[FF]/My Lovely Boyfriend/NC 17/S/2-4   7 comments


~Chapter 2~
Cih. Setelah puas membuatku seperti ini mereka pergi meninggalkan aku. Aku mencoba untuk berdiri namun tak ada tenaga. Kepalaku pusing. Suaraku tak kunjung keluar saat aku mau berteriak minta tolong. Aku memejamkan mata. meredam rasa sakit di punggungku. Adakah yang akan menolongku? Apakah aku akan mati disini?
End kibum pov
Changri pov
Aku terkejut mendapati sosok yang tergeletak di jalan. Dengan menahan rasa takut aku mendekatinya. Aku kesulitan melihat wajahnya karena posisinya yang tengkurap. Aku shock saat membalik badannya. Aku bingung harus melakukan apa.
“Kibum. Kau kenapa?? Kibum?” aku menggoyang-goyangkan tubuhnya. Kibum terluka parah. Aku terisak saat melihat darah di dahinya.
“Kibum? Bangun!!” aku memeluknya. Ya Tuhan tega sekali orang yang berbuat begini padanya.
“Changri? Kau sedang apa?” aku melihat Kwon Yuri dan Kim Heechul pacarnya.
“Kibum. Aku tidak tau dia kenapa? Tolong bantu aku” dengan sigap Heechul memapah tubuh Kibum. Yuri menenangkanku. Aku kembali terisak. Badanku gemetar di pelukan Yuri.
@@@
“Changri perlu ku temani?” tawar Yuri.
“Tidak usah. Aku akan merawat luka-luka kibum. Kalian pulang saja. Aku tidak apa-apa” kataku berusaha tersenyum. Aku tidak enak mengganggu waktu Yuri dan Heechul oppa. Aku tau mereka mau kencan.
“Baik. Kami pulang dulu ya.” pamit heechul oppa. Yuri mengelus bahuku sebentar. Aku mengangguk lemas. Aku menghampiri Kibum yang terkulai di sofa setelah menutup pintu. Aku mengelus lebam di dahinya. Aku menahan tangisku. Dengan segera ku obati luka-lukanya.
“Aku harap kau baik-baik saja Kibum” ucapku sambil membersihkan lukanya. Saat aku membersihkan bagian dahi Kibum yang terluka. Dia terbangun.
“Changri? Aww”
“Maaf. Sakit? Tahan sedikit ya.” namun Kibum masih saja mengerang kesakitan. Aku kembali menangis. Aku tak tega melihatnya terluka seperti ini. Kibum membuka kancing bajunya. Aku sedikit kaget. Saat dia melepas baju, situasi menjadi aneh. Namun tangisku kembali deras saat melihat bagian punggung Kibum yang kebiruan.
“Siapa yang berbuat begini padamu?” tanyaku. Dia menggigit bibir bawahnya masih menahan sakit. Aku miris melihatnya. Setelah selesai mengobati semua lukanya. Aku tersenyum padanya.
“Aku ambilkan selimut dulu”
Hujan turun dengan deras di luar. Kibum sudah tertidur lelap. Aku kasihan sekali melihat keadaannya. Aku mengecup pipinya dan mematikan lampu ruang tamu. Lalu masuk ke kamarku.
@@@
Keesokan paginya aku bangun cepat. Ku lihat Kibum masih tergolek di sofa. Ku putuskan untuk tidak membangunkannya lalu berjalan menuju dapur dan membuat sarapan. Aku mendapati Kibum sudah terbangun saat aku baru saja ingin membangunkannya.
“Kibum sarapan dulu” ajakku.
“Terima kasih” ucapnya lemah. Aku membantunya berjalan dari ruang tamu menuju dapurku.
“Maaf aku merepotkanmu” ujarnya lagi.
“Tidak apa-apa. Mengapa kamu bisa seperti ini?” selidikku.
“Maaf membuatmu khawatir” katanya. Aku sudah tidak mau mendesaknya lagi untuk cerita. Kami berdua makan dalam diam. Aku ingin mengantarnya sampai halte bis. Tapi karena ia meyakinkanku bahwa di tidak apa-apa, aku hanya mengantarnya sampai depan apartemen saja.
@@@
“Jadi..apa yang kalian lakukan?”
“Ga ada apa-apa” jawabku entah untuk ke berapa kalinya.
“Bener ga ada?” selidik Yuri.
“Yaa. Tidak mungkin aku melakukannya dengan Kibum.” kulihat Yuri hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
“Kau sendiri? Sudah ‘melakukannya’ dengan Heechul oppa?” uhuk. Yuri tersedak makanannya.
“Ahahahaha. Wajahmu merah” Yuri meneguk air dengan tergesa-gesa.
“Dimana? Di rumahnya ya?” bruss. Kali ini ia menyemprotkan minumannya.
“Baiklah. Aku tidak akan tanya-tanya lagi. Hahaha”
“Tapi kau suka Kibum kan?” tanyanya mengalihkan pembicaraan..
“Tidak. Tidak mungkin aku menyukai kibum. Dia bukan tipeku.” jawabku buru-buru.
“Oh. Baiklah. Oh ya. Habis ini kan praktek memasak, bantu aku ya. Aku mau memberi heechul oppa cake buatanku” aku memikirkan sejenak ucapannya.
“Iya. Baiklah”
@@@
Sepulang sekolah aku berjalan di koridor sekolah sambil bersenandung riang. Aku harap Kibum suka cake ini. Aku sampai di perpustakaan yang jarang ku masuki. Ku edarkan pandanganku ke sekeliling perpustakaan yang sepi mencari Kibum. Ah itu dia sedang duduk di pojok ruangan.
“Kibum” Kibum mendongakkan kepalanya
“Ini untukmu.” aku menyodorkan sebuah cup cake.
“Tidak usah” jleb. Ucapannya barusan membuatku sakit hati. Baru kali ini aku di tolak.
“Kenapa? Kau tidak suka ya? Ini enak loh” kataku mencoba merayunya.
“Jangan ganggu aku. Pergilah.” Dia mengusirku.
“Kibum? Kau marah padaku?” hening.
“Kibum?” ia menatapku dengan pandangan pergi sana.
“Kau kenapa? Aku ada salah?” dia meneruskan bacaannya tanpa menoleh sedikitpun padaku.
Aku menunduk lemas. Aku tau apa yang akan membuatnya menerimaku. Aku mendekatinya perlahan dan duduk di atas meja di hadapannya. Ku tatap matanya dengan pandangan seduktif, ku buka satu kancing seragamku.. Dua.. Dia masih tidak melihat ke arahku. Tiga..
“Jangan permalukan dirimu sendiri Changri”
Mataku membesar. Kaget. Aku sakit hati mendengarnya. Baru kali ini ada cowo yang berkata begitu padaku. Biasanya mereka yang menginginkanku.Tapi..
“Tapi.. Aku menyukaimu Kibum”
Ia memhembuskan nafasnya. “Jangan bohong. Aku bahkan bukan tipemu. Pergilah. Jangan ganggu aku lagi.” sahutnya tajam. Begitu menusuk. Aku pergi dengan kesal. Ku langkahkan kakiku ke ruang musik. Betapa terkejutnya aku saat melihat orang yang paling tidak-ingin-kutemui berdiri di hadapanku. Aku mundur beberapa langkah.
“Aku kangen kamu sayang” Siwon menerjang ke arahku sebelum aku sempat lari. Ia mulai mencium rambutku lalu ke leherku.
“Jangan..” ia menyumpal mulutku dengan ciumannya. Awalnya aku menolak. Lama kelamaan aku terbuai juga. Kami berhenti sejenak mengatur nafas. Ia menjilat telingaku. Membuat badanku menggelinjang. Dia menarikku masuk ke dalam toilet pria dan menguncinya. Diciumnya bibirku. Disaat aku berusaha meronta, ia menjambak kuat rambutku.
“Diam. Kalau kau teriak, aku bunuh.” katanya sambil membukanya kancing bajuku hingga payudaraku yang masih tertutup bra pun terlihat. Ia menyusupkan tangannya ke dalam bra. Ia mencubit pelan nippleku.
“Tidak. Jangan” aku sadar dia akan melakukannya lagi.
“Tolong. Kibum tolong aku” teriakku berulang-ulang. Hari sudah gelap. Tidak mungkin kibum masih disini. Aku pasrah. Percuma aku melawan, karena tenaga siwon lebih besar. Merasa mendapat angin, siwon mencari pengait braku dan membukanya. Clos. Kini payudaraku terpampang jelas.
“Indahnya” entah itu pujian atau hinaan.
“Kenyal. Putih lagi. Kau memang cantik Changri-ah” kali ini ia mencium bibirku dengan lebih ganas sambil meremas milikku dari luar celana dalam.
“Aahhh..ssshhh..” aku mengerang antara sakit dan geli saat siwon memberi kissmark di leherku. Aku sudah pasrah apa yang terjadi. Kali ini aku tak melawan. Kubiarkan siwon bermain sesukanya(?). Kibum juga tak kunjung datang walau sudah ku panggil-panggil namanya. Aku tak tahan lagi. Aku menangis.
.::TBC

a/n:
please leave comment if u like it..^^

Posted 14 Maret 2011 by MVP in Fan Fiction

Tagged with ,

7 responses to “[FF]/My Lovely Boyfriend/NC 17/S/2-4

Subscribe to comments with RSS.

  1. aww..
    kasian changri.. T_T

  2. Thor kibum ini key SHINee bukan?

  3. kok Changri gampang amat ya digituin? binggung

  4. aduuu changri bilang jangan k siwon tp mbales jg….hoaaaa kibum ud g usah d selametin changri….#xixixixi#

  5. Hua… Kasihan juga kibum oppa. hiks..hiks..
    FFnya Nice Barbie… hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: