[FF] Precious Thing *Part 3 of ?*   3 comments


Cast:

  • Kim Minji (Fiksi)
  • Onew (SHINee)
  • etc (find them by ur self)

Chapter 3

Loss

—1 Minggu menjelang akhir libur semester

Hari-hari sibuk di mulai! Tiap hari aku ke sekolah untuk mengurus PSB dan daftar ulang, tes masuk sekolah bagi para siswa baru serta pengumuman kelulusan bersama dengan semua pengurus Osis yang lain. Sorenya, aku mengikuti latihan intensif untuk kejuaraan musim nanti. Benar-benar liburan yang sangat sibuk!

“Hari ini cukup sekian dulu!” sahut ketua dengan senyum tulusnya. Dia menghampiriku yang sedang membereskan dokumen-dokumen.

“Kamu lelah, kan? Sore ini ada latihan?” tanyanya, aku mengangguk.

“Kalau gitu kita makan siang dulu, yuk? My treat!” ajaknya sambil menarik tanganku. Kekanak-kanakan! Dasar! Tapi sikapnya ini benar-benar membuatku senang.

[Author POV]

“Lagi-lagi! Mereka selalu berdua!” gumam Krystal, perih. Yah hatinya sekarang benar-benar perih, asumsinya pasti benar. Semua orang yang bisa melihat juga bakal tau, kemana ketua selalu melihat. Bagaimana sakitnya jika orang yang kita sukai, ternyata juga menyukai seseorang? Dan itu bukan dirinya.

“Krystal, kenapa? Makan siang, yuk!” ajak Sulli. Krystal mengangguk lemah. Kenapa aku bahkan ga bisa menang dari Kim Minji?

“Akhir-akhir ini ketua dekat dengan Minji ya?” pancing Krystal. Sulli bingung.

“Ha? Kukira kamu sudah tau! Ketua kan suka sama Minji!” ‘Ku kira kamu sudah tau, ketua kan suka sama Minji’? Suka sama Minji? Apa? Jadi itu semua benar? Bahkan cuma aku yang ga tau?

“Itu…ga mungkin! Ketua kan ga boleh punya perasaan khusus pada pengurus!” Krystal mencoba menyangkalnya.

“Memang begitulah keadaannya, tapi coba pastikan sendiri pada ketua!” apa? Apa itu benar? Apa semua itu benar? Ga! Ga! Ini pasti sebuah kesalahpahaman, ketua ga mungkin! Ga!

Air matanya menetes, satu demi satu. Ia terduduk seorang diri, kenapa rasanya begitu sakit? Apa ini rasanya patah hati? Hatiku sakit, Krystal meraba dadanya yang terasa perih.

“Kenapa? Kenapa kau buat aku seperti ini? Kenapa harus Minji?” jerit hatinya.

Sementara itu…

Hpnya berdering nyaring, dengan malas Jinki mengambil Hpnya.

“Ya?”

“Hey you jerk! Sampai kapan kamu mau menginap di hotel hah?” bentak seseorang. Jinki terkejut.

“Noona? Waeyo? Aku ga mau tinggal di rumah orang lain!” sahut Jinki.

“Jinki, dengarkan aku! Dia, Minji adalah orang yang baik. Ia bahkan mengizinkanmu tinggal di rumahnya! Kasihan tau, dia selama ini tinggal sendiri! Siapa tau setelah bertemu dengannya, kalian bisa saling mencintai?”

“Aku kan ga nanya namanya. Lagian aku ga perlu dengar sejarah tentang dirinya. I don’t give a damn!”

“Hey, makanya! Daripada kamu ngabisin uang gitu, tinggal saja di sini! Atau seenggaknya, kamu harus cari rumah buat kita.”

“Ya, akan ku cari! Tapi kau harus segera pindah dari situ!”

“Ne!” tutup kakaknya. Jinki bengong, siapa sih Minji itu? Kenapa kakaknya pengen banget dia bertemu dengan orang itu?

“Namanya sih bagus, mungkin saja orangnya cantik?” pikir Jinki sambil bergegas pergi. Dia ingin mencari apartemen untuk dirinya dan kakaknya.

Ternyata mencari rumah bukanlah hal yang mudah, apalagi untuk seorang cowo. Dia sudah berkeliling 5 agen rumah, tapi tidak menemukan yang cocok.

“Kalau begini terus, apa aku mesti tinggal di rumah orang itu?” pikir Jinki. Absolutely not! Demi harga dirinya yang tinggi, melakukan hal seperti itu hanya mencoreng nama baiknya. Di tengah keputus asaannya, ia melihat sebuah rumah yang di jual. Lumayan besar dan bagus!

“Oppa?” panggil seseorang. Jinki menoleh, dan alangkah terkejutnya ia. Itukan…cewe yang memanggilnya itu tersenyum.

“Aku ga nyangka bisa ketemu denganmu di sini! Oppa apa yang kau lakukan?” cewe itu menghampiri Jinki.

“Luna?” Tanya Jinki masih sedikit kaget. Cewe itu tersenyum lagi.

“Aku ga tau kamu pindah, dan apa yang kau…?” Luna melihat rumah itu dan seketika mengerti.

“Aku kenal siapa pemiliknya, kebetulan ia tetanggaku.” Sahut Luna, dia kemudian menarik tangan Jinki.

“Ayo kita menemuinya!” Jinki mengangguk kaku. Itu Luna! Mantan pacarnya, orang yang pernah dicintainya.

“Oppa mianhae, sejak saat itu aku ga bisa menghubungimu. Aku sedang ada dalam masalah. Oppa aku kangen padamu!” bisik gadis itu sambil bersandar pada Jinki.

“Yah, aku juga!” jawab Jinki, perasaannya jadi sedikit aneh. Kenapa secara tiba-tiba dia bertemu dengan Luna?

“Aku sangat menyesal berakhirnya hubungan kita oppa, jujur aku sangat tersiksa! Aku ingin memperbaikinya.” Ujar Luna manja. Cewe itu sangat cantik dan imut, siapapun akan luluh hatinya jika ia sudah bersikap manja. Jinki melepas pegangan tangan Luna. Hatinya yang keras itu luluh, tapi ia tak bisa terus begini.

“Mianheo oppa!” ucap Luna sedih. Jinki jadi merasa bersalah, ia sangat takut melukai hati gadis di sampingnya itu. Tak terasa mereka telah sampai pada tempat pemilik rumah. Setelah bertransaksi sebentar akhirnya rumah itu terbeli juga. Jinkipun langsung menelepon kakaknya.

“Aku sudah beli rumah, cepat pergi dari rumah itu!”

“Ne? Cepat sekali? Tapi Minji belum pulang nih!”

“Buat apa kau menunggunya, Noona? Cepat pergi!”

“Tentu saja untuk berterima kasih, dia yang telah menampungku selama ini. Masa aku tega pergi tanpa bilang apa-apa?”

“Baiklah, tapi cepat.” Perintah Jinki.

“Jemput aku! Jonghyun belum pulang, nih!” pinta kakaknya Jinki manja. Jinki memutus pembicaraan, kemudian dia pergi.

“Maaf Luna, aku harus jemput Noona! Selamat tinggal!”

“Aniyo oppa! Jangan katakan hal yang kejam begitu padaku. Karena aku akan selalu bersamamu, aku ingin di sisimu, oppa. Jangan pernah katakan selamat tinggal.” Hati Jinki kembali berkecamuk, dia ga bisa bohong kalau perasaan sayang itu masih ada. Tapi, ia ga bisa menyandarkan kembali hatinya kepada Luna. Ia ga sanggup. Jinki mengangguk dan tersenyum seraya mengelus kepala Luna. Luna memeluk Jinki dengan erat, seakan ini adalah pertemuan terakhir.

“Gomawo oppa!” bisik Luna. Jinki mengangguk lagi, benar ia pernah sangat menyayangi gadis itu dulu, slalu ingin melindungi dan semacamnya. Tapi itukan dulu, setiap orang bisa berubah bahkan dengan perasaan mereka sendiri. Jinki pun ingin memperbaiki masa lalunya itu, tapi ada rasa tidak nyaman yang mengganjal hatinya ketika bersama Luna. Apakah yang dulu itu hanya sekedar rasa sayang?

Dengan susah payah Jinki mencari rumah di prefektur 2 blok 5 tempat kakaknya tinggal. Akhirnya ia menemukan sebuah rumah besar dan mewah.

“Apa ini ya?” pikirnya. Lumayan juga rumahnya, yah sedikit lebih besar daripada yang ia beli. Perlahan dia membuka pagar, dan memasuki halamannya. Banyak sekali bunga mawar putih dan aster putih. Sepertinya pemiliknya suka warna putih? Jinki mengetuk pintu dengan hati-hati.

[Minji POV]

“Ah itu pasti dia!” seru Onnie, dia tampak begitu bersemangat. Padahal hari ini hari terakhir kami bersama, aku bahkan belum merasa menikmati liburan.

“Onnie? Kau benar akan pergi? Meninggalkan aku sendiri? Bukankah kita keluarga?”

“Mianheo Minji-ah, aku tidak ingin merepotkanmu terus. Tapi jangan khawatir sampai kapanpun kita tetap keluarga!”

“Onnie!” aku memeluk Onnie dengan manja, ternyata waktu berlalu begitu cepat. Kini aku harus kembali ke kehidupanku yang semula.

“You must be healthy, and please live well! Onnie…” Onnie mengangguk, kulihat dia meneteskan air matanya. Aku membuka pintu depan untuk mengantar Onnie.

“Kenapa lama sekali sih?” bentak seseorang membuatku kaget. Oh my…dia?

“Kamu?!” kami berseru berbarengan.

“Kamu!! Ngapain kamu ke sini?” bentakku lepas control, aku benar-benar emosi. Gara-gara dia, aku harus jauh-jauh ke prefektur 7 bahkan harus membayarkan makanannya.

“Lho? Kalian saling kenal? Ini Jinki, nae dongsaeng! Jinki, dia Minji my savior life!”

“Apa!!???” lagi-lagi kami berteriak bersamaan.

“Dia? Dia adikmu? Impossible!!”

“Jadi, Minji ini maksudmu? Noona, cepat pergi dari sini.” Jinki menarik tangan Onnie dengan kasar.

“Aduh, chamgan man! Aduh Jinki sakit!” seru Onnie.

“Jadi kamu adiknya Onnie? Bagaimana mungkin?” selama ini aku pikir Jinki adiknya Onnie adalah orang yang baik sama seperti Onnie.

“Onnie, sebaiknya kamu jangan pergi!” aku menarik tangan Onnie.

“Heh! Apa-apaan kamu lepasin! Dia itu kakakku!” bentak Jinki sambil menarik tangan kakaknya lagi.

“Kamu yang lepasin! Cowo macam kamu yang bakal tinggal sama Onnie? Aku ga akan bisa biarin!”

“Apa-apaan sih kamu? Dasar cewe cerewet! Bikin sakit telinga! Jadi ini nih rumahmu? Kalau tau selama ini Noona tinggal bersamamu, aku ga akan biarkan dia dari awal!”

“Aduh stop!!!! Kalian ini kenapa sih??” bentak Onnie.

“Dia orang yang mengambil barangku waktu itu Onnie!” tuduhku.

“Heh! Jangan sembarangan ya! Buat apa aku barang-barang begituan? Memangnya aku ga mampu beli sendiri?”

“Kalau kamu memang mampu, kenapa waktu itu kamu nyuruh aku bayarin semua makananmu? Kita aja bahkan ga kenal!”

“Dasar cewe cerewet! Kamu itu ga bisa diam ya? Noisy banget tau ga sih! Pokoknya aku ga mau tau, Noona harus pergi dari sini, sekarang! Kalau ga Noona bakal ketular virus kamu!” bentak Jinki lagi sambil menarik kakaknya keluar. Apa? Virus? Cowo sialan itu! Bisa-bisanya dia? Dia pasti anak pungut atau semacamnya, makanya sifatnya dengan Onnie jauh berbeda.

TBC~~

a/n: chingu please comment,, if u like it.. ^^

Posted 23 April 2011 by MVP in Fan Fiction

Tagged with , , , , , , , , ,

3 responses to “[FF] Precious Thing *Part 3 of ?*

Subscribe to comments with RSS.

  1. oh…oh.. jadi selama ini tuh jinki itu sudah pernah ketemu ya sama minji?.. baru nyambung nih pas baca part 3 nya..
    tuh kan bener dugaan aku kalo ketua suka sama minji.
    krustal marah besar donk tuh.. ada sulli juga..
    ini semua cast-nya sm town ya? kecuali minji sama hyorin..
    noona nya jinki sebenernya shin se kyung tpi biar pas di ganti lee kan marganya? #sotoy
    mian chingu aq komennya kepanjangan..hehe
    ur ff is nice..

  2. Kok ngakak coba? xD

  3. Hahaha ini lbh bagus, narasi ny agak banyakan. Tp lumayan kocak sh, jd ngakak😄 sip teruskan😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: