[FF] Precious Thing *Part 10 of ?*   4 comments


Hehehe..

Annyeong lagi..

Well, ga bosen2 nya aku menyapa kalian..

Aku berharap blog ini semakin rame dengan banyaknya pengunjung yang mampir ke sini..

Kalian pasti bertanya2 judul blog ini SHINee’s Fan Fiction, tapi koq ff nya dikit banget..?

Yah, karena aku sendiri yang menjalankan blog ini, selain aku juga sibuk kuliah + banyak tugas (sok sibuk banget), aku juga yang membuat ff disini.

Jadi maafkan yah kalo isinya dikit + aneh *hehe..

Ok. So, yang mau aku bilang Precious thing akan sangat lama tamatnya, dikarenakan banyaknya chapter yang ada. huehehehe..

Tapi aku akan secepatnya post..

The last,,

Read, Enjoy + leave comment guys.. ^^

.

.

Chapter 10

The Concert

~Background Music: SHINee-Romantic~

[Minji POV]

“Minjiiii!!” seru HyoRin dari kejauhan, saat itu aku sedang bersama Yoona menuju perpustakaan.

“Mianhae, Key ga bisa ikut. Jadi gimana dong?”

“Aish, Yoona, mau ikut?” ajakku. Yoona tampak ragu.

“Mianhae Minji, sebenarnya… Ada latihan basket tambahan untuk tim putri!” aku mengangguk.

“Baiklah, sini biar aku yang ngurus!” aku bermaksud memberikannya pada Onnie, biar ketua dan HyoRin tau seperti apa nae Onnie. Tapi kenapa Key ga mau ya? Biasanya mereka mesra mesra aja berdua, walau akhir-akhir ini HyoRin jadi jarang membicarakan dia. Mungkin lagi ada masalah?

Dulu, sebelum HyoRin dan Key jadian, Key sempat menyatakan perasaannya padaku. Namun aku menolaknya, karena HyoRin sudah menyukainya. Kupikir aku melakukan hal yang benar, karena tak lama setelah itu ku dengar mereka jadian. Mereka lumayan mesra dan terkadang sikap Key padaku sedikit membuatku merasa bersalah pada HyoRin.

You got the wrong number, I’m sorry you got the wrong number. So don’t call me no more.

Ringtone Hapeku berbunyi, ada sms masuk ternyata dari Onnie. Katanya dia harus ke luar kota dulu sekarang, ada masalah dengan orang tuanya. Jadi untuk sementara, aku lah yang harus memasak makanan buat Jinki. Apa? Aku memencet Hpku mengiyakannya. Lalu kembali berjalan pulang, naik bis kota.

[Author POV]

“Well you done done me and you bet I felt it. I tried to be chill but you’re so hot that I melted. I fell right through the cracks. and now I’m trying to get back”

Jinki memainkan gitar lamanya, sudah lama sekali dia tidak bermusik. Lagu itu adalah lagu favoritnya, dia mulai memetik gitar dan bernyanyi. Suaranya sangat indah dan walau hanya dengan iringan gitar akustik, tetap saja terdengar jernih dan lembut! khas cowo!

“I won’t hesitate no more, no more. It cannot wait, I’m yours.”

[Minji POV]

Aku masuk ke dalam rumah. Aku mendengar sebuah lagu yang sangat  familiar di telingaku. Suaranya, bagus sekali. Apa Jinki? Aku menggeleng tak percaya, mungkin itu suara TV.

Aku naik ke lantai 2, suara itu makin jelas terdengar. Bahkan semakin aku menghayati, makin aku terlena dengan suaranya. Jinki sangat pandai bermusik. Aku masih saja terpaku mendengarkan harmonisasi permainan musiknya sambil menggenggam tiket konser SHINee. Apa ku berikan pada Jinki saja? Sepertinya dia suka band ini juga.

Jinki membuka pintunya secara tiba-tiba, mengejutkanku yang masih mematung memikirkan tentang tiket itu. Dia mengamatiku serius.

“Mau apa kau?” serunya galak. Aku terdiam, serasa kikuk.

“Aku hanya ingin memberimu ini!” ujarku kalem.

“Apa ini?” tanyanya. Ugh, kenapa sih dia ini? Sok cool banget, biasa aja deh!

“Tiket konser lah! Dilihat juga tau kali!” dia menatapku misterius, ya Tuhan! Jinki, please jangan tatap aku seperti itu. Detak jantungku kembali bergemuruh, apa aku sakit ya?

“Ehm ketua, maksudku Minho mengajak nonton konser, aku dan HyoRin juga pacarnya. Tapi pacar HyoRin ga bisa, jadi aku…ya..ingin menawarimu, kalau barangkali kau..mau?” dia bersandar di pintu kamarnya.

“Minho?” ia menautkan alisnya, aku mengangguk cepat.

“Aku ga butuh!” tolaknya kasar, dia langsung pergi ke bawah. What? Mestinya, ga mesti gitu juga nolaknya! Kalau ga mau, kan masih bisa bilang baik-baik!

“Yaa!! Jinki!” seruku. Namun ia langsung pergi begitu saja, aku hanya mengerucutkan bibirku kesal.

Sorenya aku pergi ke rumah HyoRin, bersiap. Ketua bilang, ia akan menjemput kami. Sebelum berangkat, aku sudah mempersiapkan makan malam untuk Jinki. Dia yang saat itu sedang menonton televisi di ruang tamu yang tepat bersebelahan dengan dapur dan ruang makan. Tiba-tiba saja Jinki ada di sebelahku, mengambil beberapa cemilan.

“Aku mau jalan malam ini, makan malamnya udah kusiapin!” ia hanya diam saja.

“Aish! ga punya mulut apa ya?” gumamku ngedumel. Dia menatapku aneh.

“Dasar aneh!” komentarnya seraya berlalu cuek. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala. Bukannya yang aneh itu dia?

Tanpa basa-basi lagi aku pergi ke rumah HyoRin. Sampai di sana, HyoRin hanya mengomentari gaya berpakaianku yang aneh. Aku memutar bola mataku saat dia mencoba mendandaniku. Hasilnya di luar dugaan, HyoRin memakaikan rok mini funky yang bagiku ini terlalu pendek.

“HyoRi…rin! Kurasa ini bukan gayaku deh!” HyoRin mendengus berusaha tidak mendengarku.

“Kau ini cantik, dan sekali-sekali buatlah ketuamu senang dengan dandananmu ini!”

“Hey! Ketua tidak mungkin begitu!” belaku sambil merengut.

“Ne, ne! Tapi dia tetap laki-laki kan?” goda HyoRin, aku menutup wajahku yang memerah ini. Tak lama bel berdentang, HyoRin keluar dengan gesitnya sedang aku malah merasa sangat malu dan ragu untuk pergi. Aku berpikir untuk memakai kembali pakaianku. Namun di saat itu HyoRin masuk, dan dia membawa KETUA! Aku menunduk malu sambil mengamati ekspresi wajah ketua dari sela-sela rambutku.

“Hmm?” dia mengangkat bahu dengan lucu.

“Apanya yang hmm? Seharusnya kamu berkomentar dengan jelas, Minho!” sahut HyoRin.

“HyoRin!” potongku cepat lantas menunduk lagi.

“Kamu…terlihat sangat cantik!” puji ketua sambil tersenyum, aku menatapnya tidak yakin namun senyumnya begitu tulus. HyoRin bertepuk tangan seraya menggoda kami berdua aku menggamit tangan HyoRin gemas. Hal yang tak terduga, ketua menggandeng tanganku mesra seakan aku ini tuan putri yang berharga. Untung saja waktu itu malam, jadi ga kentara banget kalau wajahku merona.

Kami memasuki gedung konser yang begitu luas itu. Saat SHINee menyanyikan hits terbaru mereka yang Hello, tanpa terasa air mataku meleleh. Kenapa di saat itu aku malah memikirkan Jinki ya? Apa karena mirip dengan Onew?? Snap!!. Aku aneh sekali, padahal ada ketua yang menggenggam tanganku di sini tapi kenapa aku malah memikirkan cowok itu. Aku begitu terhipnotis dengan lagu-lagu dari SHINee, air mataku semakin deras seiring dengan pikiranku yang melayang-layang pada sosok cowok yang entah mengapa perlahan-lahan sulit kulupakan itu. Apa ini berarti sesuatu?

@di luar gedung konser

“Kok nangis sih? Terharu ya?” bisik ketua sambil menghapus air mataku, aku tersentak dan mundur menghindari dirinya.

“Mianhae, gwênchanayo!” aku jadi serba salah dengan tindakanku sendiri. Tiba-tiba HyoRin menarikku dari sana. Ketua mengejarku yang di tarik oleh HyoRin. Kami bertiga meninggalkan tempat itu.

“HyoRin waeyo?” kulihat matanya merah, jarinya gemetar ketika dia menunjuk seseorang. Aku dan ketua melihat apa yang di tunjuk oleh HyoRin, itu Key! dan ia sedang bersama seorang gadis lain! Tanganku mengepal tanpa di sadari. Ketua menggenggam kepalan tanganku, wajahnya yang teduh mencoba menginterupsi pikiranku. Namun emosiku memuncak.

“Key!!” seruku, Key yang saat itu hendak mencium cewenya jadi urung melakukannya dan menatapku terkejut.

“Min..ji? Oddoke?” dia terbata saat menemukan HyoRin yang ada di sebelahku. Aku menghampirinya dengan segenap perasaan benciku, karena membuat sahabatku menangis. Ketua menarik tanganku, tapi aku menangkisnya. Sekilas wajah ketua tersirat kesedihan. Mungkin ia kecewa aku ga bisa mengontrol emosiku.

“Nugu sijiyo, Key?” aku melemah, walau bagaimanapun Key dulunya juga sahabatku.

“Bukan urusanmu Minji!” sangkalnya.

“Kenapa kau tega Key?” aku menangis mendengar isakan HyoRin.

“Minji itu bukan urusanmu!” tegas Key, dia menatapku tajam.

“Ya, memang itu bukan urusanku! Tapi dia SAHABAT ku! Kamu pikir kamu siapa berani membuatnya menangis seperti itu? Memang apa kurangnya dia? Bukankah selama ini kalian baik-baik aja? Tapi kenapa?” aku mencengkeram kerah baju Key, namun dengan mudahnya ia melepas tanganku.

“Minji dulu kau memang sahabatku, tapi sekarang aku tidak bisa membagi apapun denganmu lagi.”

“Tapi kenapa harus HyoRin? Dia tidak pernah mengkhianatimu? Kenapa?” tuntutku lagi.

“Cukup, jangan nasihati aku lagi! Kamu bukan siapa-siapaku Minji! Dia pacarku mulai dari sebulan yang lalu. Ia orang yang tidak pencemburu seperti sahabatmu itu, dia juga orang bisa membahagiakan diriku.” Key mengecup singkat pipi kekasihnya itu. Emosiku benar-benar meledak.

“Jadi itu yang kamu sebut kebahagiaan?” bentakku, aku menginjak kakinya dan meninju wajahnya sampai ia benar-benar terpental. HyoRin berteriak, ketua langsung menangkapku. Namun aku tetap ga merasa puas. Key menatapku marah, ga menyangka aku bakal memukulnya. Dia bahkan sangat marah sampai menghempas tubuh kekasihnya sendiri yang saat itu ingin membantunya berdiri.

“Kim Minji!” bentaknya berapi-api. Sejurus kemudian, aku melihat gerakannya ingin membalasku, aku tak bisa menghindar, dan hanya bisa menutup mataku.

Brakkk…!!

TBC

Posted 27 April 2011 by MVP in Fan Fiction

Tagged with , , , , , , , ,

4 responses to “[FF] Precious Thing *Part 10 of ?*

Subscribe to comments with RSS.

  1. OMO!!
    Minji mau di pukul ama Key?
    Kyaaa.. Key nya jadi berandalan.. Huhu..
    Lanjut..

  2. Kenapa tuh ada brak-brakan?? Haha

  3. hiya….si key..kau berkhianat padakuuu… *plakkk…gubrak*
    lanjut thor…😀

  4. Woah… Key udh nampangny sekilas, bad boy lg, yg sabar yoo nak u_u *dihajar Key* ak suka deskripsi minji dag-dig-dug. Hahaha berasa jd minji😄 #plak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: