cast =

  • Onew SHINee
  • Kim Minji (Fiksi)
  • other SHINee member

Foreword:

Hey..hey..

Disini author BARBIE (MVP)..!!

Ini dia update-an Precious Thing..

Well, im so sorry, jika kalian ga suka ceritanya karena aneh, gaje dan sebagainya, maklum author masih baru dalam dunia per-ff-an #halaaah

So this is it..

Read, enjoy nd leave comment if u like it..

Junbi..Sijjak..!

.

.

.

Chapter 9

Hero

~Background Music: Hillary Duff-Someone’s watching over me~

Akhirnya bel pulang berbunyi juga. Aku langsung bergegas untuk pulang.

“Minji?” panggil Kim Songsaangnim.

“Ne? Sonsaangnim.” Aku berhenti dan menyuruh HyoRin duluan, namun sepertinya ia enggan untuk pergi. Aku memutar bola mataku.

“Pikirkan lagi kata-kata saya tadi pagi!” aku mengangguk.

“Memangnya ada apa?” Tanya HyoRin, saat Kim Songsaangnim sudah jauh.

“Itu, Songsaangnim nawarin tinggal bareng di rumahnya!”

“What? Enak banget, pengen juga nih!” seru HyoRin asal.

“Terima aja Minji, mumpung bapaknya ganteng, kapan lagi?” suruhnya.

“Udah punya istri tau! Bahkan punya anak juga!” sahutku gemes.

“What? Si Onnie hamil?” aku mengangguk.

“Yah.. Well, dulu kan mereka pernah tinggal bareng kamu. Jadi balas budi ga apa-apalah. Eh tapi, kan ada Jinki!!” seru HyoRin seakan baru menyadari sesuatu.

“Ga bisa, ga boleh! Pokoknya kamu ga boleh tinggal sama mereka apapun yang terjadi. Bisa-bisa kamu kena sial lagi.” Cerocos HyoRin. Aku memikirkan kembali, Jinki menawariku untuk tinggal dengannya. Kim Songsaangnim juga, tapi….

“Kamu…” panggil seseorang di depanku, gayanya yang angkuh meletakkan tangannya di saku celananya.

“Apa? Kau mau apa di sini?” HyoRin sewot langsung menyemburnya. Namun Jinki mengabaikannya dengan sempurna, dia menghampiriku.

“Ayo pulang!” ajaknya.

“Hah? A…apa maksudmu?” dia langsung menarik tanganku, dan menyeretku.

“Hyaaa….Omo, Jinki lepasin!! Aduh! Sakit!” aku meronta-ronta, apa dia mau menculikku? Tidak!!

“Naik!” perintahnya, dia menyuruhku naik ke atas motornya. Aku diam saja, bingung. Dia menarik tanganku lagi.

“Apaan sih? Kamu ini kenapa?” bentakku sambil menarik tanganku kembali.

“Kamu tuli ya? Ku bilang cepat naik!” matanya menatapku, seram!

Aku langsung naik tanpa berpikir dua kali, aku ga sanggup menatapnya. Jantungku berdebar kencang, entah karena takut, gugup atau apa. Tapi sikapnya barusan, meski kasar aku tau maksudnya baik. Kami berdua melaju kencang di atas jalan raya selaju degup jantungku. Dia benar-benar liar! Dan akhirnya perjalanan kami berakhir di depan sebuah rumah.

“Oh…aduh!” aku turun dengan terhuyung-huyung, Jinki memegangiku.

“Kamu ga apa-apa?”

“Kupikir aku akan mati! Gimana caramu mendapat SIM sih?” dia mengacuhkanku lalu masuk, aku mengikutinya dengan perasaan tak yakin.

“Aku pulang!” kata Jinki sambil mendorong pintu.

“Selamat datang, Jinki…O my!! Minji!!” sapa Onnie, Jinki melirik ke arahku dengan raut wajah yang misterius.

“Hei Onnie!”

“Jinki, kau membawanya? Oh, gomawo na dongsaeng!” Onnie memeluk Jinki sekilas. Wajah Jinki langsung memerah.

“Dia, mulai hari ini akan tinggal bersama kita!” sahutnya cuek, lalu pergi berlalu.

“A? Ya ampun! Akhirnya!” Onnie langsung menghambur memelukku.

“Kutunjukkan kamarmu!” ujar Onnie lagi. Aku sedikit merasa tidak yakin, namun toh tetap mengikutinya. Kami naik ke lantai 2.

“Ini kamarmu, di sana kamar Jinki. Jadi kalau ada apa-apa kamu bisa minta tolong padanya. Kamar Onnie di lantai 1. Sekarang masuk dan istirahatlah!” aku mengangguk dan masuk, entah apa yang kupikirkan. Barang-barangku pun masih ada di rumah HyoRin. Tapi, sepertinya aku memang tidak bisa lagi keluar dari sini. Pertama karena aku tak punya uang yang cukup untuk menyewa tempat tinggal, dan mumpung ada yang mau memberiku tumpangan gratis why not?

“Hallo HyoRin, ini aku!” aku menyapanya dengan suara tertahan.

“Oh hei Minji, tega sekali kau! Tidak bilang apa-apa padaku!”

“Apa maksudmu? Hmm, well aku mungkin baru mau bilang.” Aku menggigit bibirku, ragu.

“Ya, itu dia. Tolong rawat dia baik-baik Songsangnim! Ia adalah sahabat terbaik yang kupunya!”

“HyoRin, kau masih di sana? Aku, maaf aku!”

“Hentikan itu Minji, Kim Songsaangnim baru saja pulang setelah mengambil barang-barangmu!”

“Mwo?”

“Mestinya kau sudah tau itu, kau ingin mengatakannya kalau akan tinggal di rumah Kim Songsaangnim kan?”

“Hmm, ya! Mungkin, baiklah. Apa aku mengganggumu?”

“Apa maksudmu? Sejak kapan kau tidak menggangguku?” candanya. Selanjutnya kami berdua tertawa di telepon. Perlahan rasa tidak yakinku berubah, HyoRin memang tau cara mengobatinya. Dan aku bersyukur menjadi sahabatnya, sangat bersyukur.

Berjam-jam kulalui di dalam kamar, menata pakaianku dan segalanya. Aku masih mengingat jelas kejadian tadi siang saat Jinki membantuku mengerjakan persamaan itu, walaupun aku merasa dipermalukan tapi memang aku sudah memalukan sejak awal. Mungkin benar kata Kim Songsaangnim, dia sebenarnya baik. Tapi karena banyak masalah sehingga membuatnya seperti itu. Berarti ia anak yang cukup tegar, seharusnya aku bisa memahami perasaannya.

“Untuk tugas kalian, saya ingin kalian menampilkan sebuah karya untuk ujian akhir nanti. Boleh jadi seni musik, tata boga dsb. Yang jelas, kalian harus bisa menampilkannya, mengerti?” Tanya Han Songsangnim, guru ketrampilan.

“Baik, untuk sekarang. Saya ingin mengetes kemampuan vocal kalian. Untuk mengambil bagian solo dan koor nanti. Tolong yang pertama, Kim Minji.” Panggil beliau, aku menengadah dan mengangguk.

“Tolong Jinki, mainkan instrumennya!” hah?? Kenapa dia?

“Kenapa mesti saya? Lagian suara perempuan ini ga bakal nyatu dengan harmoni permainan musik saya!”

“Saya juga ga mau kalau dia yang main instrumennya, bisa-bisa suara indah saya bakal rusak!”

“Yang bakal rusak itu telingaku mendengar suara jelekmu!” bentak Jinki. Apa??

“Bagus deh kalau telinga mu bisa rusak, aku malah berharap!” balasku.

“Sudah cukup! Minji, Jinki ambil posisi!”

“Jangan bercanda!” bentak Jinki sambil keluar kelas. Dia pergi tanpa menghiraukan teguran Han Songsangnim. Tapi aku tak mau peduli.

“Hhh…Oke, Taemin ambil posisi!” perintah Han Songsangnim. Aku menarik napas perlahan kemudian membaca sebaris lagu.

“There’s a hero if you look inside your heart” Aku menarik napas lagi, membaca lirik berikutnya.

“You don’t have to be afraid of what you are.”

“There’s an answer if you reach into your soul. And the sorrow that you know will melt away”

“And then a hero comes along. With the strength to carry on. And you cast your fears aside. And you know you can survive. So when you feel like hope is gone. Look inside you and be strong. And then you’ll finally see the truth. That a hero lies in you”

Aku membuka mataku seraya tersenyum ketika mendengar suara tepuk tangan yang meriah.

“Bagus sekali Kim Minji, kamu dapat bagian solo. Baik satu lagi bagian solo, untuk laki-laki. Ada yang berani coba?”

“….”

“Mungkin saya akan mengetes kalian lagi, untuk sekarang tidak ada yang menepati bagian solo ini.”

“Jinki belum mencobanya!” sergah Krystal, aku meliriknya. Jinki?

“Lee Jinki? Dia bahkan tidak boleh mengikuti kelas yang berikutnya. He got punish!” jawab Han Sonsangnim dingin.

“Minji, bersiaplah. Dan berlatihlah! Karena bel sudah berbunyi, kita lanjutkan minggu depan. Selamat siang!”

“Ne, sonsaangnim! Annyeonghi gyesipsiyo!”

@koridor sekolah

“Suaramu keren banget sih, bagus!” puji HyoRin yang datang menghampiriku, aku tertawa.

“Persiapan buat duet sama Onew!” aku tertawa, dia memutar bola matanya.

“Onew lagi! Bosen, kamu tuh ga berubah ya!” dia tertawa.

“Hey guys!” tegur Ketua, dengan senyum khasnya.

“Ketua!!”

“Cieh, aku mesti pergi, nih. Takut ganggu oops!!” goda HyoRin, aku mencubitnya gemes. Ketua tertawa.

“Jangan pergi dong HyoRin, aku cuman mau nawarin tiket nonton konser band kesukaan Minji, SHINee!” ujarnya lagi sambil memberiku 4 tiket konser SHINee.

“Whoaa…Ketua? How do you know? Ini kan band favoritku! Gomawoyo…”

“Ok, jangan terlambat ntar malam jam 7! 2 lagi buat HyoRin dan pacarnya?” sahutnya lagi.

“Hah? Aku? Well, thanks banget Minho. Love you baby!!” ujar HyoRin senang.

“Kalau pacarmu dengar Yoong HyoRin! Dia pasti bakal cemburu.” Ketua tertawa.

“Ne, ne… aku ga bakal ngambil dia kok! Sana bawa pulang!”  Goda HyoRin.

“Apa sih, emangnya ketua barang? Jangan seenaknya dong!” kami bertiga tertawa-tawa seraya menuju kantin.

“Minho?” panggil seseorang. Kami menoleh ke sumber suara, Krystal? Dia menatapku aneh, seperti marah?

“Bisa bicara sebentar?” tanyanya, Ketua malah beralih ke arahku seakan meminta pendapatku.

“Ne, gwênchanayo!” aku tersenyum sambil mendorongnya pelan menghampiri Krystal. Aku dan Rin meninggalkannya.

[Author POV]

“Ada masalah apa, Krystal?” Tanya Minho, Krystal tampak ragu kemudian ia berjalan menuju ruang music yang kebetulan ada di sekitarnya. Mau tak mau Minho mengikutinya. Ada apa sebenarnya? Sepertinya begitu serius!

“Kau menyukai Minji, kan?”

“Mwo? Maksudmu?”

“Jangan pura-pura! Kau memang menyukai Minji kan, Minho?” Krystal mencoba menahan sakit hatinya, tapi ia tau sakit hatinya ini sangat sulit diredam.

“Aniyo, apa maksudmu? Jangan berkata yang ga penting Krystal!” Minho menghindar, ia tak sadar bahwa ucapannya barusan menyakiti hati Krystal.

“Minji ga pantas buatmu! Dia itu penjilat! Kamu ga tau dia sekarang dengan  Kim Songsaang, berusaha menjilat!”

“Apa maksudmu? Minji memang tinggal bersama Kim Songsaang, karena mereka seperti keluarga. Ga ada hubungan lain!” bantah Minho.

“Kenapa kamu begitu yakin? Memang Minji mengatakannya padamu? Pernah dia bilang siapa yang ia sukai?” Minho terdiam, ia sadar betul bahwa Minji mugkin saja tidak menyukainya. Tapi ia akan berusaha, menghentikan rumor gila Krystal.

“Kenapa? Ada apa denganmu Krystal?”

“Aku membencinya!” geram Krystal terisak. Minho terdiam, hanya diam. Dia tak tau apalagi yang harus ia perbuat.

TBC..

Posted 27 April 2011 by MVP in Fan Fiction

Tagged with , , , , , , ,

4 responses to “[FF] Precious Thing *Part 9 of ?*

Subscribe to comments with RSS.

  1. aku comment dulu ya abis itu baru baca

  2. Bagus bgt..

  3. abang minho kurang gentle ternyata… kkk ~
    good ff chingu… ^_^

  4. Jinki sifat kasarnya mulai melunak (?) sih dah kyk bubur… #eh?
    Hahaha ceritanya makin bagus ! Nice😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: