[FF] Precious Thing *Part 11 of ?*   7 comments


Cast =

  • Onew SHINee
  • Kim Minji (karakter fiksi)
  • Other SHINee member

.

.

Chapter 11

I’m With you

~Background Music: Avril lavigne-Im With U~

 [Minji POV]

“Minji, gwênchana?” aku melihat sosok penyelamatku, dia berdiri dengan berani mebelakangiku menahan balasan dari Key. Dia melindungiku, aku hanya bisa terdiam tak percaya.

“Kamu? Kenapa kamu ada di sini?” bisikku tercekat, Jinki berpaling. Sorot matanya mungkin aku salah lihat, tampak khawatir.

“O my! Lu? Luna?” aku berpaling dan semakin terkejut menemukan Luna tepat di sebelah Jinki. Kenapa bisa? Beribu pertanyaan di benakku. Kenapa? Kenapa ada Luna? Apa hubungannya?

“Kalian saling mengenal?” Jinki menanyai Luna.

“Ng..nggak!!” jawab Luna, apa? Maksudnya? Dia bilang ga mengenalku? Luna menatapku, seperti berharap atau apa?

“Aku tidak mungkin mengenalnya!” sergahku dipaksakan kemudian, HyoRin melotot. Dia tau lebih dari siapapun, tentu saja kebohonganku ini bisa terbongkar dengan mudahnya.

“Oppa? Kenapa kamu malah berkelahi di sini?” Tanya Luna manja. Oppa? Apakah dia ini Jinki yang sering dibicarakan Luna?

“Oppa?” tanyaku refleks. Luna melotot ke arahku, seperti mewarning supaya aku tidak membongkar identitas hubungan kami berdua. Kenapa dia melakukan itu padaku?

“Ehm Luna, dia Minji. Minji dia Luna!” Jinki malah memperkenalkan kami berdua.

“Dia cewe yang tinggal bersamaku! Maksudku noona.” Lanjutnya.

“Apa?? Jadi, selama ini dia yang tinggal sama oppa? Kok bisa?”

“Ceritanya panjang Luna! Well, Minji apa urusanmu dengan laki-laki barusan?”

“Oppa jangan mengalihkan pembicaraan!” rengek Luna.

“Itu bukan urusanmu Jinki!” tiba-tiba ketua menengahi, ia langsung menarik dan merangkulku yang masih bingung.

“Jadi itu urusanmu?” ejek Jinki, aku melirik ekspresi tegang ketua dan wajah Jinki yang santai. Aku berpura-pura mendatangi HyoRin.

“Apa maksudmu Lee Jinki?” tantang ketua. Jinki menghela napas.

“Entah apa yang akan terjadi kalau aku tidak ada? Makanya, jangan menggunakan pakaian seperti itu lagi, Minji!” tiba-tiba Jinki malah memarahiku, ini aneh! Bukankah ia tidak mau berbicara denganku, tapi kenapa ia memprotes penampilanku? Padahal ketua bilang aku cantik.

“Jinki!” seruku, saat kurasa keadaan akan menegang kembali. Key dan pacarnya telah lenyap entah kemana. Luna menatapku aneh, pandangan tidak suka. Entah aku telah berbuat apa padanya.

“Jangan sok pahlawan seperti itu dong! Dasar payah! Aku bisa membelaku diriku sendiri!” cecarku tanpa sadar, aku menarik tangan HyoRin dan ketua menjauh dari situ. Aku menangis, kenapa aku begitu bodoh? Kenapa aku mengatakan hal itu padanya. Kami naik mobil dan pulang, aku hanya terdiam. Kenapa Luna merahasiakannya ya? Apa ia marah padaku? Kami menuju rumah HyoRin dan setelah mengantarnya pulang, ketua mengantarku ke rumah Jinki. Apa yang harus kulakukan jika bertemu dengannya? Apa mungkin dia akan marah padaku?

“Minji? Kamu tidak mau masuk?” Tanya ketua lembut, kami sudah sampai di depan rumah.

“Maaf tadi aku sedikit emosi, kamu baik-baik saja?” tanya ketua lagi, aku hanya mengangguk tak begitu memperhatikannya. Sepertinya Jinki juga baru sampai. Aku turun dan tanpa mengucapkan selamat malam atau terima kasih aku langsung pergi dari sana. Ringtone Hp membuyarkan konsentrasiku yang sudah ku bangun untuk menghadapi Jinki nanti.

“Minji! Aku benci padamu!” isak Luna di sebrang sana.

“Ap? Luna?” tiba-tiba emosiku kembali memuncak.

“Kau keluar dari rumah karena Jinki oppa kan? Karena kau tinggal bersamanya?”

“Luna jangan salah paham, Jinki hanya menawariku. Ehm maksudku, aku tinggal bersama kakaknya! Lagipula kami tidak ada hubungan apa-apa!”

“Bohong!” kerasnya.

“Luna, memang seperti itu adanya. Kenapa kamu malah menyembunyikannya? Menyembunyikan identitas kita?”

“Aku tidak mau oppa tau aku dan kau bersaudara.”

“Kenapa tidak?” aku mulai memanas.

“Pokoknya nggak! Kamu harus segera keluar dari sana!” bentak Luna.

“Itu ga mung…”

“Kenapa? Kamu mau menyusahkan Jinki oppa lagi? Setelah menyusahkan keluargaku! Kau penjilat!” bentaknya kasar.

“Apa?” air mataku meleleh lagi, Luna mengataiku penjilat?

“Kenapa kau berpikir begitu Luna? Kamu pikir ini semua kemauanku? Aku juga tidak mau tinggal bersamanya!” bentakku.

“Aku ga butuh alasanmu! Wanita rendah!”

“Luna cukup! Kalau kau meneleponku hanya untuk mengataiku seperti itu, maka kau beruntung telah mengatakannya. Dan asal kau tau saja, bukan aku yang meminta Jinki berbuat seperti itu padaku, dan bahkan bukan aku yang minta ditolong seperti yang tadi! Arasso??” aku langsung mematikan Hpku. Omma, appa…kalau kalian berdua masih hidup aku ga mungkin seperti ini. Aku masuk ke kamarku dan hanya bisa menunduk ketika berpapasan dengan Jinki.

“Jinki!” panggilku lemah, aku hanya berusaha memperbaiki keadaan.

“Kau siapa? Kenal?” sahutnya dingin dan langsung meninggalkanku. Aku menggembungkan pipiku. Dia marah? Dia benar-benar marah? Apa karena kata-kataku? Ya Tuhan! Aku benar-benar ga sanggup lagi, aku terdiam lama.

“Maaf Jinki…” gumamku pelan sambil masuk ke kamarku. Di sana aku menangis, berpikir kemudian menangis lagi. Kenapa bisa seperti ini? Tak adakah orang yang menyayangiku saat ini? Begini rasanya tak punya siapa-siapa, kau tidak diterima dimanapun kau berada. Dan tak satupun yang peduli. Omma appa ku mohon kembali. Aku memerlukan kalian, ku mohon. Ku mohon jangan tinggalkan aku sendiri, aku ingin bersama kalian. Aku ga bisa melanjutkan hidupku. Kesedihanku memuncak, kepalaku benar-benar pusing. Bahkan napaskupun sesak. Setiap hembusannya, aku berharap itu yang terakhir. Aku ingin mati saja, agar kesedihan begini tak terasa lagi. Lagipula siapa yang membutuhkanku? Aku hanya wanita rendah yang dibenci semua orang, kalau aku ga ada mungkin bisa lebih baik lagi. Setidaknya, aku ga melukai Luna. Aku ingin mati, aku ingin mati, aku ingin mati. Aku terus berbisik seorang diri hingga aku tak sadarkan diri.

tbc..

Posted 27 April 2011 by MVP in Fan Fiction

Tagged with , , , , , , , ,

7 responses to “[FF] Precious Thing *Part 11 of ?*

Subscribe to comments with RSS.

  1. Wow..
    Aku sudah duga, kalau Jinki yg bakal nangkis pukulannya Key #sotoy bgt aku.
    Eh ternyata bener. Huehehe..
    Jinki ma luna? mereka itu balikan thor?
    Duh luna jadi jahat kalo cemburu ya???
    Itu jinki nya udah mulai suka sama Minji?
    Di akhir part, Minji kasian banget.
    Jangan berpikir gitu Minji masih ada ketua, Jinki nya buat aku #plakk.
    Barbie cepetan di post ya ff yang laen.
    Pokoknya aku bakalan setia menunggu karya mu.
    Aku akan jadi pembaca + komentator tetap deh disini.

  2. Wow..
    Aku sudah duga, kalau Jinki yg bakal nangkis pukulannya Key #sotoy bgt aku.
    Eh ternyata bener. Huehehe..
    Jinki ma luna? mereka itu balikan thor?
    Duh luna jadi jahat kalo cemburu ya???
    Itu jinki nya udah mulai suka sama Minji?
    Di akhir part, Minji kasian banget.
    Jangan berpikir gitu Minji masih ada ketua, Jinki nya buat aku #plakk.
    Barbie cepetan di post ya ff yang laen.
    Pokoknya aku bakalan setia menunggu karya mu.
    Aku akan jadi pembaca + komentator tetap deh disini.?

  3. haha.
    ni komennya di gabung aja yah chingu.
    kok luna tiba2 gitu sih???
    padahal karakternya di awal kan baik bgd
    tapi skrg jadi jahat.
    mmg udah kliatan dr awal, kalo jinki bakalan suka sama minji.
    hehe,.
    lanjut slanjutnya chingu..
    hehe.
    pokoknya like this ff dah.

  4. sorii chingu, jd buat chingu rasa ffnya chingu gagal.
    tapi maksud aku bukan gitu, dari sekian ff yang aku baca emang banyak yg gitu, jd yah udah langsung tau endingnya,
    tapi, kan yg perlu jalan ceritanya, bukan endingnya.
    hehe
    aku ttep suka sama ffnya kok.
    buruan lanjut yah.

  5. suamiku kok cuek sangat yak? T_T jahat *plakk..
    lanjut thor😀

  6. Wah minji tertekan… Jinki mulai ngambek… Nah lho, nah lho *gaya upin ipin* hahaha makin seru😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: