[FF]/My Lovely Boyfriend/NC 17/S/3-4   4 comments


~Chapter 3~
Changri pov
Aku sudah pasrah apa yang terjadi. Aku tak melawan. Kubiarkan siwon bermain sesukanya(?). Kibum tak kunjung datang walau sudah ku panggil-panggil namanya. Aku tak tahan lagi. Aku menangis.
End changri pov
Kibum pov
Aku mendengar suara tangisan dari luar toilet pria. Ada yang tidak beres. Semoga saja aku tidak terlambat.
Braakk, aku menendang pintu toilet.
“Brengsek” aku menjambak rambut pemuda yang menindih(?) Changri. Buuk. Ku melayangkan tinjuku ke wajahnya. Ku tendang perutnya hingga jatuh. Aku duduk di atas perutnya lalu ku tampar pipinya berulangkali hingga dia lemas.
“Kibum sudahlah. Sudah. Ayo pulang” namun aku tidak menghiraukan suara itu aku masih terus memukuli pria ini hingga ia pun pingsan. Aku lengah. Aku tidak bisa menjaga Changri. Aku menyalahkan diriku karena mengacuhkannya.
“Kibum, huuuuu.. Aku takut.” ku peluk dia. Tangisannya tak kunjung reda. Ya tuhan. Tubuhnya gemetar. Keadaannya berantakan. Dasar lelaki bangs*t!! Sekali ini ku tendang kaki pria itu.
“Sudah kibum ayo pulang” aku menatap changri yang hanya memakai bra di balik jas seragamnya.
“Mana seragammu?”
“Robek. Huu.. Sudahlah ayo pulang.” aku melepas jasku dan memakaikannya ke changri. Aku segera menelpon polisi. Setelah polisi datang, aku memberi kesaksian bahwa pemuda itu mencoba melakukan pemerkosaan. Polisi pun membawa si bejat itu. Changri masih shock. Tangisannya belum berhenti. Bibirnya gemetar. Wajahnya pucat. Ku genggam tangannya.
“Aku antar kau pulang.”
@@@
“Cakenya enak. Aku ingin lagi” kataku memecah kesunyian. Changri menolehkan kepalanya sebentar lalu tersenyum kecil.
“Ia. Aku akan membuatkannya lagi.” sahutnya.
“Maaf tadi siang aku mengusirmu”
Ia menghela nafas panjang. “Tidak apa-apa”
“Boleh aku minta nomor hapemu?” tanyaku saat kami sudah di depan apartemennya.
“Izinkan aku menjagamu sebagai seorang sahabat.” kataku lagi. Dia mengangguk. aku menyodorkan hapeku padanya. Dia mengetik nomornya. Aku memeluknya sebentar lalu mengambil hapeku dan tersenyum padanya.
“Jaga dirimu baik-baik ya” ia tersenyum sekilas.
“Emm. Hati-hati kibum” dia pun masuk ke dalam apartemennya.
@@@
Aku menatap langit-langit kamarku. Termenung. Sudah 1 minggu sejak kejadian itu. Untung Changri baik-baik saja. Aku rindu padanya. Ku tatap layar hp qu. Aku ragu untuk menghubunginya. tiba-tiba terdengar suara ringtone hp. Aku menekan tombol answer.
“Yoboseo”
“Yoboseo. Kim Kibum?” tanya suara di seberang.
“Iya. Siapa?”
“Shim Changri. Em. Apa aku mengganggumu?”
“Tentu saja tidak” jawabku cepat. Ya tuhan. Suara yang ku rindukan. Kurasakan debaran jantungku lebih cepat dari biasanya.
“Ada apa?”
“Aku mau mengucapkan terimakasih padamu karena sudah menolongku.” katanya.
“Sudahlah. Wajar aku menolongmu karena kita sahabat.”
“…”
“Changri?”
“Eh? Iya. Em. Kibum apa kau ada waktu malam ini?”
“Ada. Kenapa?”
“Aku ingin makan ddukboki. Kau mau menemaniku?”
“Baiklah. Aku akan menjemputmu. Jam berapa?” kataku senang.
“Jam 8 ya.” Aku menatap jam dinding di kamarku. Masih 2 jam lagi.
“Oke. tunggu ya”
“Iya. Sampai nanti” katanya lalu memutus telpon.
–jam 8–

“Annyeong.” sapanya. Malam ini dia kelihatan cantik dengan hiasan pita di rambut pendeknya.
“Annyeong. Kau kelihatan..”
“Kelihatan apa? Cantik?” katanya sambil mengerling padaku.
“Kelihatan segar” kataku akhirnya. Dia tersenyum manis lalu berjalan disampingku.
“Kau tau tempatnya?” tanyaku saat kami sudah di halte bis. Dia mengangguk.
“Tidak jauh dari sungai han”
Sesampainya di tempat tujuan, aku dan Changri menyusuri pinggiran sungai han dan menemukan kedai disana. Hanya ada beberapa pengunjung. Kami memesan dua porsi ddukboki dan dua teh panas. Kami mengobrol lama. Tertawa. Berkeluh kesah. Sesekali dia mengeluarkan lelucon dan aku tertawa. Kadang ada momen canggung, namun aku menikmatinya. Aku senang melihat Changri kembali ceria. Tak terasa sudah pukul 11 malam. Setelah membayar, aku mengajaknya pulang melewati sisi sungai han. Sedikit remang. Namun diterangi sinar bulan purnama. Suasana sungguh romantis malam ini, namun kami berdua hanya berjalan dalam diam.
“Kau tidak memakai syal?” kulihat dia merapatkan mantel coklatnya beberapa kali. Dia menoleh ke arahku dan tersenyum. Aku melepas syalku dan mengalungkannya di leher changri.
“Terima kasih”
Kami mengobrol sepanjang jalan. Bercanda. Tertawa. Hingga tiba di halte tujuannya.
“Aku pulang duluan ya. Terima kasih sudah menemaniku” Changri tersenyum tulus.
“Iya. Sama-sama. ”
“Hati-hati”ucap kami bersamaan. Dia tertawa lalu melambaikan tangannya padaku. Aku terus memandanginya hingga bis berjalan menjauh.
‘What a day changri-ah’ aku memejamkan mataku sambil tersenyum lebar.
End kibum pov
@@@
Changri pov
“Yak. Changri senyum.. Kyaaa.. Haha.. Kibum say hello..”
“Yaa. Sudahlah yuri. Aku malu” aku menutup mukaku dengan kedua tangan. Dari ekor mataku(?), Kibum terus memperhatikanku. Aku sedikit salting.
“Haha. Ayolah. ini kenang-kenangan selama kelas 2” Yuri mencoba menurunkan tanganku. Temanku yang satu ini suka sekali membawa handycam. Ia suka merekam apapun. Hobby yang unik.
“Kibum. Apa kau menyukai Changri?” Yuri menshoot Kibum.
“Yaa.” refleks aku menutup mulutnya. Aku melirik sekilas ke arah kibum yang hanya tersenyum. Aku jadi kikuk karena malu. Yuri melepas tanganku lalu pergi keluar kelas.
“Yaa yuri. Awas kau ya.” Ku kejar dia. Aku berhenti berlari ketika melihat pemandangan di belakang kelas. Yochun dkk sedang memalak anak kelas 1. Aku memberi isyarat pada yuri untuk pergi. Namun anak itu terdiam karena kekasihnya ada di antara pemalak itu. Aku menarik tangan yuri namun sial, mereka melihat kami. Kami memutuskan bersembunyi di dalam toilet wanita.
“Maaf” yuri menabrak seseorang.
“Enak saja minta maaf” katanya lagi. Dia bersama 1 temannya menatap kami dengan pandangan sinis. Kulihat temannya berbisik sambil menatap tajam ke arahku.
“Oh. Jadi kamu ya pacarnya Heechul?” tunjuknya pada yuri. Yuri mendongak namun dengan cepat aku menggeleng.
“Bukan dia. Tapi aku. Aku pacarnya heechul oppa” kataku maju ke arahnya.
“Cih. jadi kamu gadis murahan itu?” dia menarik kerah bajuku.
“Onnie, lepaskan dia” kata yuri kepada cewe itu. Taeyeon.
“Beraninya kamu. Nantangin aku hah?” di dorongnya tubuh yuri hingga jatuh. Aku tidak tahan lalu menampar wajah gadis itu.
“Kurang ajar” katanya. Dia bangkit untuk membalasku. Namun secepat kilat aku membawa Yuri pergi

.:: TBC

a/n: tomorrow i’ll post the last chapter..

Posted 14 Maret 2011 by MVP in Fan Fiction

Tagged with ,

4 responses to “[FF]/My Lovely Boyfriend/NC 17/S/3-4

Subscribe to comments with RSS.

  1. uh.. untung aja kibum cepet datang nyelametin changri..
    wah tuh koq ada taeyon ya??
    ada apa lgi tuh..
    penasaraaan..
    lanjut ke part selanjutnya…~~

  2. hidup kibum….plok….plok…plok
    setiap part bkin penasaran terus

  3. Siwon pelecehan ..😥

  4. yaaa… kibum oppa daebakk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: