[FF] Precious Thing *Part 8 of ?*   6 comments


Cast=

  • Onew SHINee
  • Kim Minji (Fiksi)
  • Other SHINee member

.

.

Chapter 8

The Other Side Of Him

~Background Music: K.Will ft Tiffany- A Girl Meets love~

Aku tersentak bangun, keringat dingin membanjiriku. Ada apa ini? Dengan mata mengerjap kulirik jam, masih setengah lima. Bahkan HyoRin saja masih tidak bergerak saking pulasnya. Mimpi itu sangat nyata bagiku. Aku memeluk lututku, gemetar dan takut. Aku mencoba mengingat apa yang terjadi. Tapi nihil, hanya potongan gambar sekilas yang bisa kuingat. Aku tidak ingin mendebatkan masalah memori otakku yang sedikit bermasalah ini. Aku menarik selimut, dan berusaha memejamkan mata. Napasku memburu sesak. Apa ini pertanda? Aku mencoba mengabaikan mimpi itu. Perasaan kebas menjalari sekujur tubuhku.

Aku langsung menuju kamar mandi, membasahi diriku dengan guyuran air dingin. Berharap itu bisa sedikit menyegarkan kepalaku walau sedikit mustahil. HyoRin masih tertidur sepertinya, sebaiknya aku membuat sarapan pagi untuknya yah setidaknya sebagai tanda terima kasih karena telah mengijinkanku menginap di rumahnya semalam. Aku memang suka memasak, walau ga terlalu pandai dalam hal itu. Aku membuat sarapan sederhana dari nasi goreng dan telur dadar.

“Minji? Kau sedang apa?” Tanya HyoRin yang tiba-tiba muncul, dia bahkan sudah berpakaian seragam lengkap.

“Emm, HyoRin? Kau sudah bangun?” tanyaku basa-basi. HyoRin diam sebentar, melongo.

“Yang masih tidur itu kamu!” sembur HyoRin, ia langsung berlari ke meja makan.

“Baunya enak nih! Tampilannya juga menarik!” komentar HyoRin, aku tersenyum. Memangnya dia juri lomba masak?

“Ganti bajumu, ga ada alasan buat bolos hari ini!” aku tertegun.

“HyoRin, aku…”

“Duh Minji, anggap aja ini rumahmu! Memang sih kecil dan jelek, tapi kau bebas untuk tinggal di sini.”

“Bukan itu maksudku Rin, aku ga mau…”

“Merepotkanku? Kamu buatin aku sarapan pagi, apa itu namanya ngerepotin?”

“Tapi…”

“Kamu ini ya! Kim Songsaangnim itu cemas banget tau ga! Beliau nanya-nanya mulu, aku sih senang aja bisa ngobrol sama beliau. Tapi kan ga bisa gitu! Pokoknya ganti baju sana!” aku menurutinya, apa lagi yang bisa kulakukan? Aku ini bodoh, kalau ga sekolah malah tambah bodoh.

“Minji! Nih ku kasih 4 jempol deh buat masakanmu! Enak!!” seru HyoRin, aku tersenyum. Selesai makan, kami berdua lantas berangkat ke sekolah. Aku berusaha untuk mengabaikan perasaanku yang sedang berkecamuk, dan tetap tersenyum seperti biasanya. Luka ini cukup aku saja yang tau, cukup hanya aku yang mencicipi perihnya. Belum-belum aku sudah di panggil ke ruang guru.

“Dasar bodoh! Apa pantas anak perempuan sepertimu berkeliaran di jalan?” bentak Kim Songsaangnim. Aku menunduk patuh.

“Tidak pergi ke sekolah, aku masih bisa memaafkanmu! Tapi tetap saja hal ini benar-benar keterlaluan!”

“Aku punya alasan sendiri, sonsaangnim!” aku berusaha membela diri.

“Apa alasanmu sampai berbuat seperti itu? Tidak pernah latihan basket, Hp tidak bisa di hubungi, bahkan sampai tidak ada di rumah!”

“Oppa!” aku mulai terisak, aku terpaksa menceritakan semuanya. Tentang Appa, rumahku dan keadaanku sekarang. Pada awalnya Kim Songsaangnim tekejut dan segera minta maaf padaku.

“Tinggal bersama kami saja Minji!” usul Kim Songsaang. Apa?

“Ga mungkin! Itu mustahil Oppa! Lagian di sana ada Jinki!”

“Lalu?”

“Dia ga mungkin mau aku tinggal bersamanya, lebih baik tidak usah!”

“Biar aku yang bicara pada Jinki!”

“Ga, ga, ga! Itu rumah Jinki, rumah Jinki! Ga mungkin, ga bisa!” aku berusaha menolaknya mati-matian.

“Minji dengarkan aku, walau bagaimanapun, Jinki itu sebenarnya anak yang manis. Kamu kan berjanji padaku untuk berteman dengannya.”

“Dia sudah melahap habis kesabaranku, bagaimana bisa…” walau aku tidak menceritakan apa yang membuatku benar-benar membenci Jinki.

“Jangan sok berpetuah, pokoknya hari ini kamu harus pindah dari rumah HyoRin. Ini demi Onnie-mu juga!”

“Sonsaangnim…?” aku berusaha membujuknya.

“Bel sudah bunyi, cepat masuk kelas! Atau kau mau mendapat hukuman?” aku menghela napas berat dan berjalan mengikutinya.

[Author POV]

Jinki tanpa sengaja mendengar pembicaraan itu. Apa yang telah ia lakukan? Membuat gadis itu terluka di atas luka? Apa yang harus ia lakukan sekarang? Pikirannya makin berkecamuk, di sisi lain dia begitu benci pada Minji. Minji merebut apa yang dia mesti dapatkan, kasih sayang Onnie. Namun, hatinya serasa teriris melihat gadis itu berjalan dengan wajah tegarnya. Berusaha memikul semua beban sendiri, mirip dengan dirinya dulu. Tanpa mengharap belas kasihan dari orang-orang, Minji lebih tegar darinya. Atau setidaknya, perasaan Minji itu pernah dirasakannya. Mungkin itu jugalah yang mengubah perilakunya.

[Minji POV]

Aku duduk dengan perasaan tidak yakin, di sebelah Jinki. Ga banyak yang berubah, dia tetap stay cool seolah-olah ga ada yang terjadi. Dia sibuk mencatat tugas, mungkin dia anak yang rajin? Aku berusaha memperhatikan pelajaran dengan segenap konsentrasi yang kumiliki. Berusaha menyelesaikan persamaan matematika di papan, meski telah membuka buku berulang kali aku tetap saja tidak bisa memecahkannya. Kulirik Jinki yang duduk santai, dia telah menyelesaikannya! Aku melirik sedikit jawaban dari bukunya.

“Heh, kau nyontek ya?” tuntutnya galak. Aku terkejut, apa-apaan sih? Bikin malu aja, yang lain kan jadi ngelihat ke arahku.

“Siapa kamu? Lagian memang itu jawaban benar? PD sekali!”

“Apa? Kamu pikir aku bodoh?” bentak Jinki lagi sambil menunjuk papan tulis. Taemin sedang mengerjakan persamaan di depan. Jawabannya persis sekali dengan yang ada di buku Jinki.

“Benar sekali Taemin. Silahkan duduk!” Jinki tersenyum sombong, aku hanya mencibir saja.

“Berikutnya, Minji! Nomor 8!” hah? Apa?

“Hah? Saya?” tanyaku kikuk, gila aja? Duh persamaan matriksnya rumit begitu, Kim Songsaang ini sengaja kali ya? Tega banget.

“Kenapa? Silahkan maju!” mau ga mau aku maju, aku terpaku menatap papan tulis. Aduh, aku ini bodoh banget sih! Aku tetap saja menatap papan tulis dengan bingung, melirik RIn berharap ia bisa membantu. Tapi itu ga berguna. Menit demi menit kuhabiskan hingga kakiku terasa pegal, Oh Tuhan!

“Bodoh sekali sih!” celetuk seseorang, dia langsung berdiri dan mengambil spidol di tanganku.

“Mau apa kau? Jinki! Kembaliin!” Jinki pura-pura tidak mendengar dan terus mengerjakan persamaan hingga selesai.

“Jadi, ini di sini di kali silang dengan yang ini! Habis itu, yang ini di selesaikan dengan metode yang sama!” dia mengajariku yang hanya bisa bengong.

“Tapi, kenapa ini bisa jadi begini? Jelaskan faktornya?”

“Kau ini bodoh atau apa? Pernah SMP ga sih!” ejek Jinki, dia membuatku malu saja. Tapi aku ga bisa mendebatkan masalah itu, kemampuan berhitungku memang hanya sedikit di bawah rata-rata.

“Faktor x ini di dapat dari sini, persamaan awal ini di turunkan satu kali. Setelah itu di subtitusikan kesini, pindahkan ke ruas kiri dan x nya adalah 5.”

“Setelah itu masukan nilai x nya pada persamaan matriks ini, lalu sesuai rumus di kali silang dengan nilai yang sudah di tentukan sebelumnya! Mengerti?” aku mengangguk, dia lantas memukul kepalaku dengan spidol lalu kembali ke mejanya. Aku menatapnya kesal, tapi ga juga sih. Dia mau ngajarin aku karenanya. Kim Songsaang mempersilahkanku duduk, setelah itu tak lama kemudian bel berbunyi.

“Makasih…” ucapku tulus dengan penuh keberanian. Dia mengacuhkanku, hening sesaat.

“Maaf sudah membentakmu di taman waktu itu.” Aku menunduk, dia menoleh ke arahku. Apa dia melihatku?

“Kau…setelah ini kemana?” aku mendongak.

“Aku mungkin ke koperasi untuk beli roti, karena aku lapar. Selanjutnya, aku mau ke perpus untuk memperdalam ilmu dan…”

“Bukan itu, maksudku. Kamu akan pulang kemana? Kau punya tempat untuk bernaung?” aku terdiam, tau dari mana ia keadaanku? Tapi dia melihatku membawa koper besar kemaren, dia pasti bisa menebak secara garis besar, dia kan pintar.

“Aku tinggal bersama HyoRin, sepulang dari sekolah ini aku akan mencari rumah.” Jawabku pelan.

“Lupakan saja…!” selanya. Hah? Aku menoleh ke arahnya.

“Apa maksudmu?” tanyaku hati-hati.

“Ikut aku pulang, tinggal di rumah, bersama Onnie!” singkatnya. Apa?? Ga salah? Barusan dia bilang apa? Jangan-jangan dia salah makan?

“Aku? Ke rumahmu? Tinggal?”

“Sama Onnie dan Kim Songsaang, jangan pedulikan aku.”

“Tap…tapi Jinki, itu ga…”

“Jangan membantah, kamu udah membiarkan Onnie tinggal bersamamu, hanya sekedar balas jasa.”

“Aku ga nanya alasanmu. Tapi aku ga mau merepotkanmu!” tolakku halus. Dia menatapku tajam.

“Bisakah kau berhenti bersikap seperti itu?” dia lantas pergi. Aku ga mengerti kata-katanya. Sikap yang mana maksudnya?

“Minji, kau sekolah juga!” ketua menyapaku dengan senyum sumringah.

“Hai!”

“Bagaimana tidurmu semalam?” tanyanya, aku teringat akan mimpiku semalam. Aku bergidik membayangkannya.

“Nyenyak!” jawabku.

“Ini, kau pasti lapar. Kita makan yuk!” ajak ketua sambil memberiku roti. Aku tersenyum dan berterima kasih.

“Tidak usah berterima kasih begitu Minji, ini kan hanya roti!”

“Tapi kata uri omma, sekecil apapun barang yang diterima. Kita harus mengucapkan terima kasih.”

“Ibumu memang orang yang baik. Tapi roti ini ga kecil loh! Lihat segede gini?” canda ketua, kami tertawa seraya makan siang.

by. Barbie (MVP)

.

.

TBC~~~

Posted 25 April 2011 by MVP in Fan Fiction

Tagged with , , , , , , , , ,

6 responses to “[FF] Precious Thing *Part 8 of ?*

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kasian Minji, ntar dia tinggal ama Jinki kan? ya kan?
    maaf ya chingu, tapi blog kamu emang sepi banget.
    kayaknya cuma aku aja yang komen.. #gapen
    tapi gpp, aq akan slalu mendukungmu..
    hwaiting BARBIEEEE..!!!

  2. tenang..tenang..
    Ada aku disini yg akan meramaikan blog ini dengan semua komen2 ku..
    Hahaha..
    Chingu bias aku taemin.
    Aku mau req ff yang cast-nya taemin sama aku yaa??
    Boleh??
    Hehe.. #banyakmaunya

    • makasih banya chingu..
      u make my day..😄
      kebetulan aq ada buat ff yg cast-nya taemin tapi belum tamat, ntar aq selesaikan trus aq post..
      so,, stay tune yaah..

  3. chingu.
    penasaran,
    lanjutiiin.
    jgn lama2 yah.
    hehe
    hwaiting.

  4. wah..aq baru nemu nih blog, chingu.
    keren, tp bwt aq pnasaran sangatttttt……
    knp yg romantic g lnjut? T_T
    trz yg let go jga… TT_TT
    yg here for u jga…. TTT_TTT *nangis di pojokan
    aq menunggu chingu….ku mohon lanjutkannn…aq fansx si baro ma jinyoung…jd pnsaran pgn tw lnjtanx…
    tolong y chingu…lnjutin…plisss…

    blog.q jga g kalah sepi dari blogmu, chingu.
    mlah tnpa ada komentar satupun..
    ini masih lumyan ada yg komen… lha aq g ada… T^T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: